Diablo III Telah Berhasil Ditakhlukkan!

Reading time:
May 16, 2012
diablo 3 wallpaper

Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya, Diablo III ternyata membutuhkan konektivitas pada Battle.net untuk dapat dimainkan. Walaupun efektif untuk memerangi pembajakan, namun keputusan Blizzard ini ternyata menjadi bumerang yang terhitung fatal. Gagal membaca animo gamer yang begitu tinggi, Blizzard gagal menyediakan kapasitas server yang cukup untuk memfasilitas setiap kopi Diablo III yang kini beredar di pasaran. Ketika sebagian besar gamer masih berjuang untuk dapat masuk ke Battle.net dan memulai petualangan kecil mereka, beberapa gamer lain yang “beruntung” sudah mulai berlomba-lomba untuk menakhlukkan sang Diablo. Kurang dari 24 jam sejak perilisannya, Diablo III telah ditakhlukkan!

Sekelompok gamer dari Korea tercatat berhasil menyelesaikan Diablo III dalam tingkat kesulitan normal hanya dalam waktu 7 jam saja. Kelompok gamer dari China juga berhasil melakukan hal serupa dengan jangka waktu yang tidak jauh berbeda. Sementara user lain bernama Yoshichan berhasil menamatkan Diablo III dalam waktu 12 jam 29 menit dengan karakter Barbarian di level 32, tentu saja dalam setting kesulitan normal juga. Pencapaian yang luar biasa ini tentu saja diperoleh dengan gaya permainan yang lebih berfokus untuk mendapatkan ending, minim detour, berbeda dengan gaya sebagian besar gamer memainkan game RPG mereka. Blizzard sendiri pernah menyatakan bahwa mode single player di Diablo III memang dapat diselesaikan dalam kurun waktu 15-20 jam.

yoshichan diablo III
Finished it in 12 hours? Lucky bastard..

Apakah waktu permainan yang terhitung singkat ini akan menjadi poin minus bagi gamer yang sudah menunggu game ini selama bertahun-tahun? Dengan empat tingkat kesulitan alternatif yang lebih sulit: Nightmare, Hell, dan Inferno, Diablo III masih menawarkan segudang tantangan yang akan membutuhkan waktu permainan yang lebih banyak. Namun harus diakui, ketiga kelompok gamer ini berhasil membuat sebagian besar gamer di dunia ini gigit jari dan menelan rasa iri.

Source: Joystiq

Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…