By

December 13, 2012   ·  

Waktu memang berlalu sangat cepat. Tidak terasa, kita sudah berada di penghujung tahun 2012 dan hanya tinggal hitungan minggu menuju matahari baru di awal 2013. Selama setahun ini, ada begitu banyak hal baik dan buruk yang terjadi, termasuk di industri game. Sepanjang 2012, ratusan game muncul ke permukaan, beberapa lahir dari franchise yang memang sudah memiliki basis fans yang luar biasa, sementara tidak sedikit pula yang muncul sebagai IP baru. Beberapa tampil mengecewakan, namun ada pula yang justru tampil begitu luar biasa, lebih baik daripada ekspektasi yang diarahkan kepadanya. Dengan semua game berkualitas yang sudah dilemparkan ke pasaran, maka ini tentu menjadi momen terbaik untuk menilai game apa saja yang berhasil membuktikan diri. Didasarkan pada niat inilah, JagatPlay memilih game-game apa saja yang pantas disebut sebagai yang terbaik di tahun 2012 ini.

Untuk membuat pemilihan yang lebih objektif dan adil, JagatPlay akan membaginya ke dalam berbagai kategori yang didasarkan pada genre dan berbagai elemen dasar yang membentuk sebuah game. Kami juga menyertakan alasan pemilihan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengapa game-game ini berhasil memenangkan setiap kategori yang ada. Pemilihan pemenang tentu saja didasarkan pada game-game yang pernah dijajal oleh JagatPlay sebelumnya, baik yang berhasil dirilis dalam bentuk review, atau yang tidak kami review. Satu yang pasti, semua game yang masuk ke dalam list pemenang memang harus diakui berhasil meninggalkan kesan dan pengalaman tersendiri. Bagi Anda, ini bisa menjadi list “wajib main” bagi Anda yang belum pernah menyentuh salah satu darinya.

Jadi, game apa saja yang pantas dikategorikan sebagai JagatPlay’s Best Game of 2012? Here we go..

Best Console’s Exclusive: HALO 4

 

Dari semua game yang dirilis secara eksklusif untuk konsol – Playstation 3, XBOX 360, Wii, dan Wii U, HALO 4 memang pantas menyabet gelar sebagai game konsol terbaik di tahun 2012 ini. Walaupun proses pengembangan sudah berpindah ke tangan 343 Industries, HALO 4 tetap datang dengan kualitas yang pantas untuk diacungi jempol. Visualisasi yang mumpuni, soundtrack yang tetap menggugah, dan dasar plot yang dibangun dengan sangat baik untuk kelahiran trilogi yang baru menjadi beberapa nilai plus untuk seri terbaru ini. Ia berhasil memadukan identitas yang membuatnya dicintai di masa lalu dengan sebuah arah baru yang tetap mampu mempertahankan kesetiaan basis fansnya yang masif.

Best Multiplayer: Borderlands 2

Mencicipi luasnya Pandora seorang diri? Anda baru saja melewatkan point terpenting untuk menikmati Borderlands 2 secara maksimal. Borderlands 2 memang didesain untuk dimainkan bersama dengan tiga teman Anda yang lain. Dengan mekanisme FPS – RPG yang ia usung, multiplayer Borderlands 2 memang menawarkan pengalaman bermain yang jauh lebih epik. Gameplay menjadi lebih menantang lewat tingkat kesulitan musuh yang bertambah seiring jumlah pemain, loot-loot yang lebih langka dan berharga, serta experience points yang jauh lebih banyak. Bekerja sama untuk menundukkan musuh bersama dengan pemain dari seluruh dunia? Awesome!

Best Graphics Quality: Far Cry 3

 

Indah. Ini mungkin kata pertama yang meluncur dari mulut Anda ketika menjajal Far Cry 3 untuk pertama kalinya. Ubisoft kembali menjadikan wilayah tropis sebagai setting utama untuk seri ketiga ini, menawarkan pengalaman eksotis tidak hanya dari desain, tetapi juga berbagai elemen yang Anda temukan selama menjalani aksi petualangan Anda. Bagian terbaik dari Far Cry 3? Tentu saja pengadaptasian engine terbaru – Dunia Engine 2 yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Bahkan di setting DirectX 9 medium saja, Anda sudah mendapatkan kualitas visualisasi yang lebih baik daripada konsol. Membangun rig super mahal dan menjalankan game ini di DirectX 11 dengan setting “mentok kanan” – Ultra? Maka Anda akan berhadapan dengan sebuah game yang menawarkan visualisasi terbaik di tahun 2012 ini.

Best Story: Spec Ops – The Line

Stagnansi memang seolah menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan, apalagi jika sebuah genre sangat sering dieksploitasi. Hasilnya? Walaupun mengusung nama dan cerita yang berbeda, game dalam genre yang sama seringkali menawarkan mekanisme yang serupa satu sama lain.  Kesan pertama inilah yang mungkin Anda temukan ketika menjajal Spec Ops: The Line. Namun, seiring dengan progress permainan yang Anda dapatkan, perlahan namun pasti, Anda akan mulai menyadari bahwa game ini sejatinya berbeda. Spec Ops: The Line membungkus sebuah cerita penuh pilihan moral, psychological thriller, dan beragam kejutan plot di dalam sebuah third person shooter yang terkesan sederhana. Ini mungkin menjadi satu dari sedikit game yang akan membuat Anda jatuh cinta, tidak dari sisi gameplay, tetapi dari plot yang ada.

Best RPG: Torchlight II

Kandidat untuk genre yang satu ini memang bersaing dengan ketat di tahun 2012 ini. Kita sedang membicarakan Mass Effect 3 dan Diablo 3 yang dirilis dalam satu periode yang sama. Namun daripada memilih salah satu diantara keduanya, JagatPlay lebih menjatuhkan pilihan RPG terbaik kepada Torchlight II. Mengapa? Karena ia berhasil tampil konsisten dalam akar yang membesarkan namanya. Ketika ME 3 menjadikan sisi aksi yang terlalu kental dan menjadikan opsi ending yang terlalu sederhana, sementara Diablo 3 terkesan “mengkhianati” akarnya, Torchlight II menyediakan sebuah mekanisme yang akan memuaskan dahaga para gamer penggemar RPG yang butuh sebuah RPG isometrik klasik yang berkualitas. Gameplay yang cepat, varian musuh yang menantang, multiplayer yang didesain dengan baik, visualisasi kartun, dan loot yang luar biasa banyak akan mendorong Anda untuk terus bertahan di dunia ini.

Pages: 1 2 3 4

Related Articles:

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()