By

January 23, 2013   ·  

Gamer, petisi, dan game yang ditarik dari pasaran? Ketiga kata ini memang bukanlah kata yang umum untuk ditempatkan dalam satu kalimat yang sama, kecuali sebuah developer / publisher melakukan kesalahan yang tidak dapat dimanfaatkan. Namun nyatanya, tidak untuk kasus yang satu ini. Terlepas dari beragam review positif dan pujian yang dilayangkan kepada keberhasilan Ninja Theory dan Capcom untuk me-reboot franchise game hack and slash populer – Devil May Cry, sekelompok kecil gamer ternyata masih belum merasa puas dengan keputusan ini. Tidak tanggung-tanggung, mereka melayangkan petisi online kepada Gedung Putih dan menuntut agar game ini ditarik dari pasaran. Alasannya? Sudah bisa ditebak.

Sebuah petisi online dilayangkan kepada pemerintah AS dengan tuntutan untuk menarik peredaran DmC dari pasaran. Alasannya? Tidak didasarkan pada alasan klise seperti nilai moral atau kekerasan yang ada, kelompok ini boleh terbilang “terjebak” pada alasan dan sikap skeptis yang sempat dirasakan penggemar Devil May Cry di masa lalu ketika seri reboot ini diumumkan untuk pertama kali. Benar sekali, mengaku sebagai fans, kelompok ini beralasan bahwa DmC telah berubah jauh dari akar yang ditetapkan oleh seri-seri sebelumnya dan telah menyinggung eksistensi mereka sebagai konsumen setia. Mereka tidak merasa bahwa reboot ini dibutuhkan dan melihat keputusan Capcom dan Ninja Theory sebagai sebuah tindakan yang melanggar hak mereka sebagai konsumen, setidaknya untuk ikut menentukan masa depan Devil May Cry. Oleh karena itu, mereka menuntut penarikan DmC dari pasaran.

Not in a million years!

Terdengar gila dan bodoh? Percaya atau tidak, petisi ini sendiri sudah ditandatangi lebih dari 65 gamer, setidaknya hingga saat ini. Walaupun kemungkinan besar tidak akan direspon sama sekali oleh Gedung Putih, namun lahirnya petisi ini tentu saja sangat disayangkan. Melihat ragam review yang sudah meluncur di dunia maya, gamer-gamer ini seharusnya memberikan kesempatan kepada DmC dan menjajalnya sendiri sebelum akhirnya menentukan apakah petisi seperti ini dibutuhkan atau tidak. Mengapa? Karena Jagat Play sendiri yakin mereka akan berhenti mengeluh dan ikut mencintai seri reboot ini jika saja mereka memainkannya. Ia datang dengan inovasi yang justru boleh dibilang, “menyelamatkan” franchise Devil May Cry yang mulai terhitung monoton.

Saya pribadi sudah tidak tahu hendak berkomentar apa selain merepresentasikan perasaan terhadap petisi ini lewat gambar di bawah ini. You guys, are seriously………

Seriously guys??!

Related Articles:

Tags: , , , , ,

Comments


Readers Comments ()