Zynga Balik Menuntut Electronic Arts

Reading time:
September 19, 2012
zynga logo1

Saling menuntut di pengadilan atas hak dagang tertentu tampaknya tidak hanya terjadi di dunia smartphone. Persaingan panas sekelas Samsung melawan Apple kini juga terjadi di industri game, antara dua perusahaan publisher raksasa – EA dan Zynga. EA menuntut Zynga terkait salah satu game sosialnya yang dianggap mencuri konsep dan visualisasi The Sims Social milik EA. Beberapa bukti sudah diluncurkan dan EA kini berada di atas angin, dengan probabilitas yang besar mampu memaksa Zynga untuk menarik The Ville, salah satu game Facebook mereka yang populer. Namun nyatanya, Zynga tampaknya tidak akan menyerah begitu saja dan membiarkan EA menang. Mereka justru berbalik menuntut Electronic Arts untuk sebuah alasan, yang boleh terbilang tidak masuk akal.

Zynga memang harus diakui berada dalam kondisi terburuknya saat ini. Ia harus berhadapan dengan harga saham yang jatuh, ekskekutif yang kabur, serta keuntungan yang jatuh, di luar tuntutan hukum EA yang “mengancam”. Bereaksi terhadap tuntutan ini, Zynga justru mengajukan tuntutan balik kepada Electronic Arts. Alasannya? Zynga menuduh EA telah melakukan praktik bisnis yang tidak kompetitif dan berada di luar jalur hukum, serta mengancam karyawan mereka. Sebuah tuntutan yang menurut juru bicara EA  – John Reseburg tidak masuk akal. Reseburg menyatakan bahwa Zynga lebih baik menyelesaikan masalah pekerja mereka yang kian menyusut daripada mengajukan tuntutan hukum untuk mendapatkan lebih banyak uang.

sims social vs the ville
Pertarungan antar dua developer ini puan kian memanas. Siapa yang akan memenangkannya?

Ini bukanlah kali pertamanya Zynga harus berhadapan dengan tuntutan hukum karena game yang dirasakan memiliki kemiripan yang identik dengan game-game kompetitornya. Namun dengan semua masalah yang kini sedang mereka hadapi, Zynga memang harus diakui, berada dalam posisi yang berbahaya. Apakah tuntutan balik ini akan membantu Zynga mendapatkan kembali posisi mereka? Ataukah ini justru akan menjadi akhir bagi perusahaan publisher yang satu ini?

 

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

July 3, 2024 - 0

Review Wuthering Waves: Penuh Pasang dan Surut!

Apa yang ditawarkan oleh Wuthering Waves? Mengapa kami menyebutnya sebagai…
June 28, 2024 - 0

Impresi Zenless Zone Zero (Build Terbaru): Lebih Cepat, Lebih Ketat!

Kami berkesempatan menjajal build terbaru Zenless Zone Zero. Apakah kami…
June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…

PlayStation

June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…