By

February 13, 2013   ·  

Penuh Aksi – Lebih Intens!

Mekanisme dasar Dead Space 3 juga tetap serupa dengan dua seri sebelumnya. Alih-alih menembak membabi buta, berusaha memutilasi Necromorph akan jadi strategi yang lebih efektif. Tidak lupa untuk menginjak setiap mayat dengan brutal untuk mendapatkan loot ekstra.

Hampir semua gamer yang sekedar mengenal ataupun pernah mencicipi seri Dead Space sebelumnya tentu tidak lagi asing dengan sisi action yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Berbeda dengan game survival horror yang mampu membuat Anda menang dengan sekedar melemparkan peluru secara membabi buta, Dead Space selalu menuntut Anda untuk bertindak lebih strategis, apalagi ketika Anda harus berhadapan dengan sang ras alien – Necromorph. Mutilasi untuk memperlambat gerakan dan meminimalisir ancaman yang ada tetap menjadi strategi yang paling mumpuni. Bagian terbaik? Anda tetap harus menghancurkan setiap mayat yang ada dengan injakan brutal, baik untuk mendapatkan loot ekstra, atau sekedar mencegah setiap mayat ini hidup kembali karena jenis Necromorph yang lain.

Walaupun demikian, Dead Space 3 tetap menawarkan sesuatu yang baru, desain ancaman yang berbeda dibandingkan seri-seri sebelumnya. Tidak hanya harus berhadapan dengan para Necromorph, Anda kini juga harus berhadapan dengan Inner Circle – sebuah kelompok radikal bersenjata dari Unitologis. Dengan menggunakan senjata api dan bomb statis yang mampu memperlambat gerak Anda secara drastis, Inner Circle memang menjadi ancaman tersendiri. Untungnya, damage yang mereka timbulkan tidaklah cukup signifikan untuk membuat Anda panik. Anda juga hanya tinggal “memutuskan” kaki mereka untuk dapat mengalahkannya.

Tidak lagi hanya berhadapan dengan para Necromorph, Isaac kini juga harus bertempur melawan pasukan khusus Inner Circle, yang notabene manusia dengan senjata api. Walaupun tergolong “pintar”, mereka tidak sulit untuk ditaklukkan. Anda hanya butuh memutilasi kepala atau kaki mereka.

Para Necromorph kini juga tampil lebih berbahaya. Mereka kini mampu bergerak lebih cepat dengan jumlah yang lebih masif. Sedikit saja lengah, maka tidak tertutup kemungkinan Anda akan terperangkap dan tewas.

EAT THAT!

Dari semua varian baru Necromorph yang ada, The Creeper boleh jadi yang paling menyebalkan. Walaupun mudah dibunuh, The Creeper datang dengan jumlah masif, dari segala arah, dan cepat. Butuh menjaga jarak untuk memastikan Anda tidak menerima damage yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Lantas bagaimana dengan sisi Necromorph sendiri? Selain menghadirkan varian dengan kemampuan serang  dan sifat yang berbeda-beda, para Necromorph kini juga hadir dengan kecepatan gerak yang jauh lebih tinggi, menjadikannya sebagai ancaman yang lebih fatal. Tidak bergerak normal, mereka kini bisa “berlari” dalam waktu yang singkat. Sedikit saja lengah, maka Anda harus berkutat dengan kerumuman para alien pemakan daging yang siap untuk memangsa diri Anda secepat mungkin, apalagi ketika Anda harus berhadapan dengan varian baru yang cepat dan masif – The Creeper. Tidak hanya lebih cepat dan banyak, para Necromorph di Dead Space 3 juga akan menyerang Anda dari berbagai posisi dan tempat, bahkan dari blind spot yang tidak pernah Anda perkirakan sebelumnya. Untuk memimalisir ancaman, kewaspadaan penuh memang dibutuhkan. Tidak perlu diragukan lagi, ancaman terbaru ini akan membuat adrenalin Anda terpompa secara konstan selama menjajaki peran sebagai Isaac Clarke ini.

Ada beberapa perubahan mekanisme kecil yang juga disuntikkan untuk seri ketiga ini, antara lain konsep Ammo Clip yang kini bisa digunakan secara universal. Berbeda dengan dua seri sebelumnya yang membedakan jenis ammo untuk setiap senjata yang ada, Dead Space 3 memadatkannya hanya dalam satu jenis – Ammo Clip. Terlepas dari paket yang Anda dapatkan, setiap penggunaan jenis senjata akan mengkonsumsi jumlah ammo dalam jumlah yang unik pula. Konsep seperti ini tentu saja akan membuat stok ammo yang Anda dapatkan sepanjang permainan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda untuk bertahan hidup. Tentu saja jika Anda memanfaatkannya secara efektif, memutilasi dengan efektif dan efisien. Bagaimana jika ammo Anda habis ketika sedang terdesak? Tenang saja, Anda masih dapat menggunakan Statis untuk memberhentikan musuh dan melarikan diri, atau sekedar menggunakan Kinesis untuk mengambil benda-benda berbahaya dan melemparkannya sebagai senjata.

Berbeda dengan seri sebelumnya yang memuat ammo khusus untuk setiap senjata, Dead Space 3 mengusung konsep ammo yang lebih universal. Ammo Clip dapat digunakan untuk semua senjata, tentu dengan tingkat konsumsi yang berbeda pula.

Visceral harus diakui berhasil membangun dunia yang luar biasa untuk Dead Space 3, menghasilkan landscape yang tidak pernah gagal memukau mata. Lihat saja setting yang Anda temukan ketika bertemu dengan misi eksplorasi luar angkasa di awal-awal permainan.

Apa yang membuat Dead Space begitu menyeramkan di masa lalu? Kegelapan, kesunyian, dan berbagai kejutan yang mungkin akan membuat penderita sakit jantung berakhir di rumah sakit. Sebuah apresiasi tinggi untuk tetap mempertahankannya di seri ketiga ini.

Tidak hanya tampil memesona di sisi action, Dead Space 3 juga tampil luar biasa lewat sisi eksplorasi yang ada. Memang ada sedikit rasa pesimis di awal ketika Visceral dan EA mengumumkan bahwa Tau Volantis, sebuah planet es akan menjadi setting utama untuk seri ketiga ini. Kekhawatiran tidak akan mendapatkan sensasi luar angkasa yang sama seperti dua seri sebelumnya seolah sirna begitu saja ketika progress permainan mulai berjalan. Dalam perjalanan mencari Ellie, Anda masih akan disuguhkan dengan setting Dead Space yang selama ini kita kenal, bahkan dengan built yang jauh lebih memanjakan mata. Terbang di luar angkasa, bergerak dari satu kapal luar angkasa ke yang lainnya dalam reruntuhan yang masif menghasilkan pengalaman yang luar biasa. Setting Machine yang selama ini diasosiasikan dengan The Marker juga dibangun dengan detail yang luar biasa, kelam, gelap, dan mencekam. Sementara Volantis memperlihatkan lingkungan dingin yang juga tidak kalah brutal, dengan badai salju yang terus menerpa. Ini menjadi salah satu elemen yang kian memperkuat atmosfer yang ada.

Untuk kesekian kalinya pulalah, tim yang bertanggung jawab atas sound effect dan background music franchise Dead Space, terutama seri ketiga ini pantas untuk mendapatkan apresiasi tertinggi. Ketepatan untuk menyuntikkan suara,  meninggalkan kesunyian, dan mengejutkan Anda di momen-momen tertentu berhasil dieksekusi dengan sangat baik. Mempertahankan unsur horror dalam lingkup action yang juga kental.

Lebih Sempurna Dengan Multiplayer Co-Op

Visceral mengadaptasikan mode multiplayer kooperatif untuk pertama kalinya di Dead Space 3. Berperan sebagai Carver, mode ini tidak hanya memungkinkan Anda untuk bekerja sama, tetapi juga menyelami konflik yang lebih dalam di sisi Carver.

Mode co-op juga memuat beberapa konten eksklusif, termasuk side mission yang hanya bisa diakses lewat mode tersebut.

Well, it takes two to tango, but you can always dance like crazy on your own..

Salah satu nilai jual yang tidak mungkin dilepaskan dari Dead Space 3 adalah keputusan Visceral Games untuk menyuntikkan mode multiplayer kooperatif ke dalamnya. Mendatangkan karakter baru – Carver sebagai karakter kedua dengan konflik personalnya sendiri, Visceral harus diakui berhasil mengadaptasikan mode kooperatif yang pantas untuk diacungi jempol. Tidak hanya sekedar bertarung bersama, kerjasama ini menghadirkan perspektif lain terhadap konflik utama yang sedang dihadapi oleh Isaac, menciptakan cut-scene baru untuk beberapa event yang ada, serta memberikan kesempatan untuk menjajal beragam misi yang memang didesain khusus untuknya. Untuk menjajalnya, Anda tentu saja harus memiliki Dead Space 3 versi original. Apakah ini kehadiran mode yang satu ini menjadi malapetaka fatal bagi gamer bajakan? Mode multiplayer ini memang menawarkan pengalaman Dead Space 3 yang lebih sempurna, namun tidak esensial. Anda masih dapat menikmati game ini dengan sangat baik, hanya dari single playernya sendiri.

Pages: 1 2 3 4

Related Articles:

Tags: , , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()