By

February 13, 2013   ·  

Siapa yang bisa menyangkal kuallitas dan prestasi yang sudah ditunjukkan oleh franchise andalan Visceral Games – Dead Space? Terlepas dari usianya yang masih “muda”, game yang satu ini berhasil tampil memukau lewat kemampuannya untuk meramu berbagai elemen survival horror dalam bentuk yang unik, dimana luar angkasa, gelap, dan kesunyian memainkan peranan yang sangat penting. Menjelajahi luasnya kapal-kapal penjelajah dan melawan para Necromorph yang selalu mengintai dari kegelapan memang menawarkan sensasi ketakutan tersendiri. Berhasil dengan dua seri sebelumnya, Visceral kembali dengan seri ketiga – Dead Space 3 yang baru dirilis ke pasaran. Sebuah seri yang sama sekali tidak mengendurkan diri dan tampil begitu maksimal.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya mungkin sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang ditawarkan oleh seri terbaru ini. Kami menyebutnya sedikit berbeda, terutama dari penerapan beberapa elemen baru nan segar yang belum pernah ada sebelumnya. Sisi cerita yang baru dengan varian musuh yang lebih beragam memang akan membuat para fans setia merasa kagok dan “asing” di awal permainan, namun pengalaman ini sendiri perlahan namun pasti, akan membaik seiring dengan berjalannya progress permainan. Terlepas dari alur ceritanya yang lambat, Visceral berhasil membuktikan kualitas yang membuatnya mudah dicintai. Tetap bertahan dengan identitas survival-horrornya, namun dengan cita rasa action yang lebih kental, Dead Space 3 menjadi perwujudan sebuah konsep yang tidak hanya akan mampu menarik fans baru, tetapi juga mempertahankan kecintaan para fans lama.

Lantas apa yang membuat kami menyebutnya sebagai pompa adrenalin yang jauh lebih intens? Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dead Space 3 ini? Review ini akan mengupasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda kembali akan berperan sebagai karakter utama dari dua seri sebelumnya – Isaac Clarke di seri ketiga ini.

Melanjutkan cerita dari Dead Space 2, seri ketiga ini masih berputar pada sosok sang karakter utama – Isaac Clarke dan hubungan dekatnya dengan teknologi alien yang misterius – The Marker. Setelah bersinggungan secara langsung di dua seri terakhir dan menyerap beragam pengetahuan, informasi, dan akhirnya terlibat menghancurkannya, Isaac terpaksa harus bersembunyi dari kejaran pemerintah – EarthGov yang menginginkan teknologi The Markers sebagai sumber energi dan kekuatan. Selama tiga tahun, mengakhiri fase romantisnya bersama tokoh protagonis wanita yang ia temui di seri kedua – Ellie Langford, sebuah takdir penuh ancaman kini kembali mendekati Isaac: Unitologis.

Para Unitologis – mereka yang percaya The Markers sebagai “Tuhan” dan kunci untuk evolusi yang selama ini dibutuhkan oleh manusia kini bertindak lebih radikal. Dengan pasukan khusus di bawah kendali sang pemimpin – Jacob Danik, para Unitologis berusaha membunuh Isaac, yang selama ini dianggap sebagai penghambat rencana mereka untuk menggunakan The Markers. Untungnya, ia berhasil diselamatkan oleh pasukan EarthGov yang masih tersisa – Robert Norton dan John Carver. Danik yang berhasil menghancurkan beberapa test lab Marker di seluruh planet koloni dan melepaskan signal Marker, memaksa Isaac, Norton, dan Carver untuk lari ke kapal USM Eudora dan berusaha bertemu kembali dengan Ellie. Tentu saja, sebuah misi yang lebih besar menanti mereka.

Tidak hanya para Necromorph, Isaac kini harus berhadapan dengan golongan Unitologis radikal – Inner Circle yang melihat The Markers sebagai “penyelamat” umat manusia. Di bawah kepemimpinan Jacob Danik, perang kepentingan pun dimulai.

Berhasil kabur dari sergapan Unitologis yang berusaha membunuhnya, pertemuan Isaac dengan sang mantan kekasih membuka misteri baru tentang The Markers. Sebuah pesan terenkripsi mengindikasikan bahwa satu-satunya cara untuk mengetahui dan menghentikan The Markers terletak pada sebuah objek yang disebut “The Machine” yang dapat dikendalikan dengan kunci bernama Codex.

Tidak lagi bekerja sendiri, Isaac kini didampingi oleh sebuah tim dengan misi yang sama: menghentikan Markers.

Adalah Tau Volantis – sebuah planet penuh salju yang dipercaya sebagai rumah “The Markers” dan menyimpan kunci untuk menghentikan semua kegilaan yang tercipta dari teknologi Alien tersebut.

Bersama dengan timnya, Ellie menemukan bahwa semua sinyal Markers yang telah aktif tersebut berakhir di sebuah planet es – Tau Volantis, yang diyakini merupakan rumah yang sebenarnya bagi “The Markers”. Sebuah tulisan terdeskripsi yang berhasil ditranslasi oleh Isaac mengindikasikan bahwa Tou Volantis menyimpan sebuah mesin yang dapat mematikan semua The Markers yang tersebar di seluruh alam semesta dan karenanya menjadi objektif utama Isaac dan teman-temannya. Perjalanan mereka ke Volantis membawa sebuah pencerahan, jawaban atas beragam pertanyaan yang selama ini menjadi misteri untuk dua seri Dead Space sebelumnya. “Kesimpulan” Ellie bahwa Volantis merupakan rumah bagi The Markers akhirnya terbantahkan setelah mereka berhasil mendapatkan dan mengumpulkan memori dari sebuah alien asing yang dijadikan sebagai bahan eksperimen – Rosetta. Memori Rosetta seolah memutarbalikkan semua hal yang selama ini dicurigai oleh Isaac dan Ellie.

Lewat memori sebuah alien asing bernama “Rosetta”, Isaac dibawa masuk ke dalam misteri yang lebih dalam tentang The Markers.

Keindahan Tau Volantis!

Apa sebenarnya “The Markers”? Apa tujuan teknologi yang satu ini? Rahasia apa yang disimpan oleh planet yang sempat dicurigai sebagai markas The Markers – Tau Volantis ini? Kenyataan apa yang tersembunyi dalam memori Rosetta yang akan memutarbalikkan semua hal yang Anda ketahui tentang Dead Space?

Tidak hanya sekedar usaha untuk mencari sumber masalah yang muncul dari para Necromorph dan Unitologis di bawah kepemimpinan Danik yang menyebalkan, Isaac juga harus terjebak dalam cerita “romantis” yang tidak berujung. Siapa yang menyangka bahwa Ellie yang sudah meninggalkan Isaac ternyata menjalin hubungan dekat dengan Norton, bagian EarthGov yang terlibat dalam misi penyelamatan Isaac di awal  permainan. Rasa cemburu Norton pada sosok Isaac yang ia curigai berusaha mendekatkan diri kembali pada sosok Ellie menjadi bumbu tersendiri pada plot yang ada, menjadi dasar untuk berbagai intrik yang melengkapi cerita Dead Space 3 ini.

Apa sebenarnya “The Markers”? Apa tujuan teknologi yang satu ini? Rahasia apa yang disimpan oleh planet yang sempat dicurigai sebagai markas The Markers – Tau Volantis ini? Kenyataan apa yang tersembunyi dalam memori Rosetta yang akan memutarbalikkan semua hal yang Anda ketahui tentang Dead Space? Semua jawaban dari pertanyaan ini, sekaligus sebuah konklusi akan Anda temukan ketika menjajal Dead Space 3 ini.

Pages: 1 2 3 4

Related Articles:

Tags: , , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()