By

January 22, 2013   ·  

Tidak mudah untuk membangun ulang sebuah konsep yang sudah dikenal begitu luas, bahkan mulai menjelma menjadi sebuah identitas yang hampir tidak mungkin untuk diganggu gugat. Ketika berhubungan dengan dunia yang dibangun atas dasar kreativitas, stagnansi menjadi masalah besar karena dapat berujung pada kebosanan yang akut. Oleh karena itu, konsep ini terkadang membutuhkan perombakan ekstrim dan besar-besaran untuk membantu mencari definisi baru yang lebih segar dan beragam. Kebutuhan inilah yang kemudian melahirkan konsep reboot yang saat ini tengah menjadi tren di industri game. Seperti yang dilakukan oleh Capcom dengan franchise game hack and slash terbesar mereka: Devil May Cry.

Ketika pertama kali diperkenalkan lewat sebuah artwork dan screenshot, kritik gamer langsung mengalir keras tanpa ampun. Bagaimana tidak? Menggandeng sang developer Barat – Ninja Theory, Capcom memutuskan untuk “melahirkan kembali” Devil May Cry yang benar-benar baru. Langkah ekstrim dilakukan, tidak hanya dari sekedar membentuk cerita dan dunia yang baru, tetapi juga merombak desain sang karakter utama – Dante yang selama ini sudah melekat di hati gamer. Dante yang dulunya terlihat dingin, kini berubah menjadi sosok anak muda pemberontak dengan rambut acak-acakan. Skeptis dan pesimis mewarnai hati sebagian besar penggemar fanatik Devil May Cry selama tahun 2012 silam.

Namun apa yang terjadi? Menjajal game ini untuk pertama kalinya di konsol, proyek “gila” kerjasama antara Capcom dan Ninja Theory ini ternyata membuktikan kekuatan dan nilai jualnya yang luar biasa. Hanya butuh beberapa menit untuk bersama seri terbaru ini untuk menghapus segala bentuk keraguan yang selama ini tercipta. Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu sudah memiliki sedikit gambaran tentang apa yang kami bicarakan. Setelah menyelesaikan game ini secara keseluruhan, kami akhirnya punya keberanian unutk menilainya secara keseluruhan.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh seri Devil May Cry terbaru – DmC ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah seri reboot yang menakjubkan?

Plot

Sebagai sebuah seri reboot, DmC menawarkan sebuah timeline, setting, dan desain karakter yang baru. Semuanya kembali bermula dari sosok sang karakter utama – Dante.

Sebagai sebuah seri reboot, DmC memang tidak mengikuti timeline yang selama ini dirajut oleh empat seri utamanya, namun hadir sebagai pengawal untuk timeline yang benar-benar baru. Capcom dan Ninja Theory merajut awal ini dengan sebuah cerita dan dunia yang benar-benar baru.

Berbeda dengan sebagian besar dunia Devil May Cry selama ini yang menawarkan atmosfer setting dengan kesan fiksi yang super kental, DmC membawanya “kembali ke bumi”. Dengan gambaran yang merepresentasikan kota besar ternama di dunia nyata, Anda akan dibawa pada petualangan Dante di sebuah setting baru, sebuah kota bernama  “Limbo City”. Terlihat maju, teratur, dan berkembang di permukaan, Limbo City ternyata mengandung segudang rahasia kegelapan. Ia merupakan kota yang dikuasai oleh para iblis yang kini menjelma menjadi manusia. Tidak hanya sekedar memimpin di bidang pemerintahan, para iblis ini juga “menguasai” kehidupan manusia lewat beragam produk makanan, ekonomi, telekomunikasi, hingga informasi.  Manusia sudah berada di bawah kendali tanpa disadari.

Selamat datang di Limbo City, sebuah kota metropolitan yang terlihat normal di permukaan, namun pada kenyataannya telah dikuasai oleh iblis berkedok manusia di semua sektor kehidupan terpenting. Mengetahui status Dante sebagai Nephilim, para Iblis pun mulai berburu. Mereka harus menarik Dante ke Limbo – sebuah dunia yang terletak di antara surga dan negara dengan representasi kota yang hancur berantakan.

Diselamatkan oleh Kat – seorang medium yang mampu berkomunikasi di dalam Limbo, Dante dihadapkan pada takdir yang lebih bersar setelah bertemu dengan organisasi yang tengah melawan para iblis – The Order.

Sang pemimpin The Order, tidak lain dan tidak bukan adalah Vergil. Dante mulai mempelajari kembali masa lalunya dan mengenali sang kakak ini. Ia juga mengetahui apa yang terjadi dengan sang ayah – Sparda dan ibu – Eva.

Hiduplah seorang anak muda dengan perawakan acak-acakan yang dipanggil dengan Dante. Setelah menjalani hidupnya yang santai dan menyenangkan, Dante harus berhadapan dengan para iblis yang kini secara terbuka menarik dan menyerangnya di sebuah dunia yang terletak antara surga dan neraka – Limbo. Diselamatkan oleh seorang medium bernama Kat, Dante yang seringkali mendengar dirinya dipanggil sebagai “Son of Sparda” akhirnya diperkenalkan dengan sebuah organisasi yang berusaha mengalahkan para iblis ini – The Order. Dante bertemu dengan sang pemimpin bertopeng misterius yang akhirnya memperkenalkan dirinya sebagai Vergil. Lewat bimbingan Vergil, Dante mengenal kembali masa lalunya yang terlupakan. Mengetahui bahwa dirinya adalah anak dari iblis – Sparda dan malaikat – Eva, dan akhirnya bahu-membahu bersama sang kakak – Vergil.

Adalah Mundus, sang demon king yang menguasai Limbo City. Usahanya untuk membunuh Dante didasari atas ketakutannya pada status Dante sebagai seorang Nephilim. Hanya Nephilim lah yang akan mampu mengalahkan sang raja iblis ini.

Pertarungan besar dimulai, tidak hanya sekedar untuk menyelamatkan Limbo City dari cengkeraman pada iblis, tetapi juga atas dasar balas dendam terhadap Mundus.

Let the battle begin!

Adalah Mundus, sang raja iblis sekaligus pemimpin Limbo City yang berusaha menghabisi si Dante. Atas alasan apa? Ramalan sejak masa lalu sudah menegaskan bahwa satu-satunya yang mampu mengalahkan dan membunuhnya hanyalah seorang Nephilim – sebuah ras yang lahir dari percampuran antara Iblis dan Malaikat. Tidak mengetahui eksistensi Vergil, Dante menjadi target utama. Parahnya lagi? Bersama The Order, Dante justru dengan penuh keberanian menentang dan mengejar anak buah krusial Mundus dan berusaha menundukkan sang raja Iblis ini. Pertempuran melewati Limbo pun dimulai. Dante terpanggil untuk menjalani sebuah takdir yang tidak pernah ia sadari sebelumnya.

Lantas, mampukah Dante menundukkan Mundus? Apa sebenarnya tujuan dari The Order yang dibangun oleh Vergil? Siapa pula sosok Kat dan hubungannya dengan Limbo? Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika Anda memainkan DmC ini sendiri.

Pages: 1 2 3

Related Articles:

Tags: , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()