By

April 11, 2013   ·  

 

Battlefield 4, mata sebagian besar gamer mungkin tengah tertuju pada proyek terbaru dari EA dan DICE ini. Diperkenalkan lewat sebuah trailer gameplay berdurasi 17 menit yang epik, Battlefield 4 memang harus diakui, tampil memukau, apalagi dengan dukungan engine terbaru – Frostbite Engine 3.0 yang tampil begitu memesona. Namun ini bukan berarti EA melupakan sang seri pendahulu – Battlefield 3 begitu saja. Dukungan yang secara konsisten dihadirkan telah berhasil membuat game yang satu ini bertahan sekitar dua tahun berkat beberapa DLC tambahan yang memang terus memberikan pengalaman multiplayer yang menyegarkan. Tidak hanya sekedar menyisipkan map baru, DLC-DLC dengan tema khusus ini telah memenuhi selera gamer Battlefield 3 yang bervariasi. Namun sebuah awal tentu harus memiliki akhir. DICE akhirnya merilis End Game – sebuah DLC yang memang diposisikan sebagai penutup. Lantas apa saja yang membuat DLC ini pantas dilirik?

Pertempuran yang Sulit Diprediksi

Salah satu aspek yang menarik dari End Game adalah pertempuran yang sulit diprediksi. Kehadiran dropship yang mampu menerjunkan paratrooper dan kendaraan militer barat di jalurnya membuat pertempuran bergerak dinamis.

Anda juga bisa menggunakan pesawat besar ini untuk keuntungan strategis tentu untuk tim Anda.

EA dan DICE sendiri memperkenalkan End Game sebagai DLC yang akan menghidupkan sensasi pertempuran yang jauh lebih cepat dan kacau. Tidak seperti pertempuran di DLC sebelumnya yang mampu muncul dalam pola tertentu, End Game memang menawarkan ketegangan yang secara konstan hadir karena Anda sulit untuk memprediksi apa yang terjadi. Kuncinya terletak pada elemen baru yang disuntikkan – sebuah Dropship yang secara konsisten mengudara di angkasa, berputar, dan tidak segan menerjunkan isinya ke tanah. Kita tidak hanya membicarakan luncuran lusinan pasukan paratrooper, tetapi juga kendaraan berat lainnya yang tentu akan menyediakan ekstra firepower yang lebih mumpuni.

Tidak seperti map Battlefield 3 lainnya yang memiliki polanya sendiri, apalagi ketika Anda sudah memahami cara dan bagaimana musuh akan bergerak, dropship menciptakan ketidakpastian. Paratrooper musuh dapat muncul dan terjun ke lokasi manapun yang mereka inginkan, membuat strategi untuk bertahan dan sekedar menunggu kehadiran musuh di lokasi tertentu menjadi tidak efektif. Sementara jika berada di sisi Anda, dropship ini akan membuka potensi skenario pertempuran, termasuk melakukan infiltrasi lewat area yang mungkin “terlupakan” begitu saja. Anda bisa saja menguasai area di bagian terbelakang musuh yang dilupakan jika memang dibutuhkan.

Sepeda motor memang menjadi ikon DLC terbaru – End Game ini. Walaupun terbuka untuk diserang, namun kendaraan ini akan memungkinkan Anda untuk masuk dan keluar dari pertempuran dengan sangat cepat.

Kehadiran sepeda motor yang cepat juga membuat pasukan infantri dapat masuk dan keluar arena pertempuran dengan sangat mudah, menghasilkan mobilitas yang dibutuhkan untuk memastikan Anda berada di tempat dan waktu yang tepat untuk menyumbangkan peran yang lebih besar dalam pertempuran.

Air Superiority – Pertempuran Epic di Angkasa

Seperti halnya mode Tank Superiority di Armored Kill, Air Superiority memang hanya memungkinkan Anda untuk menggunakan pesawat dan terlibat dalam perang udara yang epik.

No other option..

Seperti halnya mode Tank Superiority yang sempat ditawarkan oleh DICE di DLC terdahulu – Armored Kill, Air Superiority yang ditawarkan di DLC End Game ini juga mengusung mekanisme serupa. Sesuai dengan namanya, Anda hanya diperkenankan untuk menggunakan pesawat yang tersedia dan terlibat dalam mode pertempuran angkasa yang epik. Namun mengingat kontrol-nya yang butuh keahlian tertentu, kami sendiri menyarankan Anda untuk tidak terlibat dalam mode ini sebelum Anda menguasai mekanik pertempuran udara di level yang lebih tinggi. Misinya sendiri sederhana, seperti halnya mode Conquest, Anda hanya harus merebut beberapa wilayah angkasa yang direpresentasikan lewat sebuah zeppelin yang melayang di angkasa.

Empat Map Baru – Perang Empat Musim

Setiap DLC yang ditelurkan oleh DICE memang selalu mengusung tema unik tertentu, seperti yang diwakili kondisi kota yang hancur berantakan di Aftermath sebelumnya. Lantas, bagaimana dengan End Game ini? Anda akan mendapatkan ekstra empat map baru yang boleh dikatakan terhitung luas. Uniknya, setiap map ini akan mewakili satu musim dari empat musim dunia yang ada untuk menciptakan sensasi pertempuran unik tertentu. Anda akan berhadapan dengan Kiasar Railroad yang merepresentasikan musim semi, Nebandan Flats untuk musim panas, Operation Riverside yang menawarkan sensasi musim gugur, dan yang terakhir – Sabalan Pipeline yang diselimuti salju yang tebal. Walaupun tidak mempengaruhi jalannya pertempuran secara signifikan, namun kehadiran musim yang berbeda ini menciptakan pengalaman bermain yang cukup menyegarkan.

Kiasar Railroad

 

 

Nebandan Flats

 

Pages: 1 2

Related Articles:

Tags: , , , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()