By

February 25, 2013   ·  

Cinta dan benci, ini mungkin dua kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan unik yang tercipta antara Ubisoft dan para gamer yang menjadikan PC sebagai platform gaming utama mereka. Sempat dicela di masa lalu sebagai platform dengan tingkat pembajakan yang tinggi dan menerapkan mekanisme DRM untuk mengatasinya, Ubisoft justru harus berhadapan dengan amarah besar gamer yang melihatnya diskriminatif. Rilis game yang ditunda dan bahkan tidak sejajar dengan versi konsol membuat hubungan keduanya renggang. Namun apa yang terjadi? Perlahan namun pasti, Ubisoft memperlihatkan sisi yang lebih lunak belakangan ini.

Entah apa yang sedang terjadi pada Ubisoft, namun tampaknya publisher yang satu ini mulai menyadari betapa besarnya potensi pasar yang bisa dihasilkan oleh platform PC. Semua langkah untuk memperbaiki hubungan dengan gamer PC pun dilakukan. Mencabut kebijakan DRM dan menyuntikkan game-game third party lewat layanan portal online eksklusifnya – Uplay, Stephanie Perotti – Direktur Uplay mengungkapkan keinginannya tersebut. Ia secara terbuka mengakui bahwa Ubisoft berusaha meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan komunitas PC gaming dan menyakinkan bahwa hal ini sudah terbukti dari kualitas game-game terbaru mereka seperti Far Cry 3 dan Assassin’s Creed 3. Memang harus diakui, kedua game tersebut memperlihatkan kualitas yang jauh berbeda dibandingkan versi konsolnya.

Bagaimana dengan Anda sendiri, para gamer PC dari Jagat Play? Kebijakan dan tingkah laku Ubisoft seperti apa yang paling membuat Anda kesal?

Related Articles:

Tags: , , , , ,

Comments


Readers Comments ()