By

March 28, 2013   ·  

Tahun 2013 ini memang dibuka dengan segudang game-game berkualitas tinggi yang harus diakui, cukup memuaskan hasrat setiap gamer. Walaupun sempat dipenuhi dengan perasaan skeptis menyambut beberapa perubahan ekstrim yang dilakukan lewat proses reboot, namun game-game seperti Devil May Cry ataupun Tomb Raider justru mampu membuktikan diri dan pantas untuk diacungi jempol. Sayangnya, jajaran game-game super keren ini harus dicederai dengan kehadiran satu judul yang sudah lama diantisipasi namun berakhir mengecewakan. Penantian selama bertahun-tahun justru melahirkan sebuah blunder terbesar awal tahun ini. Sebuah proyek ambisius Gearbox dan SEGA menjadi malapetaka dan menghancurkan impian untuk menikmati tahun 2013 ini tanpa harus berhadapan dengan kekecewaan yang besar. Benar sekali, kita tengah membicarakan Aliens – Colonial Marines.

Hancur dari sisi visual, dramatisasi, hingga AI yang diusung, ini memang bukan kali pertamanya Gearbox melakukan kesalahan yang sama. Makian dan hujatan juga meluncur ke muka developer yang satu ini setelah rilis Duke Nukem Forever yang dinobatkan sebagai salah satu game terburuk di tahun 2011 silam. Seolah tidak belajar dari kesalahan, Gearbox jatuh ke dalam lubang yang sama, merilis sebuah game yang bahkan tidak terlihat rampung dan siap untuk dirilis secara komersial. Untungya mimpi buruk akan ketidakpercayaan dari gamer ini cukup terobati dengan kualitas Borderlands 2 yang masih mampu tampil memukau, setidaknya menawarkan pengalaman yang jauh lebih baik.

Kesamaan konsep, kesalahan, dan malapetaka yang disebabkan oleh kedua judul inilah yang akhirnya mendorong JagatPlay untuk meluncurkan GameFight untuk membandingkan keduanya. Namun berbeda dengan GameFight yang selama ini didesain untuk mencari game mana yang berhasil tampil terbaik, GameFight ini akan membahas siapa yang justru tampil lebih buruk. Membandingkan semua elemen standar yang ditawarkan, game yang tampil lebih buruk akan mendapatkan point. Semakin tinggi point yang didapatkan, semakin buruk pula game yang tengah bertanding ini.

Jadi, game manakah yang pantas untuk menyandang predikat sebagai “yang terburuk” di antara Duke Nukem Forever dan Aliens: Colonial Marines ini? Let the fight begins..

Plot

Menjadi sebuah sekuel resmi dari sebuah franchise film Hollywood yang sudah tumbuh begitu besar, Aliens: Colonial Marines memang punya segudang potensi untuk tampil sukses di sisi plot. Ia hanya butuh untuk meramu sebuah cerita yang akan menarik basis Aliens yang memang sudah terhitung masif untuk mendukung penjualan yang ada. Namun hasilnya? Pertempuran di USS Sulaco ini justru tampil begitu datar, tanpa keberhasilan untuk membangun atmosfer ketakutan yang seharusnya meliputi hidup para Marines setiap kali bertemu dengan para Xenomorph ini. Sementara di sisi lain, ekspektasi yang rendah terhadap sisi plot Duke Nukem Forever tampil biasa saja justru membuat game ini tampil lebih baik. Pertempuran melawan alien dari beragam ukuran dengan wanita-wanita seksi yang menemani, Duke Nukem Forever masih berada satu tingkat di atas Aliens: Colonial Marines, setidaknya perihal kemampuannya untuk mempertahankan identitas yang ada. Aliens berhak mendapatkan poin karena tampil lebih buruk

Duke Nukem Forever (0) VS Aliens Colonial Marines (1)

Visualisasi

Menjalani proses pengembangan hingga bertahun-tahun tidak menjamin bahwa sebuah game akan hadir dengan tingkat visualisasi yang menawan. Aliens Colonial Marines dan Duke Nukem Forever sama-sama menjadi bukti nyata dari hal ini. Bagaimana sebuah game yang dibangun dengan beberapa kali mengalami proses penundaan justru berakhir menjadi sebuah game dengan visualisasi yang berada di bawah standar kompetitor yang lain, jauh di bawah standar. Hadir tanpa detail dan tekstur yang buruk, baik Duke Nukem Forever dan Aliens Colonial Marines memang berpotensi untuk membuat setiap gamer yang memainkannya untuk mengalami sakit mata akut. Namun Aliens Colonial Marines boleh terbilang unggul sedikit di atas Duke Nukem Forever. Beberapa detail seperti permainan cahaya dan animasi gerak yang masih terhitung lebih hidup membuatnya tampil lebih baik. Duke Nukem Forever berhak atas poin di pertarungan kali ini.

Duke Nukem Forever (1) VS Aliens Colonial Marines (1)

Gameplay / Action

Sama-sama mengusung genre FPS, sama-sama tidak mampu menawarkan atmosfer permainan yang tepat, dan sama-sama tidak mampu menciptakan dramatisasi yang cukup untuk membuat adrenalin gamer terpompa. Kedua game ini memang berada di bawah standar game FPS yang bertebaran di industri game. Walaupun demikian, Duke Nukem Forever boleh terbilang sedikit lebih unggul. Apa pasal? Selain kesempatan untuk melawan boss-boss berukuran besar dan varian musuh yang masih menyulitkan, Anda juga akan berhadapan dengan varian gameplay yang membuat Anda terlepas dari rutinitas FPS walaupun terkesan repetitif. Sementara di sisi yang lain, Aliens Colonial Marines bahkan tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai sebuah game FPS yang pantas untuk dirilis. AI yang hancur, glitch yang bertebaran dimana-mana, gameplay standar tanpa dramatisasi memadai, Aliens Colonial Marines lebih terlihat sebagai judul game yang dipaksa untuk dirilis. Ia tampil lebih buruk.

Duke Nukem Forever (1) VS Aliens Colonial Marines (2)

Character Design

Trauma yang didapatkan dari kualitas visual yang buruk mungkin masih dapat terobati jika sebuah game mampu mengusung desain karakter yang masih terhitung pantas, sesuatu yang bahkan gagal dilakukan oleh Duke Nukem Forever sendiri. Selain desain karakter utamanya sendiri, hampir semua desain karakter pendukung terlihat tampaknya sebuah boneka yang dipaksa untuk bergerak dalam animasi yang super kaku. Aliens: Colonial Marines sendiri memang tidak pantas untuk dipuji untuk urusan yang satu ini. Namun setidaknya, desain setiap Marines atau beberapa karakter ikonik yang hidup di franchise Aliens ini masih terhitung memadai, setidaknya ia bergerak dan berbicara dalam intonasi yang lebih hidup. Untuk elemen yang satu ini, Duke Nukem pantas untuk mendulang ekstra poin.

Duke Nukem Forever (2) VS Aliens Colonial Marines (2)

Pages: 1 2

Related Articles:

Tags: , , , , ,

Comments


Readers Comments ()