By

January 30, 2013   ·  

Keyboard gaming Thermaltake Tt eSPORTS – Knucker

Apa yang mendefinisikan sebuah keyboard pantas untuk mengusung citra sebagai sebuah peripheral gaming yang mumpuni? Sebagian mungkin menuntut kehadiran konfigurasi mekanik sebagai salah satu syarat utama untuk mendapatkan kenyamanan, sementara yang lain mungkin berfokus pada fitur kaya yang memungkinkan permainan yang lebih dinamis dan cepat. Namun tidak sedikit pula produsen yang berusaha menawarkan arah lain sebagai nilai jual utama. Sebuah kesederhanaan yang dibalut dengan teknologi inovatif yang bisa dipertanggungjawabkan, itu tampaknya menjadi definisi yang paling sesuai untuk menggambarkan produk terbaru dari jajaran Tt eSPORTS Thermaltake – Knucker.

Desain dan Fitur

Dibalut dengan warna hitam matte yang elegan, Knucker hadir dengan bentuk dan jarak tuts yang akan membuat Anda tetap nyaman. Sayangnya, absennya fitur backlit LED mungkin membuatnya kurang nyaman digunakan di lingkungan dengan penerangan yang minim.

Berbeda dengan sebagian besar keyboard gaming lain yang menyuguhkan beragam extra key untuk kebutuhan modifikasi, Knucker datang dengan desain yang sangat minimalis.

Berbeda dengan sebagian besar keyboard gaming yang datang dengan kompleksitas fungsi dan fitur, Thermaltake Knucker ini boleh dibilang sebagai sebuah keyboard gaming yang sederhana, termasuk sisi desainnya sendiri. Dibalut dengan warna hitam mattenya yang elegan dengan dua garis warna merah di kedua sisi, Knucker mempertahankan identitas lewat logo naga merahnya yang menyala terang di bagian bawah keyboard. Walaupun tidak terlihat berbeda dengan sebagian besar keyboard gaming yang lainsecara kasat mata, namun Anda akan melihat perbedaan yang cukup mendasar begitu melihatnya lebih dekat. Setiap tuts juga dibentuk dengan posisi dan porsi matang yang akan memastikan tangan Anda nyaman dan cepat untuk “menari” di atasnya, tidak hanya untuk gaming, tetapi juga keperluan komputasi yang lain. Namun sayangnya, tidak adanya lighting LED dan pemilihan warna ini mungkin akan merepotkan Anda yang seringkali bekerja dengan sistem penerangan yang minim.

Berbeda dengan sebagian besar keyboard gaming milik kompetitor yang membubuhkan begitu banyak ekstra key dan fitur untuk memperkuat peran dan fungsi yang ada, Knucker justru tampil sangat sederhana. Selain komposisi tuts seperti layaknya keyboard biasa, Knucker tidak menawarkan ekstra tuts apapun di dalamnya. Tidak ada tombol makro, tidak ada ekstra tombol untuk mengatur beragam fungsi multimedia, bahkan ekstra slot USB untuk mengadaptasikan beragam peripheral lain ke dalamnya. Ia tampil apa adanya, sebuah keyboard memang menjual fungsi standar, terlepas dari namanya sebagai sebuah keyboard gaming.

Thermaltake Tt eSPORTS Knucker, Seberapa Nyaman?

Thermaltake Tt eSPROTS – Knucker, seberapa nyaman?

Selain fitur yang ia tawarkan, kenyamanan tentu saja menjadi salah satu indikator terbaik untuk memastikan apakah sebuah keyboard gaming dikategorikan sebagai peripheral yang pantas untuk dimiliki atau tidak. Desain tuts yang cukup nyaman memang menjadi salah satu nilai jual utama Knucker, namun nyatanya, ia juga didesain dengan “jeroan” yang terhitung unik. Ia menggunakan teknologi yang disebut sebagai plunger switches, teknologi yang diposisikan berada di tengah teknologi keyboard konvensional dan yang lebih elite –mekanikal. Anda yang sudah menjajal kedua jenis keyboard seperti ini tentu lagi tidak merasa asing perbedaan sensasi signifikan yang ditawarkan keduanya. Plunger switches dihadirkan sebagai teknologi yang ditawarkan untuk mengakomodasi kelebihan dan kekurangan di antara keduanya, menawarkan feedback yang lebih baik tetapi tetap sunyi.

Walaupun menawarkan sensasi yang jauh lebih baik daripada keyboard konvensional biasa, namun teknologi yang dihadirkan oleh Knucker ini sayangnya, tidak sebaik keyboard tipe mekaninal yang ditawarkan oleh jajaran keyboard gaming Thermaltake – MEKA. Feeback yang ia hadirkan memang lebih responsif, namun tidak cukup untuk membuatnya berada dalam jajaran yang setingkat dengan keyboard mekanik yang lain. Sensasi yang serupa, namun sayangnya, tidak cukup sama. Ia juga menawarkan fungsi bernama S4KEY yang menghidupkan fungsi repeat yang terhitung unik, namun sayangnya, membutuhkan adapter PS/2 untuk dapat dimaksimalkan. Beberapa bagian tombol yang lain juga dapat diganti dengan ekstra tuts yang disediakan untuk memperlihatkan kesan gaming yang jauh lebih kental.

Diperkuat dengan plunger switch, Knucker memang menawarkan sensasi feedback dan akurasi yang jauh lebih baik daripada keyboard konvesional maupun. Sensasi yang ia tawarkan hampir setara dengan sebuah keyboard mekanikal.

Sayangnya, Knucker benar-benar tidak menawarkan fitur-fitur yang boleh terbilang “standar” untuk keyboard gaming saat ini. Tidak ada slot USB, tidak ada shorcut untuk multimedia, tanpa macro key sama sekali, bahkan driver yang memungkinkan Anda untuk memodifikasi beberapa fungsi standar sekalipun. Sangat disayangkan.

Sayang seribu sayang, Knucker melewatkan satu kesempatan besar untuk memosisikan dirinya sebagai sebuah keyboard gaming yang mampu bersaing di sisi fitur. Ia mungkin bersinar lewat pemilihan pumbler switch yang membuatnya lebih nyaman digunakan daripada sebuah keyboard konvesional, namun sayangnya terlalu memesona di bagian fitur. Tidak menawarkan ekstra slot USB untuk peripheral lain, Knucker bahkan tidak menyediakan slot makro key sama sekali. Ini membuatnya tidak mungkin untuk dimodifikasi dan diadaptasikan untuk beragam kebutuhan gaming. Thermaltake bahkan tidak menawarkan driver apapun yang memungkinkan Anda untuk melakukan hal ini. Harus diakui, sebagai sebuah keyboard yang menyebut dirinya dengan embel-embel gaming, Knucker tidak memperkuat diri dengan fitur yang cukup kuat untuk diperhatikan.

DOTA 2 sebagai MOBA menjadi tantangan yang terberat, karena kebutuhan untuk menggunakan ragam shorcut dengan sigap dan cepat. Knucker berhasil mengatasi game ini dengan sangat baik, menawarkan feedback dengan tingkat akurasi yang bisa diandalkan.

Namun miskinnya fitur ini tidak lantas membuatnya tidak dapat diandalkan untuk kebutuhan gaming PC Anda, selain kemampuan komputasi yang tidak perlu lagi diragukan. Kami menjajal beberapa genre gaming untuk menguji kemampuan Knucker ini dalam performa yang sesungguhnya. Kami memilih Counter-Strike: Global Offensive untuk FPS, Company of Heroes untuk RTS, dan DOTA 2 untuk MOBA. Minimnya tombol makro di dalamnya membuat kami berkesimpulan bahwa Knucker memang tidak didesain untuk menjadi senjata utama untuk menaklukkan MMO yang memang membutuhkan kombinasi tombol yang kompleks. Performa yang pas dan akurasi gerakan yang tepat terasa pada saat kami menjajal Counter-Strike: Global Offensive dan Company of Heroes. DOTA 2 sebagai MOBA menjadi tantangan yang terberat, karena kebutuhan untuk menggunakan ragam shorcut dengan sigap dan cepat. Knucker berhasil mengatasi game ini dengan sangat baik, menawarkan feedback dengan tingkat akurasi yang bisa diandalkan.

Pages: 1 2

Related Articles:

Tags: , , , , ,

Comments


Readers Comments ()