By

December 12, 2012   ·  

Mouse Gaming Thermaltake Black – Combat White

Kompleksitas memang seringkali diasosiasikan dengan kualitas, padahal nyatanya tidak seperti ini. Tidak jarang, kekuatan justru melekat pada kesederhanaan, namun dengan ketepatan fungsi dan tujuan. Hal yang sama juga berlaku pada peripheral gaming yang bermunculan di industri game. Dengan mekanisme gameplay yang semakin membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang semakin akurat dan cepat, peripheral kemudian dirilis dengan beragam bentuk dan peningkatan jumlah tombol untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun sayangnya, tidak jarang hal ini justru berbuntut pada kemunculan fungsi yang terlihat sebagai “gimmick” dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kesederhanaan tidak jarang justru menjadi fitur yang dicari oleh gamer yang tidak membutuhkan bergitu banyak modifikasi dan fungsi, namun lebih mencari kenyamanan dalam batas paling maksimal. Mereka yang hanya menjadikan shooter dan third person shooter sebagai genre permainan utama, misalnya. Namun sebagai alat navigasi paling utama, sebuah mouse memang seharusnya didesain untuk memenuhi semua kebutuhan dasar ini. Dengan nama gaming yang disandangnya, maka ekspektasi tentu meningkat lebih tajam, setidaknya peripheral harus mampu tampil bersinar di tugas utama yang disandangkan untuknya: gaming. Lantas bagaimana dengan mouse gaming yang terhitung “lawas” – Thermaltake Black – Combat White yang satu ini?

Desain dan Fitur

Sebagian besar dari Anda mungkin akan langsung jatuh cinta pada warna yang disandang oleh mouse gaming Thermaltake Black – Combat White ini. Menggabungkan warna hitam dan putih di bagian kedua sisi memang meninggalkan kesan yang cukup elegan, setidaknya membuatnya berbeda dibandingkan dengan mouse-mouse gaming yang berada d pasaran. Dengan identitas logo naganya yang berpendar-pendar di bagian belakang, Black – Combat White ini tentu saja meninggalkan kesan maskulin yang cukup kentara. Dibangun dan diselimuti oleh bahan karet, tesktur yang ditawarkan oleh mouse gaming yang satu ini memang terhitung cukup nyaman untuk digunakan dalam waktu lama, setidaknya Anda tidak harus berhadapan dengan ujung jari yang berkeringat dan licin.

Tampak depan

Lekuk “tubuh” yang siap menggoda setiap gamer yang melihatnya.

Tampak atas

Berbeda dengan sebagian besar gaming mouse yang mungkin menawarkan jumlah tombol yang banyak, Thermaltake Black – Combat White datang dengan desain konvensional yang minim fitur. Anda hanya akan menemukan tombol scroll, dua tombol untuk mengatur sensivitas gerakan, dan dua tombol di sisi kiri yang dapat Anda modifikasi. Dengan bentuk yang sedikit melebar, tangan dengan ukuran yang kecil mungkin tidak akan nyaman mengakses kedua tombol yang diposisikan sedikit ke atas. Dengan mengistirahatkan jempol di sudut kiri Combat White, ada konsekuensi harus yang diterima dari desain warna putih di bagian sisi dan bahan karet yang ia gunakan. Benar sekali, Anda harus memastikan tangan Anda tetap bersih sebelum menggunakannya. Warna dan bahan ini akan mudah sekali menyerap kotoran dari jari Anda, apalagi jika Anda baru menghabiskan snack penuh bumbu dan warna. Make sure you clean your hand!

Lantas, fitur apa saja yang diklaim oleh Thermaltake Black – Combat White ini?

The fire breath of the Battle Dragon..

  • Dominating Gaming Laser Sensor 4.000 DPI Engine (400/800/2000/4000 DPI Adjustable), with Visual Indicator
  • 1.8 metres Braided USB Cable with Gold-Plated Connector
  • Superb Cutomizable Graphical UI for Macro Keys, Advanced Performance, and Lighting Effect Options
  • On-Board 64kb Memory Storage for 18 Macro Keys in 3 Game Profiles

Thermaltake Black – Combat White, Seberapa Nyaman?

Penggunaan bahan karet yang menyelubungi keseluruhan Thermaltake Black – Combat White memang harus diakui memberikan kenyamanan tersendiri bagi para gamer yang menggunakannya, apalagi mereka yang membutuhkan sebuah mouse yang tetap dapat diandalkan dalam waktu permainan yang cukup lama. Bahan ini memastikan grip yang lebih solid untuk tangan yang memang seringkali bergerak cepat untuk mempertahankan ritme permainan di genre game yang sedang dimainkan. Bentuknya sendiri terhitung cukup ergonomis, apalagi Anda yang memang lebih nyaman bermain dengan menggunakan palm grip. Bagian yang cukup berisi di bagian belakang memastikan posisi jari berada dalam posisi yang paling tepat. Tombol-tombol yang dihadirkan juga cukup nyaman untuk diakses tanpa membutuhkan pergerakan jari yang signifikan.

Penggunaan bahan karet di kedua sisi memang memastikan grip yang lebih solid dan nyaman. Namun berhati-hatilah, warna dan bahan ini memuat konsekuensi negatif yang lain.

Bagi Anda yang melihat berat sebagai elemen gameplay yang krusial, Combat White menyediakan kesempatan untuk memodifikasi sisi tersebut.

Lantas bagaimana beratnya sendiri? Kesempatan untuk memodifikasi berat tentu saja menjadi fitur yang tidak boleh terlewatkan, apalagi bagi Anda yang sensitif dengan hal ini. Untungnya, Thermaltake Black Combat White memungkinkan hal tersebut dengan menyediakan pemberat di bagian bawah mouse. Anda bisa menambahkan atau melepaskan pemberat yang ada, hingga Anda menemukan berat yang akan memang akan membantu Anda mencapai grip yang terbaik.

Sebuah mouse gaming, modifikasi fungsi untuk memaksimalkan pengalaman gaming yang ada tentu menjadi fitur yang tidak boleh terlewatkan. Hal ini juga menjadi perhatian tersendiri bagi Thermaltake Black – Combat White yang menyediakan kesempatan ini. Walaupun mengusung konsep konvensional yang minim tombol, Anda masih dapat menggunakan setidaknya dua tombol di sisi kiri Combat White dan menjadikannya sebagai tombol makro andalan Anda. UI grafis yang terhitung user-friendly akan memfasilitasi semua kebutuhan Anda dengan mudah. Anda juga bisa mengatur tingkat sensivititas untuk mencapai presisi yang Anda inginkan, serta beberapa modif ekstetik di LED yang disematkan di dalam Combat White ini.

UI driver yang user-friendly..

Menjajalnya dengan beberapa game dari beragam genre, Thermaltake Black – Combat White berhasil membuktikan diri dengan performa yang jempolan. Kesulitan mungkin terjadi ketika Anda menjajal MMORPG yang memang menuntut penggunaan tombol makro yang lebih banyak.

Tidak mungkin kita membicarakan sebuah mouse gaming tanpa menjajal performa nya secara langsung di game, apalagi dengan kehadiran game-game baru berkualitas yang memperkaya industri game beberapa bulan terakhir ini. Kami memilih tiga game utama untuk mewakili setiap genre: Far Cry 3 untuk FPS, DOTA 2 untuk MOBA, dan Ragnarok Online 2 untuk MMORPG. Ketiga genre ini dipilih untuk mewakili kebutuhan fungsi yang berbeda. FPS ala Far Cry 3 menjadi presisi sensivitas sebagai kebutuhan paling utama, DOTA 2 menjadikan tidak hanya presisi, tetapi juga kenyamanan dan akurasi tombol sebagai fitur yang paling diinginkan, sementara MMORPG mewakili kebutuhan akan makro yang dapat diandalkan. Mampukah Thermaltake Black Combat White mengatasi semua tantangan ini?

Thermaltake Black Combat White berhasil menyelesaikan semua tugas ini dengan tanpa halangan yang berarti. Sensivitas yang dapat diadaptasikan sesuai kebutuhan dan presisi akan membuat arah panah Anda jatuh pada musuh yang memang ditakdirkan untuk mati. Sementara DOTA 2, bentuknya yang ergonomis akan membuat tangan Anda tetap nyaman walaupun harus menempuh pertempuran 30-60 menit dalam beberapa babak. Kenyamanan dan timbal balik setiap tombol yang ada juga terasa sangat membantu. Masalah yang lebih krusial mungkin harus Anda hadapi ketika memainkan MMORPG seperti Ragnarok Online 2 yang sempat kami jajal sebelumnya. Keterbatasan kuantitas tombol makro memang memaksas Anda untuk memutar otak lebih keras, menentukan kombinasi skill dan item yang paling dibutuhkan selama permainan. Namun selain dari itu, Combat White berhasil membuktikan dirinya sebagai mouse sederhana yang dapat diandalkan.

Pages: 1 2

Related Articles:

Tags: , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()