By

April 2, 2013   ·  

Dipuji sejak awal rilisnya di industri game, Bioshock memang tumbuh menjadi salah satu franchise game FPS terbaik di industri game. Bagaimana tidak? Ketika sebagian besar developer dan publisher terpaku untuk mengekor kesuksesan game-game military shooter di pasaran yang kini mulai berubah menjadi sebuah genre mainstream, Bioshock menawarkan sesuatu yang jauh lebih dalam. Tidak hanya memompa adrenalin Anda lewat mekanisme gameplay aksinya yang memang didesain dengan baik, Bioshock juga terkenal lewat sisi plot-nya yang pantas untuk diacungi jempol. Memasuki ranah psikologi dan pemikiran filosofis, Bioshock  tetap mampu membungkusnya dalam sebuah plot yang tidak hanya akan membuat gamer menikmati, tetapi juga terus bertanya-tanya secara konsisten. Pesona yang kembali berhasil dihadirkan oleh Ken Levine dan Irrational Games dalam seri terbaru – Bioshock Infinite.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memiliki sedikit gambaran tentang apa yang ditawarkan oleh Bioshock Infinite ini. Tidak hanya tampil memanjakan mata lewat kualitas visualisasi dan desain Columbia yang memanjakan mata, Bioshock Infinite tampaknya tetap mengakar pada identitas franchise-nya selama ini. Bertahan dengan temanya yang terhitung “berat” untuk diproses secara nalar, Bioshock Infinite berhasil meninggalkan kesan pertama yang mendalam, tidak hanya dari sisi gameplay, tetapi juga karena kemampuan Irrational untuk menciptakan sebuah cerita yang bahkan lebih baik dibandingkan sebagian besar film-film Hollywood raksasa yang tersebar di pasaran saat ini.

Ada begitu banyak alasan untuk jatuh cinta pada Bioshock Infinite dan akhirnya terperangkap di Columbia bersama Elizabeth. Lantas, apa yang sebenarnya membuat kami – JagatPlay tidak bisa melepaskan pandangan dari game yang satu ini? Apa yang membuat kami menyebutnya sebagai sebuah mahakarya yang sempurna, sebuah game tanpa cela? Review ini akan mengupasnya lebih dalam.

Plot

Anda akan berperan sebagai Booker Dewitt – seorang detektif swasta yang mengemban satu tugas sederhana – membawa Elizabeth keluar dari Columbia.

Diterpa hujan badai dan laut yang mulai beringas, seorang detektif swasta yang juga menjadi karakter utama Anda – Booker Dewitt tengah menuju sebuah mercusuar aneh yang berdiri megah di tempat yang terpencil. Tugasnya sangat sederhana – mencari seorang target bernama Elizabeth dan membawanya pulang dengan selamat. Semuanya dilakukan untuk satu kalimat sederhana yang dicetuskan oleh sang klien yang meminta jasanya – “Berikan kepada kami gadis itu, maka utang-utangmu akan terhapuskan..”. Sebuah motif misterius yang cukup untuk membuat Booker siap untuk melakukan apapun. Namun untuk menyelesaikan tugasnya yang satu ini dan menemukan Elizabeth, Booker harus berangkat ke sebuah dunia yang baru dan berbeda. Booker harus menuju ke Columbia.

Welcome to Columbia!

Walaupun secara kasat mata Columbia terlihat seperti utopia, namun kota yang melayang di angkasa ini ternyata menyimpang segudang masalah sosial yang membuatnya kian rapuh.

Anehnya, Comstock seolah sudah memprediksikan kedatangan Anda jauh-jauh hari. Sejak awal kehadirannya, Booker sudah dicitrakan sebgai musuh terbesar Columbia – yang mereka sebut sebagai nabi yang palsu. Comstock bahkan mengetahui detail hingga bentuk tatoo di tangan Booker.

Selamat datang di Columbia, sebuah kota utopia yang tidak hanya sekedar melayang megah di angkasa, tetapi juga memiliki standar nilai agama dan sosial yang berbeda di dunia bawah – yang mereka sebut sebagai “Sodom”. Dipimpin oleh seorang nabi yang bernama Zachary Comstock, Columbia merepresentasikan sebuah dunia awal tahun 1900-an yang memang terlihat indah secara kasat mata, namun mengandung segudang masalah di bawah permukaan. Beragama secara fanatik, dipimpin oleh seorang nabi yang diktator, propaganda patriotik yang terus berkumandang jelas, rasisme terhadap golongan di luar kulit putih, dan bau pemberontakan yang mulai tercium memang memperlihatkan Columbia yang rapuh. Namun masalah terbesar yang akan dihadapi oleh Columbia baru saja tiba. Sebuah masalah bernama “Booker Dewitt”.

Terkurung di dalam sebuah menara yang dijaga oleh sebuah monster besar bernama – Songbird, Elizabeth bukanlah sosok wanita “biasa”.

Apa yang akan Anda lakukan ketika untuk pertama kalinya, Anda dapat mencium dan merasakan udara bebas? Perasaan inilah yang tampaknya menyelimuti Elizabeth.

Elizabeth menyimpan sebuah kekuatan luar biasa yang tentu saja membuatnya menjadi fokus Bioshock Infinite itu sendiri.

Mengikuti instruksi utamanya untuk menyelamatkan Elizabeth yang ditawan di dalam sebuah menara bernama – Siphon, Columbia secara mengejutkan ternyata sudah “menantikan” kehadiran Booker. Lewat serangkaian poster dan brosur yang menyebar luas, Booker diposisikan sebagai musuh masyarakat yang harus dimusnahkan secepat mungkin. Comstock sendiri menyebutnya sebagai “False Sheperd” – atau sang gembala sesat. Bertempur melawan para pasukan keamanan Columbia, Booker akhirnya bertemu dengan sosok Elizabeth untuk pertama kalinya. Dikurung di Siphon seumur hidupnya, Booker memang menjadi satu-satunya jalan bagi Elizabeth untuk mengecap udara bebas Columbia untuk pertama kalinya. Namun Elizabeth bukanlah sosok wanita biasa yang selama ini diperkirakan oleh Booker. Dijaga oleh sebuah makhluk besar bernama Songbird, Elizabeth juga memperlihatkan kemampuan luar biasa yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa.

Rosalind dan Robert Lutece akan menjadi salah satu daya tarik misteri terbesar dari Bioshcok Infinite.

The battle of Columbia started!

Mampukah Booker menyelamatkan Elizabeth? Siapa sebenarnya pula wanita dengan kemampuan yang luar biasa ini? Mengapa Comstock mampu memprediksikan hadirnya ancaman dari Booker? Siapa pula sang klien utama yang meminta Booker melewati tugas  berbahaya yang satu ini? Semua pertanyaan ini akan dapat Anda jawab dengan memainkan Bioshock Infinite ini. Prepare to be mind-blown!

Pages: 1 2 3 4

Related Articles:

Tags: , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()