Gaming VIP: Lil Poison

Reading time:
November 10, 2011

Berkembangnya game menjadi sebuah industri tentu berkaitan erat dengan roda ekonomi yang disandangnya. Untuk menjadi yang terdepan, para publisher dan developer tidak hanya berjuang untuk menghasilkan sebuah game yang berkualitas. Mereka juga perlu banyak strategi untuk dapat memperkenalkannya langsung kepada konsumen dan membuat game menghasilkan aura yang menarik. Iklan mungkin menjadi sarana yang paling tepat, namun beragam cara lainnya juga dihadirkan, salah satunya adalah kompetisi.

Memang harus diakui tidak semua kompetisi lahir dari campur tangan publisher maupun developer. Tidak sedikit yang menyelenggarakannya atas dasar fandom dan kebutuhan untuk menjajal kemampuan belaka. Apa pun alasannya di baliknya, sebuah kompetisi game selalu menghadirkan kontribusi yang positif untuk dunia game. Membuat dunia game sendiri lebih dikenal oleh masyarakat yang lebih awam, bahkan menarik mereka ke dalam dunia yang menyenangkan ini. Bagi mereka yang memiliki skill superb, kompetisi menghadirkan sebuah potensi yang lain.

Dengan begitu banyak uang yang berputar di dalamnya, kompetisi yang semula bertujuan untuk menjadi ajang menguji skill berubah menjadi sumber pendapatan yang semakin menarik. Muncullah para gamer yang menjadikan game sebagai sebuah profesi utama untuk menghasilkan uang dan membangun hidup. Berkat strategi ini pula, para pelaku di industri game, dari perangkat lunak hingga keras, mulai menjadikan ajang ini sebagai kesempatan komersialisasi. Mereka mulai merekrut dan membentuk apa yang kita kenal sebagai “Professional Gamer”.

Harus diakui, tidak ada pekerjaan yang lebih indah bagi seorang gamer selain menjadikan game itu sendiri sebagai mata pencaharian. Walaupun hadir dalam suasana yang kompetitif, para professional gamer ini tentu dapat menikmati pekerjaan mereka dalam kualitas paling maksimal. Apalagi industri game tidak pernah mematok skala umur untuk pekerjaan ini. Sepanjang Anda memiliki kualitas, Andalah yang akan mendapatkan perhatian. Lihat saja yang terjadi kepada Noah Solis. Anak berumur 8 tahun ini sudah mencapai apa yang kita impikan.

Jika Anda takjub dengan apa yang mampu dicapai oleh Noah Solis di usianya yang masih muda, Anda belum pernah mengenal manusia yang satu ini. Ini adalah kesempatan yang tepat untuk mengenal Victor De Leon III, atau yang lebih dikenal juga sebagai Lil Poison. Siapa dia?

Siapa itu Lil Poison?

Nama julukan yang disandangnya boleh garang dan mencerminkan kekejaman yang luar biasa. Namun, siapa yang menyangka ini semua datang dari seorang anak kecil? Victor De Leon III dilahirkan di Long Island, New York, 6 Mei 1998. Bakatnya di dunia game memang sudah terlihat sejak ia berusia sangat belia. Ketika berumur 2 tahun, De Leon sudah mampu memainkan game yang dimainkan ayahnya. Bagaimana cara ia melakukannya? Sederhana: dengan meniru. Ketertarikan De Leon III ke dunia game akhirnya membawanya ke sebuah jalan hidup yang (mungkin) menjadi impian semua orang. Jalan hidup yang memberikan ia julukan, “Lil Poison”

Sebuah Sejarah lahir


Sebuah cerita historis yang epik memang sudah dimulai sejak De Leon III mulai menyentuh video game untuk pertama kalinya di usia 2 tahun. Ketika anak-anak lain masih tampak jenaka dan menikmati hidup lewat permainan-permainan sederhana, De Leon III mulai mengembangkan kemampuan untuk berkompetisi di level professional. Di usia 4 tahun, ia menginjakkan kaki pertama kalinya di sebuah turnamen serius. New York Halo Tournament menjadi ajang pembuktian awal.

Walaupun ia tidak memenangkan turnamen tersebut, nama De Leon III mendapatkan perhatian yang cukup bersinar di turnamen tersebut. Selama kurun waktu hingga usia 6 tahun, ia terus menjajal beragam kompetisi yang ada, khususnya game-game FPS seperti Halo dan COD. Saat berusia 6 tahun, bakat anak kecil tersebut membuat MLG tertarik untuk merekrutnya sebagai seorang professional gamer. Ia kini tercatat sebagai gamer profesional termuda di dunia menurut Guinness Book of World Records. Victor De Leon III kemudian lebih dikenal sebagai Lil Poison.

Tidak diragukan lagi, banyak orang yang menganggap bahwa keputusan untuk merekrut anak semuda ini sebagai gamer profesional hanya dilakukan untuk mencari kontroversi dan popularitas. Namun, Lil Poison tidak tinggal diam. Ia benar-benar membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan yang sebanding dengan apa yang ia dapatkan. Di sebuah kompetisi free-for-all Halo, ia berhasil menempati posisi kedua di antara 550 kontestan. Wow! Di usia 9 tahun, Lil Poison juga berkompetisi di 1 vs 1 Boost Mobile Challenge yang bertempat di Las Vegas, Amerika Serikat. Ia sempat menempati posisi pertama, sebelum akhirnya jatuh ke posisi ketiga. Itu pun bukan prestasi yang buruk mengingat ia harus bersaing dengan 3500 gamer yang lain. Kini, ia sudah menginjak usia 13 tahun dan terus mengejar mimpinya untuk menjadi gamer profesional.

Mengapa Lil Poison Layak Menjadi Gaming VIP?

Tidakkah Anda iri melihatnya?

Apa yang membuat seorang Lil Poison pantas dianggap sebagai seseorang yang memiliki peran penting di dunia game? Alasan utama tentu karena bakat yang ia miliki. Bayangkan saja, di usia 4 tahun, saat anak-anak masih mencoba belajar banyak hal, Lil Poison sudah memasuki sebuah arena gaming kompetitif untuk pertama kalinya. Walaupun tidak menjadi juara, hal tersebut sudah cukup untuk membuktikan bahwa ia memang dilahirkan untuk berkecimpung di industri game.

Prestasinya sendiri memang belum pantas dicatat sebagai yang terbaik. Namun, keseriusan dan dedikasinya yang tinggi untuk menang di dalam ajang kompetitif patut diacungi jempol. Bersaing dengan ribuan orang lain dan berhasil mencapai peringkat tiga besar di usia yang begitu belia saja sudah merupakan sebuah prestasi tersendiri. Tidak heran jika Lil Poison menjadi sebuah fenomena yang sulit tergantikan.

Lil Poison juga mendapatkan banyak penghargaan atas sepak terjangnya selama ini. Di tahun 2006, ia terpilih sebagai MLG Break Out Player atas prestasi yang ia dapatkan sepanjang tahun. Mengapa MLG begitu tertarik merekrutnya? Di event turnamen nasional yang diselenggarakan MLG, Lil Poison mampu menempatkan diri di 64 besar saat usianya 5 tahun. Dengan bakat yang sudah ia tunjukkan selama ini, bukanlah sesuatu yang berlebihan untuk menjadikanya seorang gamer profesional. Lil Poison menjadi “raja” yang cukup ditakuti di kompetisi Halo, dari seri pertama hingga seri terakhir: Reach. Ia bahkan sempat menjadi bahan tulisan untuk media-media raksasa seperti Wall Street Journal dan New York Times.

Tidak percaya dengan kemampuannya? Anda bisa melihat beberapa video pertempurannya yang tersebar lewat situs video Youtube.

Source: lilpoison.com, wikipedia

Source Gambar: Google

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…