Game Facebook Akan Mati?

Reading time:
February 28, 2012
facebook logo complete

Sejak kelahiran situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Facebook, dan Twitter di dunia maya, manusia modern mengembangkan cara yang berbeda untuk berinteraksi satu sama lain. Tidak hanya sekedar saling berbagi informasi, tetapi juga bergabung di dalam sebuah pengalaman multimedia yang  memungkinkan mereka untuk bermain bersama. Bahkan untuk Facebook sendiri, game-game berbasis Flash ini mampu menarik pengguna hingga ratusan juta orang dan membuat perusahaan seperti Zynga meroket ke luar angkasa. Apakah tren ini akan berlanjut di masa depan? Pada akhirnya angkalah yang berbicara. Nyatanya, game Facebook perlahan namun pasti mulai kehilangan pesonanya.

Setelah mencapai puncaknya di tahun 2009 dan 2010 silam, data menunjukkan bahwa user yang memainkan game di Facebook mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2011 kemarin. Jika di tahun 2010 kurang lebih 50 persen user tertarik dengan fitur ini, maka di tahun 2011 hanya tertinggal 25 persen user saja yang masih bermain game di Facebook. Data yang ditunjukkan Screen Digest, analis di industri ini juga memperlihatkan bahwa ada penurunan yang cukup signifikan bagi user game-game dari Zynga. Tercatat penurunan hingga 40 juta user per bulannya, dari 266 juta menjadi hanya 225 juta user / bulan.

farmville1
Bye-bye Ville?

Apa alasan utama di balik penurunan ini? Setelah mencapai peningkatan eksplosif di tahun 2009 dan 2010, game Facebook telah mencapai “masa dewasa” di tahun 2011, dimana pertumbuhan menjadi sesuatu yang sulit untuk dicapai. Tidak ada format dan keunikan lagi yang bisa ditawarkan. Walaupun game-game di situs jejaring sosial seperti ini masih menyimpan segudang potensi yang masih bisa digali dan digunakan untuk meraih keuntungan, namun ia tidak akan mampu lagi tumbuh seperti di tahun-tahun sebelumnya. Apakah ini akan menjadi pertanda bahwa game Facebook akan mati dalam beberapa tahun ke depan? Bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…