10 Film Indonesia yang Pantas Menjadi Video Game

Reading time:
March 28, 2012

 

 

ada apa dengan video game2

Membicarakan kualitas film Indonesia, baik di layar perak maupun lebar, bukanlah sebuah topik yang bisa dibanggakan. Walaupun meningkat dari segi kuantitas dan memastikan roda perekenomian yang bergerak dari industri kreatif yang satu ini berputar dengan stabil, film-film Indonesia harus diakui masih belum mampu bersaing dari segi kualitas. Dari puluhan judul film yang hadir setiap tahunnya, hanya sedikit yang benar-benar mampu menghadirkan sebuah tontonan yang pantas diapresiasi dengan tinggi dan mengundang decak kagum. Selebihnya? Terjatuh pada konsep dangkal menjual nilai-nilai seksual tanpa menghadirkan kualitas cerita yang bahkan pantas untuk dinikmati.

Walaupun demikian, harapan positif untuk industri ini memang tetap ada. Perlahan namun pasti, para produsen mulai menemukan bentuk yang lebih baik untuk tidak hanya menghadirkan sebuah film yang memenuhi kebutuhan pasar, tetapi sebuah kualitas dengan nilai-nilai yang tinggi. Datang dari berbagai genre, film-film ini mampu membuktikan diri sebagai yang terbaik di kelasnya, bahkan beberapa datang dengan sensasi yang hampir mendekati sebuah film Hollywood. Satu yang pasti, mereka menawarkan begitu banyak keunikan yang membuatnya pantas untuk diadaptasikan menjadi sebuah karya kreatif lain, seperti video game misalnya.

Tentu saja tidak semua film Indonesia berkualitas memiliki kemampuan untuk diadapatasikan sebuah game. Judul-judul yang mengusung drama sebagai plot paling utama seperti “Ada Apa dengan Cinta” atau “Ayat-Ayat Cinta” tentu sulit menemukan bentuk yang tepat untuk diadaptasikan ke dalam sebuah video game. Drama memang menjadi salah satu elemen yang membuat sebuah cerita di dalam game menjadi kaya, tetapi ia tidak pernah menjadi kekuatan utama yang mendasari sebuah game dibuat, bahkan untuk game-game bergaya interactive story sekalipun. Sebuah game setidaknya harus mengandung elemen aksi, misteri, dan fantasi. Tanpa ketiga pilar ini, video game tak ubahnya selongsong peluru tanpa isi yang tidak akan mampu memberikan impact apapun bagi gamer yang memainkannya.

Jadi, dari semua film-film Indonesia, layar lebar maupun perak, yang sedang atau pernah tayang di Indonesia, film apa sajakah yang memiliki “kualitas” untuk dijadikan sebuah video game?

10. Petualangan Sherina

petualangan sherina

Film yang memang ditujukan untuk pasar anak-anak saat ini boleh dibilang terbilang langka. Di masa lalu, ketika dunia hiburan Indonesia masih dipenuhi dengan artis anak-anak yang berbakat dan anak-anak masih mendengarkan lagu yang memang ditujukan untuk umur mereka, film-film seperti ini laris manis. Salah satu yang terbaik? Tentu saja Petualangan Sherina yang fenomenal. Sebagai salah satu yang pertama di genrenya, Petualangan Sherina menawarkan semua hal yang dicintai oleh anak-anak, dari musik, tarian, hingga konsep petualangan besar yang mampu ditakhlukkan oleh seorang anak kecil. Lantas konsep game seperti apa yang bisa diusung di dalamnya? “Meniru” gaya game-game ala Dora The Explorer mungkin menjadi bentuk yang paling tepat. Menghadirkan elemen aksi yang minim, Petualangan Sherina dapat didesain sebagai sebuah game yang mengusung musik dan tarian yang disukai oleh anak-anak dan menjadikanya faktor untuk menemukan progress di dalam cerita.

9. Wiro Sableng

wiro sableng

Tidak lengkap rasanya jika kita membicarakan film-film terbaik Indonesia, tanpa menyentuh film-film silat kebanggaan kita di masa lalu. Hampir tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal sosok pendekar yang satu ini. Setengah waras, berpakaian putih, dan bersenjatakan kapak yang sakti, Wiro Sableng memang menjadi sebuah legenda yang tidak tergantikan. Mengapa Wiro Sableng? Mengapa tidak karakter silat lain seperti Joko Tingkir? Karena, harus diakui, dari semua karakter silat fiksi yang ada, Wiro Sableng meupakan salah satu karakter dengan kepribadian yang paling unik dan kuat, sesuatu yang tentu saja akan berkontribusi besar pada pembawaan video game jika proses adaptasi dilakukan. Konsep yang pas? Bayangkan sebuah game hack and slash sederhana bertemakan Kerajaan-Kerajaan di masa lalu, dengan dialog dan komentar “nyeleneh” nan lucu dari mulut Wiro. Tentu saja akan menjadi sebuah game yang menarik.

8. Gerhana

gerhana

Sebagian besar dari kita yang menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja di akhir tahun 1990-an tentu pernah mendengar sinema elektronik yang satu ini – Gerhana. Berbeda dengan sinetron-sinetron Indonesia yang di kala itu lebih berfokus pada percintaan, Gerhana hadir sebagai sebuah film tokusatsu sederhana yang menceritakan tentang kehidupan manusia-manusia dengan kekuatan psychokinesis, sebagian dari mereka membela kebenaran sementara yang lain hidup dalam rimbah kejahatan. Mengadaptasikan film “unik” seperti ini tentu saja menghasilkan sebuah video game yang berkualitas. Game-game yang mengusung karakter utama yang memiliki kemampuan Psychokinesis boleh dibilang sebagai barang langka yang masih sulit ditemukan di industri game saat ini. Menghancurkan para musuh dengan hanya menggerakkan mata? That is what Gerhana is all about!

7. Panji – Manusia Millenium

panji

Akhir tahun 1990-an memang menjadi masa-masa keemasan Tokusatsu ala Indonesia yang terbilang punah saat ini. Dari semua pahlawan bertopeng yang ditawarkan, Panji Manusia Millenium boleh disimpulkan sebagai yang terbaik saat itu. Mengusung kisah kepahlawanan ala para pahlawan Marvel yang menyembunyikan identitasnya ketika membela kebenaran, Panji si Manusia Millenium datang dengan desain karakter, cerita, dan visual effect yang terbilang cukup solid di kala itu. Mengadaptasikan film seperti ini tentu saja akan menghasilkan sebuah video game yang berkualitas. Konsep seperti apa yang harus diusung? Seperti tren yang sedang bekembang untuk mendefinisikan karakter superhero saat ini, konsep permainan ala Batman: Arkham City akan menjadi pilihan yang terbaik. Kompleks, tetapi sekaligus memberikan kesan cerita kepahlawanan yang lebih “manusiawi”.

6. Jelangkung

jelangkung

Dari semua film horror Indonesia yang ikut dalam kebangkitan industri film nasional, nama Jelangkung yang hadir dari tangan dingin Rizal Mantovani harus diakui merupakan salah satu yang terbaik di kala itu. Mengusung salah satu mitos urban yang sempat populer di masa lalu, Jelangkung datang menebar horror tanpa terperangkap untuk menyajikan hal-hal berbau seksual yang populer saat ini. Konsep seperti yang dapat diterapkan untuk  Jelangkung ini? Para developer game Indonesia dapat menyulapnya menjadi sebuah game survival-horror ala Silent Hill pertama dan Siren. Ketakutan dimunculkan dari atmosfer penuh keheningan dan “makhluk-makhluk” mistis yang hanya muncul dalam sekelibat bayangan. Game nya harus memastikan Anda lebih banyak berlari dan bersembunyi dengan resource yang sangat terbatas untuk berbalik melawan.

Tags:

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…
December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…

PlayStation

December 14, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Takefumi Terada & Raio Mitsuno (FORSPOKEN)!

Datang dengan kekuatan magis yang menggoda, apalagi dengan potensi aksi…
December 13, 2021 - 0

Impresi FORSPOKEN: Gadis dengan Kekuatan Magis!

Sebuah produk yang unik, ini mungkin kata yang tepat untuk…
December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…