Review Max Payne 3: Tetap Seperti Payne yang Kita Kenal!

Reading time:
May 22, 2012
Max Payne 3 11

Membicarakan Max Payne berarti membicarakan salah satu karakter paling ikonik yang pernah dihadirkan di industri game. Diperkenalkan sebagai seorang polisi yang seringkali menyelesaikan permasalahan dengan “tangan”nya sendiri, Max Payne memang dikenal sebagai salah satu seri game action pertama dengan plot, setting, dan visualisasi yang terhitung gelap. Game yang kedua seri pertamanya dikembangkan oleh Remedy Entertainment ini memang menghadirkan setiap aspek dalam kualitas yang patut diacungi jempol. Cerita, desain karakter, lingkungan, mekanisme gameplay, bahkan voice acts nya terhitung luar biasa. Oleh karena itu, bukan pekerjaan yang mudah untuk melahirkan sebuah seri baru dari franchise ini.

Sejak kelahiran seri keduanya – The Fall of Max Payne di tahun 2003 untuk PC, franchise ini memang seolah tenggelam begitu saja. Walaupun terhitung sukses dari segi penjualan dan mendapatkan respon yang positif dari para kritikus, Rockstar tampaknya tidak ingin terburu-buru untuk melahirkan seri baru dan mengeksploitasinya demi keuntungan semata. Sembilan tahun setelahnya, Rockstar baru memperkenalkan seri terbarunya – Max Payne 3 yang mengambil sebuah konsep yang berbeda dibandingkan seri-seri Max Payne selama ini. Lewat trailer dan screenshot yang dirilis sepanjang tahun 2011 silam, Max Payne 3 memang meninggalkan kesan yang kuat sebagai sebuah game yang “berbeda”. Oleh karena itu, ia berpotensi menjadi sebuah seri yang mungkin akan dibenci oleh para penggemar setia Max Payne selama ini. Namun nyatanya, benarkah demikian?

Anda yang sudah membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memiliki sedikit gambaran dari apa yang ditawarkan oleh Max Payne 3. Di awal kami sudah menyebutkan bagaimana Rockstar berhasil meramu game ini dalam kualitas tampilan yang benar-benar memukau mata, bahkan untuk konsol lawas seperti XBOX 360 sekalipun. Namun Rockstar tidak hanya sekedar menghadirkan kualitas untuk memanjakan mata, ia menghadirkan banyak hal yang boleh terbilang “memuaskan” semua gamer yang memainkannya, baik yang sudah mengenal franchise ini sejak lama ataupun yang baru pertama kali mengenal Payne untuk pertama kali. Seperti apa?

Plot

Max Payne III 2 52
Max Payne menjadi botak dan gemuk? Apa yang sebenarnya terjadi pada sosok salah satu karakter paling ikonik di industri game ini?

Banyak gamer yang mungkin bertanya-tanya dengan keputusan Rockstar untuk menghadirkan sosok karakter Payne yang “baru” di seri ketiga ini. Bukannya datang dengan sosok Payne di masa lampau yang terlihat begitu keren dan gagah, Payne di seri ketiga ini mengalami perombakan visualisasi besar-besaran. Ia tampil sebagai pria yang sudah tua, gemuk, botak, dan terlihat lemah. Jika Anda termasuk salah satu gamer yang “membenci” konsep baru ini, tahan dulu amarah Anda. Mengapa? Karena Rockstar memberikan jalinan cerita yang terhitung kuat sebagai alasan dari perombakan besar-besaran ini. Walaupun sudah menghadapi begitu banyak dentuman peluru, pada akhirnya Max Payne harus tunduk pada musuh yang tak terhindarkan: waktu.

Bertahun-tahun sejak event terakhir di seri keduanya, Max Payne ternyata belum mampu menyembuhkan diri dari semua tragedi yang telah ia alami. Kehilangan sang anak dan istri, serta wanita yang sempat merebut hatinya, Max Payne jatuh pada lubang kesedihan yang hanya bisa disembuhkan oleh minuman keras. Kehidupannya yang kacau dan berbagai masalah yang ia timbulkan membuat dirinya dikeluarkan dari kepolisian. Hal ini sudah buruk? Seolah hidup sesuai namanya, Max Payne harus berhadapan dengan berbagai kejadian yang akan menyakiti dirinya sendiri dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Perselisihan dengan salah satu keluarga mafia paling berkuasa di New Jersey membuat Max Payne tidak mungkin lagi untuk hidup di kota asalnya. Untungnya, perkenalannya dengan sang teman baru – Passo memberikan Payne “opsi kehidupan” yang lain. Payne akhirnya menjalani kehidupannya sebagai seorang bodyguard untuk Rodrigo Branco – sebuah keluarga super kaya di Sao Paulo, Brazil.

Max Payne 3 301
Seolah sudah menjadi garis takdirnya, acara minum-minum ini menjadi awal kehidupan Payne yang "lain"
Max Payne 3 1211
Melindungi keluarga terkaya di Brazil? Sebuah pekerjaan yang terdengar mudah. Namun nyatanya? Mimpi buruk lain untuk Payne

Walaupun berkesempatan untuk menikmati kehidupan yang lebih “manis” secara finansial, pekerjaan ini tidak membuat Max Payne dapat menghindari tragedi yang seolah sudah melekat pada garis takdirnya. Sebagai keluarga yang terkaya di Brazil, keluarga Branco tentu saja memiliki banyak musuh yang menginginkan banyak hal dari mereka. Eskalasi tingkat kekerasan membuat banyak gang dan kelompok bersenjata secara membabi-buta menyerang keluarga ini, dari Rodrigo maupun keluarga besarnya. Namun perlindungan dan penyelidikan yang dilakukan oleh Payne ternyata menyingkap banyak misteri yang lain. Ini bukanlah pekerjaan yang diinginkan oleh Payne.

Mengapa semua gang berusaha menyerang keluarga Branco secara tiba-tiba? Konspirasi apa yang berada di belakangnya? Mampukah Payne menemukan “kedamaian” yang selama ini ia inginkan? Anda harus memainkan game ini untuk mendapatkan jawabannya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…