By

March 6, 2013   ·  

Masa depan industri game memang masih menjadi misteri, namun ada begitu banyak produk yang berusaha tumbuh menjadi pondasi untuk tren di masa yang akan datang. Sebagian menawarkan visualisasi yang lebih realistis, tidak sedikit pula yang menjunjung kemampuan portable sebagai kekuatan yang paling utama. Namun jika berpatok pada film-film science fiction yang pernah ada, masa depan video game seringkali divisualisasikan dengan hadirnya perangkat virtual reality yang akan menangkap kesadaran para gamer secara penuh. Tidak lagi membutuhkan monitor, gamer hanya akan diberikan sebuah kacamata layar 3D untuk memberikan sensasi seolah berada di dalam game. Hal inilah yang berusaha ditawarkan oleh Oculus Rift. Proyek yang dibangun lewat Kickstarter ini tampaknya mulai mencuri perhatian publisher dan developer. Bahkan cukup untuk menarik EA untuk mempertimbangkannya sebagai salah satu perangkat pendukung game-game teranyar mereka.

Engine memang terus berkembang, memungkinkan sebuah visualisasi yang merepresentasikan begitu banyak elemen yang bergerak di dunia nyata. Bayangkan jika ia didukung dengan Oculus Rift, sebuah perangkat yang memungkinkan gamer untuk mengalami sensasi gaming yang lebih realistis, bahkan terlihat jauh lebih nyata. Hal inilah tampaknya yang mendorong EA untuk menjajal opsi ini untuk game-game andalan mereka di masa depan. EA dikabarkan mulai merekrut tenaga-tenaga ekstra untuk mengadaptasikan engine andalan mereka – Frostbite untuk Oculus Rift. Fitur virtual reality yang keren ini kemungkinan besar akan diterapkan untuk Battlefield 4 dan Dragon Age 3.  Kepala kreatif DICE – Frank Vitz bahkan secara terbuka mengungkapkan kertarikan dan rasa penasarannya akan hasil seperti apa yang akan mampu dicapai dengan adaptas ini.

EA mulai menjajal kemungkinan untuk menerapkan fitur virtual reality lewat Oculus Rift untuk dua game andalan mereka di masa depan – Battlefield 4 dan Dragon Age 3.

Dengan mengusung sudut pandang orang pertama dan perang modern penuh ledakan dalam skala masif, Battlefield 4 tentu saja menjadi kandidat yang tepat untuk mendapatkan cita rasa Oculus Rift dalam batas yang paling maksimal. Lantas bagaimana dengan Dragon Age 3 yang selama ini dikenal sebagai game third person RPG? Hasil kreativitas EA untuk menerapkan fitur virtual reality untuk genre seperti ini tentu saja menarik untuk diantisipasi dan disimak. Kecuali mereka memutuskan untuk mengubah sudut pandang Dragon Age 3 seperti layaknya Skyrim untuk Oculus Rift ini. Seperti apa hasilnya? Well, i do hope it turns out awesome..

Related Articles:

Tags: , , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()