By

August 28, 2013   ·  

battlefield 4 china rising

Bagaikan pedang bermata dua, keputusan untuk menjadikan sebuah game sebagai franchise tahunan bisa menjadi salah satu keputusan terbaik, atau justru terburuk yang lahir dari sebuah publisher. Di satu sisi ia akan menjadi ladang basah yang pasti menghasilkan uang dalam jumlah masif, namun di sisi lain, rilis frekuensi membuat franchise mudah jatuh dalam pusaran rasa monoton yang mungkin berakhir pada akhir yang tidak indah. Salah satu contoh yang terus mendulang sukses saat ini adalah Call of Duty dan Assassin’s Creed. EA sendiri juga ikut mengadopsi kebijakan ini lewat franchise racing andalannya – Need for Speed. Pertanyaannya kini, apakah hal yang sama juga akan terjadi dengan Battlefield?

Kebijakan ini memang terhitung rasional dilihat dari berbagai sisi. Fakta bahwa EA tidak lagi tertarik untuk mengembangkan seri lain Medal of Honor, kebutuhan untuk bersaing dengan Call of Duty, dan popularitas Battlefield yang terus menguat terlihat sebagai formula yang tepat untuk menjadikannya franchise tahunan. Namun, Battlefield sudah dikonfirmasikan tidak akan mengusung konsep ini. Alasannya? Keterbatasan ini lahir dari sisi DICE sebagai developer. Patrick Bach – Executive Producer Battlefield 4  menyatakan bahwa DICE tidak sanggup membangun satu game setiap tahun. Mereka membutuhkan waktu lebih untuk menghasilkan produk andalan mereka.

Terlepas dari tren di industri game, Battlefield dipastikan tidak akan diposisikan sebagai franchise tahunan ala Call of Duty dan Assassin's Creed. Alasannya? Karena DICE sendiri merasa tidak mampu merilis satu game setiap tahun.

Terlepas dari tren di industri game, Battlefield dipastikan tidak akan diposisikan sebagai franchise tahunan ala Call of Duty dan Assassin’s Creed. Alasannya? Karena DICE sendiri merasa tidak mampu merilis satu game setiap tahun.

Dengan kualitas gameplay, visualisasi, dan inovasi yang mereka tawarkan dari setiap seri Battlefield, jeda waktu rilis yang harus ditempuh oleh DICE tentu saja membuat penantian ini terbayarkan dengan manis. Jika saja mereka bisa menyelesaikan satu game setiap tahun, bukan tidak mungkin EA sebagai publisher akan “memeras” mereka dan menjadikannya sebagai seri “Call of Duty” kedua. Satu yang menarik? Ini juga menegaskan bahwa Battlefield tidak akan dirilis tahun depan. Dengan absennya Medal of Honor, game FPS apa yang akan dirilis EA untuk bersaing dengan COD tahun depan? Kita tunggu saja.

Related Articles:

Tags: , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()