Sony Akuisisi Layanan Cloud Gaming – Gaikai

Reading time:
July 3, 2012
sony logo

Bagaimana industri game akan merepresentasikan dirinya di masa depan? Teknologi seperti apa yang akan menjadi senjata andalan setiap produsen yang sudah malang melintang di dunia yang satu ini? Pertanyaan ini tentu saja menggelitik dan memancing rasa penasaran semua gamer. Walaupun konsep masa depan ini sendiri belum dipastikan, para produsen tampaknya sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mendefinisikan produk unggulan mereka masing-masing. Setidaknya itulah yang mungkin berusaha dilakukan oleh Sony dengan mengakuisisi Gaiki – sebuah layanan cloud gaming dan menciptakan layanan cloud gaming yang baru.

Sony mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisi Gaiki dengan total transaksi sebesar USD 380 juta. Tujuan utamanya? Melalui kombinasi teknologi antara Gaiki dan pengalaman yang dimiliki oleh Sony, akuisisi ini  diharapkan mampu menghadirkan pengalaman cloud gaming yang lebih baik. Sebuah kombinasi yang memungkinkan para gamer untuk menikmati game-game yang mereka inginkan dari mana saja, tentu saja dengan satu syarat utama: koneksi internet super cepat dan stabil. Sayangnya, Sony sendiri belum memberikan informasi yang lebih mendetail tentang produk apa yang akan mereka terapkan dengan sistem yang baru ini.

ps orbis
Akankah layanan Cloud Gaming Gaiki ini akan menjadi kekuatan utama dari Playstation 4 – Orbis?

Dengan masa umur Playstation 3 yang semakin mendekati akhir hidupnya, banyak yang berspekulasi bahwa teknologi cloud gaming dari Gaiki ini akan menjadi salah satu fitur andalan Playstation 4 (Orbis) di masa yang akan datang. Apalagi Gaiki juga menjanjikan visualisasi yang jauh lebih baik dibandingkan sebagian besar layanan serupa saat ini. Apakah Sony akan mengimplementasikan teknologi ini sebagai kekuatan utama dari PS 4? Jika ini menjadi kenyataan, maka hampir dapat dipastikan sebagian besar gamer Indonesia tidak akan dapat menikmatinya karena kebutuhan koneksi internet yang begitu tinggi.

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…