By

December 18, 2012   ·  

Mempertahankan kesuksesan dianggap oleh banyak orang sebagai hal yang lebih sulit dibandingkan meraih kesuksesan. Hal itu tampaknya mulai dirasakan oleh Mark Pincus, CEO dari Zynga. Setelah berhasil membawa perusahaannya meraih kesuksesan besar di periode 2010 – 2011 lalu, tahun ini Zynga mengalami banyak kesulitan yang berakibat pada terus menurunnya kinerja perusahaan tersebut!

Sepanjang tahun 2012, kinerja Zynga memburuk. Hal tersebut dibuktikan dengan turun drastisnya harga saham perusahaan yang bergerak di bidang game tersebut. Harga saham Zynga yang semula mencapai angka US$ 15 per lembar kini tinggal US$ 2.46 per lembar. Atas prestasi buruk yang dicatatkannya tersebut, Bloomberg bahkan “menganugrahkan” gelar CEO Terburuk di tahun 2012 untuk Pincus, dan juga 4 orang CEO lain.

Selain itu, Pincus juga dinilai telah mengambil beberapa keputusan salah yang dikategorikan sebagai kesalahan amatir. Keputusan tersebut bahkan berujung pada hal-hal negatif yang terjadi pada perusahaan, antara lain pemecatan massal karyawan dan juga kasus tuntut-menuntut dengan EA. Dampak negatif akibat kedua kejadian tersebut cukup melemahkan posisi Zynga, yang awalnya menjadi perusahaan yang dianggap sebagai kuda hitam, kini kembali lagi ke perusahaan yang dipandang sebelah mata.

Sebelumnya, Zynga sempat mencatatkan prestasi yang cukup baik. Perusahaan tersebut juga pernah masuk ke dalam daftar perusahaan game paling menguntungkan di tahun 2011, dengan catatan keuntungan di atas Capcom dan THQ. Namun, prestasi tersebut gagal dipertahankan.

Related Articles:

Tags: , , ,

Comments


Readers Comments ()