By

March 25, 2013   ·  

“History is written by the victors”, ungkapan dari Winston Churchill ini memang menjadi salah satu kenyataan pahit yang mendefinisikan bagaimana dunia terbentuk. Mereka yang menang perang biasanya memiliki kesempatan besar untuk kenyataan yang terjadi di medan pertempuran dan tentu saja, semua latar belakang yang mendasari setiap keputusan yang membuat ribuan nyawa dan harta benda melayang. Namun bukan mereka yang menang perang saja yang memiliki kemampuan ini. Imajinasi yang ditawarkan oleh industri kreatif, termasuk industri game, juga seringkali menjadikan sejarah sebagai salah satu nilai jual utama. Modifikasi dan adaptasi cerita karakter utama ke dalam menghasilkan sebuah franchise menarik, yang tidak hanya kuat di sisi gameplay tetapi juga plot. Salah satu yang paling berhasil melakukannya? Tidak lain dan tidak bukan adalah Assassin’s Creed dari Ubisoft.

Memasuki seri keempatnya, Ubisoft memang sudah menyuntikkan begitu banyak sejarah dengan latar belakang cerita yang berbeda-beda untuk franchise ini. Dari Altair sebagai sang legenda dari Syria, Ezio dari Italia, Connor dari Amerika, dan yang terbaru – Edward yang akan mengarungi luasnya laut Mediterania. Semuanya memasuki ranah sejarah, menyuntikkan modifkasi elegan untuk memasuki karakter mereka dapat berperan di dalamnya, yang kemudian berujung pada kualitas yang pantas untuk diacungi jempol. Tentu saja, banyak gamer, di Indonesia khususnya, bahwa sejarah Nusantara yang kaya juga suatu saat akan mampu mendapatkan proses yang sama. Walaupun kecil kemungkinan akan dilirik, namun bukan berarti kita tidak dapat berandai-andai dan berimajinasi tentang skenario seperti apa yang bisa disuntikkan. Oleh karena itulah, Jagat Play menganalisa dan memilih 10 setting sejarah Indonesia terbaik yang bisa dijadikan sebagai plot untuk Assassin’s Creed.

Sebagai catatan, sebagai sesuatu yang imaginatif, tulisan ini tentu saja tidak dibuat untuk mendukung teori konspirasi atau pihak tertentu yang perannya memang besar dalam membentuk Indonesia seperti yang kita kenal. Tulisan ini juga tidak dibuat untuk mengecilkan atau membesarkan pihak manapun, semata-semata untuk kepentingan semata. Jangan melihatnya sebagai usaha untuk menciptakan teori konspirasi baru yang tidak masuk akal. It’s just for fun..

Jadi, dari semua peristiwa sejarah penting yang terjadi di Indonesia, inilah 10 terbaik yang kami anggap mampu menghasilkan sebuah game Assassin’s Creed yang berkualitas.

10. National Indische Partij – Peran Douwes Dekker

Anda yang familiar dengan franchise Assassin’s Creed tentu sudah familiar dengan sisi cerita yang selalu menjadikan tokoh sejarah ikonik sebagai side-kick dari sang karakter utama. Untuk mencapai sisi idealis yang lebih maju, tidak jarang tokoh ikonik sejarah ini justru berasal dari kelompok yang tengah dilawan oleh sang karakter utama. Keberanian dan radikalisme untuk berjuang mempertahankan sebuah dunia ideal yang tampaknya cocok untuk diperankan oleh Douwes Dekker – tokoh Belanda yang bergabung dalam Tiga Serangkai untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Skenario: Bayangkan jika Anda menjadi seorang Assassin, terlebih lagi seorang Keturunan Belanda – Indonesia yang berjuang untuk hak asasi rakyat Indonesia atas kemerdekaan. Selain berjuang secara fisik, Anda menyerahkan peran politik kepada sang Douwes Dekker. Anda berjuang secara fisik dan bergerilya sembari membunuh jenderal-jenderal penting, sementara Douwes Dekker berjuang dari sisi pendidikan dan politik. Bersama dengan Ki Hajar Dewantara dan Dr. Tjipto Mangukusumo, Anda akan seringkali berdiskusi bersama, merencakan langkah strategis apa yang perlu dilakukan untuk memastikan kemerdekaan. Beberapa misi akan menuntut Anda untuk melindungi mereka dari berbagai ancaman dari Belanda, yang notebene bisa diposisikan sebagai Templar di skenario kali ini.

9. Reformasi Mei 1998

Sebagian besar dari Anda yang membaca tulisan ini adalah saksi sejarah, yang dengan mata kepala sendiri melihat keruntuhan dari sebuah regime kekuasaan yang yang sudah bertahan puluhan tahun. Gerakan mahasiswa dan pemuda dari berbagai golongan yang menuntut reformasi birokrasi telah berhasil merontokkan tampuk kepemimpinan yang dikala itu dianggap korup dan tidak memihak rakyat. Namun perjuangan ini sendiri harus dibayar mahal. Selain kerusuhan yang telah menghancurkan materi, beberapa kasus penculikan mahasiswa juga belum terselesaikan bahkan hingga saat ini. Lantas, skenario seperti apa yang bisa dibangun dari tragedi memilukan ini?

Skenario: Bayangkan seorang Assassin sedang memerhatikan demonstrasi massal yang tengah terjadi di jalan-jalan protokol ibukota, sembari memastikan tidak ada yang berjalan buruk. Seorang mahasiswa yang secara tidak sengaja  menemukan jati dirinya sebagai seorang Assassin berjuang untuk mempertahankan nilai organisasi yang menggawanginya, berjuang melawan sebuah regime kekuasaan yang memaksakan ketertaturan. Berjuang di bawah bendera yang sama, ia berhasil merekrut anggota Assassin yang lain dan menggerakkan massa. Namun sayangnya, pihak Templar yang diwakili oleh penguasa ternyata mengetahui jati diri mereka. Satu per satu Assassin yang ia percaya pun diculik. Sang Assassin berjuang selama periode ini untuk mencari dan menyelamatkan kembali mereka, namun sayangnya, gagal.

8. Peristiwa Rengasdengklok

Perbedaan persepsi lah yang membuat penculikan terhadap para proklamator – Soekarno dan Hatta terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945. Kelompok muda yang digawangi oleh Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh mendesak percepatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan menuntut untuk dilakukan tanpa keterlibatan PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang. Walaupun didera dengan paksaan, Soekarno dan Hatta tetap bersikukuh untuk “memerdekakan” Indonesia keesokan harinya, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945.

Skenario: Alih-alih melihat Soekarni, Winata, dan Saleh sebagai anggota pemuda belaka, alangkah kerennya jika mereka termasuk salah satu anggota Assassin yang memang bertugas untuk mengawasi proses kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan pada instruksi Anda – seorang Master Assassin misterius yang berperan besar di belakang layar, Soekarno dan Hatta berhasil “diculik” dan diselamatkan dari rencana pembunuhan yang sempat tercetus oleh pihak penjajah Jepang. Diskusi berkepanjangan dengan Soekarni, Winata, dan Saleh akhirnya melahirkan ide untuk membawa kedua proklamator ini ke Rengasdengklok dengan keamanan yang tentu saja ditingkatkan.

7. Perang Gerilya Bersama Jenderal Soedirman

Soedirman adalah salah satu jenderal terbaik di Indonesia, yang tidak hanya mendapatkan pengakuan atas taktik gerilya-nya yang terhitung efektif untuk melawan Belanda, tetapi juga atas kegigihannya untuk terus bertempur walaupun sedang berada dalam kondisi sakit. Salah satu yang menarik untuk dieksploitasi dari cerita Soedirman adalah fakta bahwa ia selalu diikuti oleh para pasukan setianya kemanapun ia berada. Sakit dan mampu menaklukkan pasukan dengan senjata yang lebih modern? Misteri inilah yang bisa digunakan sebagai dasar plot.

Skenario: Anda adalah seorang Assassin yang berjuang bersama dengan Jenderal Soedirman secara bergerilya. Tidak hanya membantu sang sosok ikonik ini untuk menghabisi orang-orang penting Belanda untuk kebutuhan strategi tertentu, tetapi juga berdiskusi tentang jalur gerilya dan melatih para prajurit yang ikut bertempur bersama agar dapat menyerang dan membunuh secara efektif. Kesan dramatis bisa dimunculkan dengan mengeksploitasi hubungan dekat antar Soedirman dan karakter Assassin Anda yang melihatnya tak ubahnya sosok seorang ayah. Bertempur bersama dan melihat orang yang dikasihi terus berjuang tanpa lelah? Ini akan menjadi resep yang mujarab untuk menghasilkan sisi plot yang emosional.

6. Ramalan Jayabaya

Prediksi akan kehancuran dunia, ini memang menjadi fokus cerita dari Desmond yang harus mengakses memori tiga leluhurnya untuk mempelajari hal tersebut. Walaupun berhubungan erat dengan teknologi makhluk asing yang sudah menunjukkan eksistensinya jauh sebelum manusia pertama berbudaya, namun inti cerita inilah yang menjadi benang merah untuk kehadiran tiga seri awal Assassin’s Creed. Hal yang sama sebenarnya juga bisa diterapkan di Indonesia yang ternyata, juga memiliki kisah yang tidak berbeda. Salah satu yang paling terkenal tentu saja adalah Ramalan Jayabaya, yang masih seringkali digunakan bahkan hingga saat ini.

Skenario: Berperan sebagai seorang Assassin muda yang mempertanyakan eksistensi dirinya dan organisasi yang ia lindungi, Anda akan mengarungi Animus untuk mencari alasan di balik semua pertempuran melawan para Templars di Indonesia. Petualangan membawa Anda pada masa ketika Jayabaya ketika ia menuliskan ramalannya yang terkenal. Lewat kacamata Raja Kediri inilah, Anda bertemu dengan para gelombang peradaban pertama layaknya Desmond, yang meminta Anda (Jayabaya) untuk mempersiapkan diri dari sebuah akhir yang mungkin akan terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi. Bingung dengan penampakan ini, Jayabaya kemudian menulis dan mendeksripsikan apa yang ditunjukkan oleh peradaban pertama padanya, dan bagaimana para Assassin akan memainkan peranan penting di dalamnya. Ketika Anda kembali ke diri Anda di masa depan, Anda akan mulai berjuang untuk mencari salinan Ramalan yang sudah terkubur ini, semata-mata untuk mengetahui apa yang sebenarnya yang harus Anda lakukan.

Pages: 1 2

Related Articles:

Tags: , , ,

Comments


Readers Comments ()