Review Blades of Time: Kisah Misterius Sang Pemburu Harta Karun Seksi!

Reading time:
April 3, 2012
Blades of Time 4

Membicarakan sebuah game hack and slash di industri game memang tidak akan ada habisnya. Sebagai salah satu genre paling utama yang mampu menampilkan sensasi action terkuat dalam mekanisme sederhana, hack and slash memang menjadi tumpuan untuk memberikan sedikit kesenangan “instan” bagi para gamer. Walaupun demikian, untuk mencegah kesamaan konsep yang lahir secara terus menerus secara repetitif dan kebosanan yang mungkin muncul darinya, para developer game mulai meramu begitu banyak cara untuk menjadikan hasil karya mereka sebagai sebuah produk yang “unik” dan berbeda dengan yang lain. Apa yang mereka lakukan? Menghadirkan plot yang epik, pertempuran boss yang memorable, hingga menambahkan elemen gameplay yang belum pernah ada sebelumnya.

Dari beberapa franchise besar game hack and slash yang berhasil mencapai popularitas yang fenomenal, sebuah pola memang dapat dikenali. Game-game dengan genre seperti ini memang harus mengusung ketiga elemen di atas dengan baik, atau setidaknya dua darinya untuk tampil sebagai sebuah game hack and slash di atas kualitas standar. Game seperti Devil May Cry, God of War, Ninja Gaiden, dan Prince of Persia berhasil menjadi pioneer untuk gaya permainan yang unik di dalam genre yang memang luas ini. Sementara game-game lain yang lahir setelahnya? Sebagian besar mengusung dan meramu semua elemen dari game-game ini dan membungkusnya dengan sebuah plot yang unik dan berbeda.

Kesan pertama inilah yang mungkin akan Anda dapatkan ketika memainkan sebuah game hack and slash terbaru dari Gaijin Entertainment dan Konami – Blades of Time. Sebagai salah satu game yang cukup diantisipasi berkat nama besar Konami yang dibawanya, Gaijin Entertainment juga menjadikan Blades of Time sebagai “suksesor” dari X-Blade yang sempat lahir dari developer yang sama di masa lalu. Walaupun menggunakan karakter yang sama, Blades of Time tampil sebagai sebuah game yang berbeda dengan konsep yang lebih realistis. Tidak hanya itu saja, sesuai dengan namanya, Blades of Time juga mengusung mekanisme “permainan waktu” yang unik dan belum pernah ditemukan di game-game lainnya. Ciri utama lain yang menarik perhatian? Tentu saja desain karakternya yang menarik mata.

Lantas konsep permainan seperti apa yang diusung oleh Blades of Time? Mampukah ia menawarkan kualitas hack and slash yang menyejajarkan dirinya dengan franchise raksasa game hack and slash yang lain?

Plot

Anda akan berperan sebagai seorang pemburu harta karun wanita, berambut pirang dengan kuncir dua yang manis, berpakaian minim dengan cleavage yang jelas, dan aksen Inggris British yang begitu kental. Setiap gamer yang merasakan impresi pertama penampakan karakter ini tentu akan berharap sebuah nama dengan “gaya” Barat keluar darinya. Namun, Anda harus bersiap kecewa karenanya. Mengapa? Karena percaya atau tidak, karakter pirang ini bernama Ayumi,  sebuah nama yang harusnya identik dengan wajah oriental dan Jepang. Ayumi adalah seorang pemburu harta karun yang sedang berusaha menggali “peruntungan”nya untuk mencari harta karun yang masif. Satu-satunya cara untuk melakukannya? Dengan melakukan perjalanan ke situs kuno legendaris guild-nya – Dragon Temple di sebuah wilayah bernama Dragonlands. Sebuah perjalanan yang membuat hidup Ayumi berubah.

Blades of Time 171
Rambut pirang, dengan dua kuncir manis dan cleavage yang terlihat jelas. Elizabeth? Sandra? Lupakan semua nama Barat yang familiar. Percaya atau tidak, namanya - Ayumi
Blades of Time 67
Perjalanan pada awalnya hanya untuk mencari harta karun berubah menjadi mencari quest mencari jati diri bagi Ayumi sendiri
Blades of Time 58
Siapakah sosok Ayumi yang sebenarnya? Mengapa ia seolah terserap dalam konflik misterius yang tidak dapat ia mengerti?

Dengan menggunakan sphere, semacam alat teleport instan, Ayumi bersama dengan Zero – sang companion memulai misi yang berat ini. Namun apa daya, sphere ini justru membuat keduanya terpisah tempat dan melemparkan Ayumi ke sebuah tanah yang asing, daratan dimana makhluk-makhluk bernama Chaos bertebaran. Prioritas perjalanan Ayumi pun berubah, dari mencari harta karun, menjadi mencari Zero dan menemukan jalan kembali ke dunianya. Namun, Ayumi menemukan banyak hal misterius yang berputar di sekitar dirinya. Ditemani oleh sebuah ruh api dengan wujud yang sama dengan dirinya, kemampuan menggunakan altars untuk mendapatkan kekuatan dan serangan elemen, serta kehadiran karakter-karakter lain yang “takut” pada eksistensinya, Ayumi perlahan-lahan mulai mempelajari menemukan kembali jati dirinya yang sebenarnya.

Jadi, siapakah sebenarnya sosok Ayumi ini? Benarkah ia hanya seorang pemburu harta karun yang kebetulan terjebak di dalam perang besar yang tidak ia mengerti? Mengapa begitu banyak pihak yang mencegah sosok wanita ini untuk mencapai tujuan akhirnya? Semua pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Blades of Time ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…