Review Mouse Gaming Armaggeddon G13 AlienCraft II: Fleksibel dan Adaptif!

Reading time:
September 11, 2012
Mouse gaming Armaggeddon G13 AlienCraft II

Peripheral pendukung memang menjadi salah satu kunci terbaik untuk mendapatkan pengalaman gaming yang lebih maksimal, terutama bagi Anda yang menjadikan PC sebagai platform gaming utama. Banyak produsen yang merilis perangkat mouse dan keyboard khusus dengan berbagai fitur dan fungsi tambahan sebagai jajaran produk gaming mereka. Kami sendiri sempat memperkenalkan beberapa produk ini dan membahas kekurangan dan kelebihan yang mereka tawarkan. Kali ini kita kedatangan kembali sebuah peripheral paling utama yang tidak mungkin terlewatkan – sebuah mouse gaming yang memang dikhususkan untuk gaming. Ucapkan selamat datang kepada Armaggeddon G13 AlienCraft II.

Sudah bukan rahasia lagi jika sebagian besar perangkat gaming, terlepas dari produsen yang berada di balik layarnya, selalu datang dengan fitur dan fungsi yang hampir sama satu sama lain. Fungsi dan fitur yang mulai tumbuh sebagai sebuah standar “kelayakan”  untuk sebuah produk sebelum dapat mengemas nama gaming di dalamnya. Hal yang tidak berbeda juga terjadi pada Armaggeddon G13 AlienCraft II ini. Oleh karena itu, selain fitur, kenyamanan tentu menjadi salah satu point utama yang patut untuk diperhatikan. Mampukan G13 AlienCraft II ini membuktikan diri? Apa yang membuat kami menyimpulkannya sebagai sebuah perangkat mouse gaming yang fleksibel? Review ini akan mengupasnya lebih dalam untuk Anda.

Desain dan Fitur

Pertama kali melihatnya, G13 AlienCraft II memang memperlihatkan kesan yang bulky dan kokoh. Namun ia tetap tampil ergonomis dan nyaman.
Anda akan melihat cukup banyak indikator yang merepresentasikan status mouse saat ini, dari profile yang sedang digunakan hingga indikator baterai. Semua ditampilkan dalam bentuk lampu dan warna.

Dilihat secara sepintas, mouse gaming Armageddon G13 AlienCraft II ini memang tidak memperlihatkan desain yang kompleks dan terlihat jauh lebih sederhana dibandingkan mouse gaming serupa. Tidak ada tombol dalam jumlah masif yang dipersenjatai di setiap sisinya. Walaupun demikian, desainnya sendiri cukup memperjelas identitanya sebagai sebuah mouse gaming. Bentuknya sendiri memang meninggalkan kesan bulky yang kentara di awal Anda melihatnya, namun tetap ergonomis. Kesan kokoh akan langsung Anda dapatkan ketika menggenggamnya. Ada beberapa indikator yang akan membantu Anda mendapatkan gambaran akan status G13 AlienCraft II ini, terutama dengan kesempatan untuk melakukan beragam modifikasi fungsi dalam beberapa profile khusus. Ini akan memastikan Anda tidak akan kebingungan.

Seperti halnya sebagian besar mouse gaming yang tersedia di pasaran, Armaggeddon G13 AlienCraft II tentu datang dengan beberapa fungsi “standar” yang dibutuhkan untuk bermain game. Sejumlah tombol makro dan pilihan profile menyediakan pilihan modifikasi fungsi yang luas sesuai keinginan Anda. Tidak hanya itu saja, Anda juga diberikan kesempatan untuk menentukan sensivitas pergerakan horizontal dan vertikal yang Anda butuhkan. Dengan desain dan fitur seperti ini, AlienCraft II secara teoritis memang dibangun untuk menangani setiap genre game yang dilemparkan kepadanya. Kesederhanaan fitur dibalut dengan kepadatan fungsi yang mampu ia munculkan menjadi kombinasi yang terasa tepat. Tidak hanya itu saja, ia juga datang dengan beberapa fitur lain yang pantas untuk diperhatikan. Apa saja?

Fitur apa saja yang ditawarkan oleh Armageddon G13 AlienCraft II ini?
  • 11 Macro-programmable buttons
  • 5 Macro profiles
  • On-board memory
  • Independent X and Y CPI adjustments
  • Instant plug and play
  • Long lasting lithium ion battery with battery life indicator
  • Dual usage – wireless and wired mode
  • Maximum Sensitivity of 5600 CPI

Armaggeddon G13 AlienCraft II, Seberapa Nyaman?

Armaggeddon G13 AlienCraft II, seberapa nyaman?

Kini kita memasuki pertanyaan inti, seberapa nyaman Armaggeddon G13 AlienCraft II ini mampu menghasilkan pengalaman PC gaming yang lebih maksimal? Desain tentu menjadi fokus perhatian yang paling utama. Terlepas dari bentuknya yang terkesan bulky, AlienCraft II terhitung ergonomis, dengan kepastian untuk mendapatkan semua tombol yang Anda inginkan hanya dalam jangkauan jari. Walaupun tidak menghadirkan kesempatan untuk memodifikasi berat yang ada, AlienCraft II datang dengan berat yang terhitung nyaman, setidaknya untuk memastikan grip yang lebih mantap dan kuat. Secara fisik, ia menawarkan kepastian untuk dapat menikmati game-game PC kesayangan Anda dalam waktu yang lama. Setidaknya Anda tidak akan cepat lelah karenanya.

Berfokus pada fungsi yang lebih detail, Armaggeddon G13 AlienCraft II menawarkan 11 tombol yang dapat dimodifikasi dengan fungsi makro yang ada. Dengan 5 profile yang disediakan, ini berarti kesempatan untuk mendapatkan puluhan sequence perintah hanya dalam jangkauan jari saja, cukup untuk memenuhi semua kebutuhan perintah game dalam genre apapun. Kehadiran on-board memory juga menjadikan AlienCraft II sebagai teman gaming yang terhitung mobile, dimana Anda tidak perlu lagi disibukkan dengan kebutuhan untuk terus menerus melakukan setting ulang setiap kali berpindah PC. Salah satu kelemahan yang cukup terasa mungkin ada pada indikator profile yang hanya ditunjukkan lewat warna lampu pada mouse tanpa interface di layar sama sekali. Ini berarti Anda harus mengingat dan menghafalkan asosiasi warna lampu dengan pilihan profile yang ada sebelum mampu menguasai mouse ini sepenuhnya. Untungnya, Armaggeddon G13 AlienCraft II menghadirkan UI driver yang cukup mudah untuk dikuasai dan dimodifikasi.

11 tombol makro dan 5 profile? Lebih dari cukup untuk memenuhi setiap kebutuhan gaming Anda, terlepas genre apapun yang sedang Anda hadapi.
Sayangnya, tidak ada interface di layar yang akan memperlihatkan status profile AlienCraft Anda saat ini. Satu-satunya sumber informasi hanyalah warna yang berasosiasi dengan satu profile. Jadi, sebelum Anda dapat memaksimalkan mouse ini, Anda harus mengenal dan mempelajari warna dan profile ini terlebih dahulu.
Untungnya, UI driver yang mudah untuk dikuasai akan sangat membantu Anda. Tidak hanya sekedar menentukan makro saja, tetapi juga mengatur sensivitas setiap sumbu gerakan, sesuai dengan yang Anda inginkan.

Tidak mantap rasanya jika kita membahas sebuah mouse gaming tanpa menjajalnya secara langsung di “medan perang” yang sesungguhnya. Untuk itu, kami memilih tiga game dari tiga genre utama: DC Universe Online untuk MMORPG, DOTA 2 untuk MOBA, dan Counter Strike: Global Offensive untuk FPS. Sensitivitas dan akurasi gerakan yang mumpuni tentu menjadi kebutuhan yang paling mendasar untuk memastikan Anda mampu tampil memesona dalam game FPS. Sesuatu yang tidak sulit untuk ditaklukkan oleh mouse yang satu ini. Kami bahkan sempat memodifikasi sedikit sensivitas sumbu Y untuk mendapatkan probabilitas headshot yang lebih besar ketika mengarahkan mouse dalam kecepatan tinggi. Performa yang memuaskan.

Lantas bagaimana dengan DC Universe Online dan DOTA 2? MMORPG terhitung sebagai genre yang paling unik untuk menjajalnya. Alih-alih berfokus pada sensivitas dan akurasi gerakan, MMORPG lebih menuntut pada efisiensi dan efektivitas penggunaan makro. Sementara di sisi lain, MOBA menjadi genre yang membutuhkan kedua hal tersebut. Armaggeddon G13 AlienCraft II menyelesaikan kedua tantangan ini dengan cukup mudah. 11 tombol yang dapat dikustomisasi dengan 5 pilihan profile menyediakan lebih dari cukup fungsi perintah yang Anda butuhkan untuk memastikan permainan yang lebih maksimal di kedua genre ini. Armaggeddon G13 AlienCraft II telah berhasil membuktikan diri bahwa dirinya pantas untuk menyandang predikat sebagai sebuah mouse gaming, tidak hanya dari desain dan fitur yang ia tawarkan, tetapi performanya secara langsung di dalam setiap genre game yang kami lempar untuknya.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…