By

June 28, 2013   ·  

resident evil 3 nemesis

Setelah begitu lama tidak pernah merilis artikel NostalGame, ada kerinduan yang mendalam untuk menjajal kembali game-game klasik luar biasa dan membagikan pengalaman nostalgia kepada para Players. Dengan jeda waktu besar dan minimnya game yang menyita waktu di akhir bulan Juni ini, kesempatan itu akhirnya tumbuh kembali. Melihat katalog dan memerhatikan game-game paling memorable yang pernah kami jajal, pilihan akhirnya jatuh pada salah satu seri klasik yang tidak tergantikan. Benar sekali, kita akan membicarakan salah satu masterpiece Capcom yang berhasil mencuri hati gamer di masa keemasan Playstation terdahulu – Resident Evil 3.

Kekecewaan yang mendalam terhadap kehadiran Resident Evil 6 yang dirilis tahun lalu mungkin menjadi motivasi utama dari hadirnya NostalGame kali ini. Ada keinginan untuk mencicipi kembali atmosfer dan sensasi sebuah seri Resident Evil klasik, sebuah usaha untuk menangkap sebuah karakteristik yang kian dilupakan oleh Capcom sendiri. Setelah berhasil memukau dunia lewat kehadiran dua seri sebelumnya, Resident Evil 3: Nemesis yang dirilis pada tahun 1999 silam ini memang harus diakui membawa nuansa baru. Walaupun mengusung mekanik yang serupa, Resident Evil 3: Nemesis tetap membawa beberapa inovasi lain yang akhirnya menjadikan seri ini berbeda, setidaknya di sisi aksinya sendiri.

Setelah lebih dari 10 tahun tidak pernah lagi melihat balutan baju biru untuk sosok Jill Valentine, kesempatan ini akhirnya kembali. Lantas bagaimana kesan nostalgia yang dihadirkan oleh Resident Evil 3: Nemesis ini? Hal apa saja yang kami senangi dan benci dari seri yang satu ini? Simak terus NostalGame kali ini.

Plot dan Gameplay

Hari buruk untuk Jill Valentine baru saja dimulai. Mantan anggota STARS yang satu ini terjebak di dalam Raccoon City yang kini tak ubanya sebuah kota mati, setidaknya kota mati dengan mayat hidup. Kegagalan RPG dan UBCS untuk mengendalikan malapetaka yang disebabkan oleh virus Umbrella yang satu ini memerangkap Jill Valentine, yang kini hanya punya satu misi – bertahan hidup dan lari dari kota secepat mungkin. Tidak sendiri, Jill tidak hanya harus bertempur melawan gerombolan zombie yang bergerak lambat dan mematikan, ia kini juga harus berjuang melawan sebuah varian Bio-Organic Weapon yang diciptakan untuk memburu sisa anggota STARS untuk menutup bukti keterlibatan Umbrella di balik kehancuran kota yang satu ini – Nemesis. Takdir antar keduanya menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi terhindarkan.

Dalam perjalanannya mencari jalan keluar, Jill juga bertemu dengan beberapa anggota dari UBCS, termasuk sosok Carlos Oliviera yang menjadi partner pendamping utamanya untuk keluar dari kota terkutuk yang satu ini. Berjuang untuk mencapai helikopter militer yang akan mengangkut mereka dari Clocktower, usaha untuk lari dari Raccoon City ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sosok Nemesis kembali menjadi batu hambatan yang sulit untuk dinetralisir dan terus menghalangi usaha Jill dan Carlos. Hingga pada satu titik, Jill berada dalam titik terlemah. Ia terinfeksi T-Virus yang berpotensi untuk mengubahnya menjadi salah satu dari mayat hidup yang ada.

Bad Luck Jill..

Bad Luck Jill..

Tidak hanya bertempur sendiri, Jill juga akan bertemu dengan para tentara UBSC yang selamat selama perjalanan.

Tidak hanya bertempur sendiri, Jill juga akan bertemu dengan para tentara UBCS yang selamat selama perjalanan.

Mampukah Jill Valentine keluar dari Raccoon City? Pertempuran seperti apa yang akan ia jalani? Salah satu yang begitu memorble dari Resident Evil 3: Nemesis adalah endingnya yang luar biasa. Lebih dari 10 tahun tidak menyentuh game ini sama sekali, kami sendiri masih cukup mengingat sensasi yang dihadirkan olehnya, sebuah ending yang cukup untuk membuat kami ternganga kagum untuk waktu yang cukup lama.

Sang ancaman utama yang senantiasa memburu Anda - Nemesis.

Sang ancaman utama yang senantiasa memburu Anda – Nemesis.

Let the journey begin..

Let the journey begin..

Sisi Gameplay yang ditawarkan oleh Resident Evil 3: Nemesis sebenarnya tidak banyak berbeda dibandingkan dengan Resident Evil 2 sebelumnya. Alih-alih harus berjuang dengan tingkat kesulitan fatal yang terdapat di seri pertama, RE3: Nemesis mempertahankan akar gameplay yang lebih terasa action seperti halnya di RE 2. Beragam senjata untuk memastikan Anda mampu menghadapi setiap ancaman juga dihadirkan, dengan mekanik gerak hindar yang jauh lebih baik disuntikkan di karakter Jill Valentine-nya sendiri. Kehadiran Nemesis memang memberikan dorongan adrenalin yang baru, namun kehadiran sistem pilihan lah yang kemudian menjadikan RE3: Nemesis tampil begitu unik dan luar biasa.

Pages: 1 2 3

Related Articles:

Tags: , , , , ,

Comments


Readers Comments ()