Review F.3.A.R: Reuni Keluarga, Kelahiran, dan Kehancuran Dunia

Author
David Novan
Reading time:
November 10, 2011
Sebelum FEAR pertama, tidak pernah ada gamer yang menyangka akan bertemu dengan hantu di tengah medan pertempuran. Oleh karena itu, perasaan mencekam yang selalu membuat deg-degan menghantui setiap langkah di dalam FEAR. Hal tersebut menjadi atraksi terbesar dalam seri game ini. Tradisi tersebut juga diwariskan dalam FEAR kedua. Pesonanya masih kuat dan cerita yang mencekam turut mendukung horor yang diciptakan Alma, wanita misterius yang menjadi topik utama FEAR. Namun, apakah F3AR yang merupakan seri ketiganya masih dapat mempertahankan resep yang sama? Saat ini gamer yang mengikuti seri game ini pasti sudah hafal dengan formula horornya.
Apakah F3AR mengalami penurunan “horor” seperti prediksi di atas? Ya, bila Anda gamer setia FEAR! Formula yang digunakan pada F3AR masih sama dengan seri terdahulu. Jadi, Anda dapat menebak kapan Alma dan berbagai horor yang dilepaskannya muncul. Perasaan mencekam yang menjadi ciri khasnya memang masih ada. Namun, tidak sedalam ketika, katakanlah, pada FEAR pertama. Akan tetapi, untuk pemain yang baru pertama kali merasakan horor game ini, F3AR masih mampu membuatnya tercekam dan melempar mouse ke lantai ketika Alma tiba-tiba muncul di depan muka.
Horor hanyalah salah satu formula yang dikemas dalam F3AR. Pada dasarnya, game ini adalah First Person Shooter yang penuh dengan action. Jadi, sangat tidak adil bila memvonis game ini hanya dari perasaan mencekam yang berhasil diciptakannya. Bahkan, harus diakui bahwa pertempuran dalam F3AR menyumbang peran yang sangat besar pada daya tariknya. Beragam persenjataan dan musuh yang pantang menyerah akan menemani perjalanan Anda melalui mimpi buruk akibat seri FEAR sebelumnya.
Cerita pada game ini merupakan penyelesaian dari seri sebelumnya. Anda tentu masih ingat dengan cerita FEAR sebelumnya. Bagaimana kematian Fettel, pemimpin pasukan super soldier pemberontak yang dieksekusi Point Man pada FEAR pertama membangkitkan Alma dan berakhir dengan hamilnya Alma pada FEAR kedua. Nah, game ketiga ini meneruskan perjalanan Point Man bersama “hantu” Fettel yang ternyata adalah saudara lelakinya untuk bertemu kembali dengan ibu mereka, Alma. Bagaimana cerita ini berakhir tergantung dari performa Anda ketika bermain.
Apa maksudnya? Mengapa akhir dari cerita ini tergantung dari usaha Anda? Ternyata, performa Anda ketika bermain nantinya akan digunakan untuk menentukan salah satu dari dua akhir cerita. Ketika bermain, Anda akan bertemu dengan beragam tantangan yang terkait dengan aksi dalam pertempuran. Tantangan tersebut dibagi menjadi empat jenis, yaitu Aggression, Tactics, Aptitude, dan Psychic. Setiap kali Anda menyelesaikan tantangan tersebut, poin akan dihadiahkan. Poin tersebut pula yang akan digunakan untuk meningkatkan level Anda! Kenaikan level tersebut tentu saja tidak hanya hiasan belaka karena kemampuan Anda akan juga akan meningkat.
Tingkat kekejaman game ini cukup tinggi, jadi jangan biarkan anak di bawah umur memainkannya!

Lalu, bagaimana tantangan di atas dapat memengaruhi akhir cerita. Nantinya, setiap jenis tantangan akan diperhitungkan nilai totalnya dan dibandingkan dengan performa Fettel. Bila Anda bermain sendiri, Fettel memiliki poin yang telah ditentukan. Namun, lain lagi bila Anda bermain bersama teman menggunakan mode multiplayer Cooperation. Poin yang berhasil dikumpulkan tersebut akan diadu. Bila Point Man menang, maka ending akan mengikuti ceritanya. Lain lagi bila Fettel yang menang. Penasaran? Anda harus melihat sendiri akhir dari cerita yang Anda mainkan!

Apakah musuh yang ada dalam game ini dapat memberikan tantangan? Anda tentu masih ingat betapa pintarnya musuh pada FEAR pertama. Mereka dapat menyerang dengan taktik yang membuat kewalahan. Bahkan, sering kali mereka mengalihkan perhatian Anda ke rekannya di depan sementara serangan sebenarnya justru berasal dari samping. Musuh pada F3AR sayangnya tidak setajam itu. Mereka memang beringas ketika menyerang. Namun, tidak pintar. Tentara yang menggunakan senjata jarak dekat seperti shotgun memang harus mendekat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Akan tetapi, bukan berarti mereka harus lari mendekat tanpa berlindung. Akibatnya, pasukan yang mematikan tersebut dapat dibunuh dengan mudah. Mereka juga sering sekali meneriakkan kondisi pasukannya yang terus terang sangat membantu Anda. Saat pasukan Anda habis, sudah pasti Anda tidak ingin musuh mengetahuinya, bukan?

 

F3AR memang memiliki bentuk permainan yang menarik. Namun, kelebihan terbesar dari game ini justru terletak pada mode multiplayer-nya. Bila harus dijelaskan dengan singkat, mode multiplayer pada F3AR adiktif, menarik, dan sangat seru! Konsep yang digunakan juga berbeda dengan kebanyakan mode sejenis di game lain.
Gunakan robot tempur untuk melewati blokade musuh!

Secara keseluruhan, Anda dapat menemukan empat jenis permainan dalam mode yang menarik ini. Pertama adalah Contractions. Pada mode ini, Anda diminta untuk menjaga base dari serangan musuh. Jalur masuk musuh, berupa jendela dan pintu dapat Anda barikade sebelum invasi dimulai. Namun, menutupnya belum tentu menjadi taktik yang baik. Mengapa demikian? Ternyata, Anda bisa menemukan persenjataan yang lebih baik (mulanya Anda hanya dapat menggunakan pistol saja) dengan membawa peti perbekalan dari luar base. Jadi, bila semua pintu keluar tertutup, bagaimana cara Anda mengambil senjata itu?

Kedua, Anda dapat menemukan mode Soul King. Mode ini cukup unik. Pasalnya, Anda akan berperan sebagai hantu yang dapat merasuki tubuh tentara. Kemudian, Anda akan menggunakannya untuk membunuhi tentara lain dan mengambil jiwa mereka. Kemenangan pada mode ini tergantung dari jumlah jiwa yang berhasil Anda kumpulkan. Jadi, Anda akan bersaing dengan pemain lain. Bahkan, Anda dapat membunuh pemain lain supaya dia tidak mendapatkan jiwa yang banyak.
Kemudian, mode ketiga adalah Soul Survivor. Berbeda dengan Soul King, Anda akan diminta untuk bertahan dari serangan musuh di sebuah daerah. Pemain yang berhasil mempertahankan diri hingga waktu yang ditentukan akan menjadi pemenangnya. Tentu saja, persaingan antarpemain merupakan tujuan dari mode ini. Jadi, pemain lain yang Anda temui harus dihabisi supaya dia tidak keluar sebagai calon pemenang.
Mode terakhir adalah F**king Run! Anda tentu bisa mengartikan tanda bintang tersebut ‘kan? Lalu, mengapa namanya begitu seru? Coba bayangkan: Anda bersama rekan lainnya akan mulai dari sebuah titik. Ketika waktu persiapan habis, pintu gerbang akan terbuka dan Anda akan menemukan jalanan yang dijaga musuh. Lalu, apa tujuan Anda? Tentu saja lari! Begitu stage dimulai, sebuah dinding asap dengan ribuan bayangan tengkorak akan mengejar Anda! Bila Anda tertelan dinding tersebut, maka game over! Begitu juga bila musuh berhasil membunuh Anda. Untuk memberikan tantangan tambahan, Anda tidak hanya berlari lurus ke depan. Perjalanan Anda dihiasi dengan beragam rintangan yang membutuhkan pemikiran cepat untuk melewatinya! Mode terakhir ini adalah yang paling seru dari semua mode multiplayer lain! Tidak boleh Anda lewatkan!
F3AR memang tidak dapat memberikan perasaan mencekam yang sama dengan seri sebelumnya. Namun, bukan berarti game ini gagal. Permainan yang seru dan mode multiplayer yang sangat menarik dapat menjadi keunggulannya. Apalagi bila Anda memang tidak suka memainkan game horor dan lebih suka dengan game action. F3AR dapat menjadi pilihan Anda.

Kesimpulan:

F3AR lebih mengandalkan pertempuran dan mode multiplayer yang seru. Jadi, game ini telah sedikit menurunkan derajat horor dan membuatnya tidak semencekam seri game FEAR terdahulu. Untuk para gamer yang tidak tahan dengan horor berlebih mungkin dapat mencoba memainkan game ini.

Kelebihan:

Mode multiplayer yang unik dan seru.

Kekurangan:

Formula cerita horor yang tidak lagi menyeramkan dan kepintaran musuh terbatas.

Cocok untuk:

Penggemar game action.

Tidak cocok untuk:

Gamer yang haus dengan horor.
Spesifikasi Komputer:
Windows XP SP3, Vista SP2, dan Windows 7
CPU: Core 2 Duo E7500 2.93 GHz / Phenom II X2 550
RAM: 4 GB
Video: NVIDIA GeForce 9800 GT / ATI Radeon HD 3870
HDD: 10 GB
DirectX 9.0c
Info:
Publisher: Warner Bros.
Developer: Day 1 Studios
Genre: Horor FPS
Rating: Dewasa (Mature)
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…