By

February 21, 2013   ·  

Membicarakan Metal Gear Solid berarti membicarakan salah satu game stealth-action terbaik di industri game. Sebuah game yang tidak hanya menawarkan serangkaian mekanisme gameplay yang inovatif, tetapi juga visualisasi, plot, filosofi, dan permainan sinematik yang luar biasa. Satu nama yang begitu kentara berdiri di belakangnya? Tentu saja the one and the only – Hideo Kojima. Namun inovasi Kojima tidak hanya berhenti pada Metal Gear Solid saja. Mengantongi begitu banyak karakter ikonik dengan latar belakang yang dramatis, Kojima akhirnya menjatuhkan pilihan pemeran utama di tangan Raiden, untuk membintangi seri spin-off terbarunya – Metal Gear Rising: Revengeance. Antisipasi begitu kuat, namun tidak sedikit pula yang pesimis. Apa pasal? Alih-alih ditangani oleh Kojima sendiri, Rising dikonfirmasikan akan menjadi produk bagi developer yang berbeda – Platinum Games.

Kesan Pertama

Sebuah game dengan tema futuristik memang bukan mainan baru bagi Platinum Games. Anda yang sempat mencicipi Vanquish tentu saja cukup mengerti seberapa baik mereka mengeksekusi ide dan konsep dunia seperti ini. Hal yang sama juga ternyata berhasil mereka tunjukkan di Metal Gear Rising: Revengeance ini. Walaupun tidak ada yang terlalu istimewa di sisi kualitas grafis yang ditawarkan, namun Platinum harus diakui berhasil “menciptakan” dunia masa depan yang begitu kaya untuk seri spin-off ini. Diposisikan dengan timeline setelah event di Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots, Platinum membangun setting dan teknologi yang merepresentasikan “ekonomi” perang dalam level yang baru. Tidak diragukan pula, mereka juga membangun desain karakter, senjata, dan animasi gerakan yang akan secara konsisten, memanjakan mata Anda.

Bagaimana dengan sistem pertarungannya sendiri? Anda masih ingat dengan demo pertama Rising beberapa tahun lalu yang memperlihatkan kemampuan Raiden untuk membelah apapun yang ia inginkan secara presisi? Untungnya, fitur “lucu” ini tetap dipertahankan di versi finalnya, walaupun Anda harus bertemu dengan potongan rapi yang kaku untuk setiap objek ini. Seperti halnya sebuah game hack and slash, Raiden akan sangat mengandalkan kemampuan pedangnya untuk menyelesaikan setiap rintangan yang ada. Namun alih-alih bertarung secara membabi-buta, kemampuan untuk melakukan parry, counter, dan kemudian menyerang pada momen yang tepat akan sangat menentukan. Raiden dapat masuk ke dalam mode Zandatsu dan memotong musuh dalam ratusan bagian, tentu saja setelah mendapatkan beberapa part tubuh yang akan sangat berguna nantinya.

Metal Gear Rising: Revengeance juga memuat beberapa fitur dan mode yang kini boleh dibilang terhitung “mainstream”. Mengumpulkan battle points dalam jumlah yang cukup, maka Anda akan berkesempatan untuk momodifikasi, tidak hanya tampilan, namun keseluruhan kemampuan Raiden itu sendiri. Raiden juga akan memiliki visor yang membuatnya mampu melihat tembus pandang, sekedar mencari lokasi musuh atau bahkan mencari objektif yang dibutuhkan. Bagian terbaik? Platinum tetap mempertahankan beberapa elemen klasik khas Metal Gear untuk Rising: Revengeance ini walaupun mendapatkan sedikit perombakan. Benar sekali, kita sedang membicarakan codec, percakapan yang tercipta darinya, dan tentu saja kesempatan untuk bersembunyi dalam kotak!

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review serta menggali lebih dalam apa saja yang ditawarkan Platinum untuk Metal Gear Rising: Revengeance ini, izinkan kami memberikan sedikit gambaran lewat rangkaian screen capture fresh from the oven ini. Get yourself ready for Raiden!

 

Pages: 1 2 3 4

Related Articles:

Tags: , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()