Polisi Jepang Mulai Tangkapi Modder Konsol

Reading time:
February 9, 2012

nintendo wii

Hampir semua pemerintahan di dunia tampaknya memiliki misi dan visi yang sama terhadap pembajakan, tidak terkecuali di Jepang. Negara matahari terbit ini memang telah melarang semua tindakan dan aksi menyalin hasil karya yang telah diikat hak dagang, termasuk video game di dalamnya. Satu hal yang menarik, Jepang tidak pernah mempermasalahkan modifikasi pada konsol atas perlindungan hak pribadi. Namun beberapa waktu yang lalu, sebuah hukum baru kontroversial diperkenalkan ke publik Jepang. Modifikasi konsol pun kini dilarang.

Penerapan hukum ini secara efektif dimulai. Seorang pria berusia 41 tahun yang tinggal di Fukuoka, Jepang menjadi tersangka pertama yang dijerat dengan menggunakan Undang-Undang terbaru ini. Pria ini dinyatakan bersalah setelah diketahui memodifikasi tiga konsol Nintendo Wii temannya dan tertangkap tangan menjual game bajakan dengan harga 5.000 Yen. Aksinya tercium setelah ia secara gegabah mempromosikan layanan modifikasi ini lewat salah situs di dunia maya. Pria ini pun terancam hukuman 3 tahun penjara atau membayar denda yang tidak sedikit – 3 Juta Yen. Ia sekaligus menjadi contoh bagaimana peraturan terbaru ini akan diterapkan.

prison handcuff

TIdak sedikit masyarakat Jepang yang menentang peraturan yang satu ini. Hukum yang menjerat kebebasan menggunakan hak milik pribadi dianggap tidak masuk akal. Pemerintah Jepang bersikukuh bahwa UU ini akan menjadi dasar yang tepat untuk mencegah pembajakan. Tidak hanya modifikasi konsol, masyarakat Jepang sekarang bahkan dilarang untuk me-rip DVD asli yang mereka beli sendiri dan mengubah ekstensi formatnya. Walaupun terdengar absurd, namun pemerintah Jepang tetap yakin langkah ini memang diperlukan.

Pembajak versus Pemerintah? Perang klasik yang tampaknya tidak akan pernah usai. Anda berada di pihak yang mana?

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…