By

February 19, 2013   ·  

Anda yang sempat belajar ilmu ekonomi tentu paham dengan salah satu konsep paling dasar yang mengitarinya. Bahwa dimana ada permintaan, di situ hampir selalu ada penawaran, dan harga barang sangat berpengaruh pada tingkat kelangkaannya di pasar. Kedua prinsip inilah yang kini tampaknya sedang menimbulkan fenomena unik di Jepang. Setelah pengumuman Sony yang secara resmi telah memberhentikan produksi Playstation 2, alias konfirmasi bahwa “sang raja” telah wafat, penjualan konsol hitam legendaris Sony tersebut justru kian menggila. Hebatnya lagi, harganya kini melonjak sangat tinggi.

Dengan diberhentikannya proses produksi untuknya, Playstation 2 secara otomatis menjadi barang “langka” di pasaran. Jumlah terbatas dan minat begitu banyak gamer untuk memilikinya sekedar sebagai memorabilia membuat harga konsol hitam legendaris ini melonjak signifikan. Jika di kondisi normal, Playstation 2 ditawarkan dengan harga sekitar 16.000 Yen (USD 170), maka setelah pengumuman pemberhentian oleh Sony ini, Playstation 2 sempat menyentuh harga lebih dari 40.000 Yen atau sekitar USD 426. Saat ini, harganya bergerak di kisaran 30.000 Yen (USD 320) per buahnya, tidak jauh berbeda dengan harga sebuah Playstation 3. Sebagai salah satu manufaktur yang dicintai oleh banyak gamer Jepang, kisah perpisahan Playstation 2 memang sesuatu yang dapat diprediksikan untuk terjadi.

Lantas bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Sejauh mata memandang, tidak terlihat ada usaha untuk memborong atau mencari stok Playstation 2 baru yang masih tersisa di pasaran saat ini. Harga yang ditawarkan juga tidak lantas mengikuti tren di Jepang. Jadi buat Anda yang masih memiliki Playstation 2 yang masih berfungsi baik di rumah saat ini, jangan lantas membuangnya hanya karena tidak ada lagi game baru yang akan dirilis untuknya. Bisa saja ia menjadi barang antik yang berharga di masa depan, atau keep it for a sake of nostalgia when you get older .. you will miss it..

Related Articles:

Tags: , , ,

Comments


Readers Comments ()