Review Battlefield 3: Aftermath (DLC)

Reading time:
December 7, 2012
battlefield 3 aftermath

Setelah berhasil tampil memukau lewat tiga DLC utama sebelumnya: Back to Karkand, Close Quarters, dan Armored Kill yang hadir dengan kekuatan uniknya masing-masing, DICE kini kembali dengan DLC terbaru – Aftermath untuk Battlefield 3. Tema besar yang diusung kali ini sesuai dengan nama yang digunakan oleh DLC ini sendiri – Aftermath, yang mendefinisikan konsekuensi atau efek yang terjadi setelah sebuah event yang tidak menyenangkan terjadi. Tema inilah yang mengitari keseluruhan DLC terbaru Battlefield 3 ini, dimana kota-kota terpenting Irak pasca gempa menjadi setting pertempuran utama. Ada segudang hal baru, dari sisi senjata, mode, dan tentu saja map yang ditawarkan. Sebuah konsep yang tentu saja diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang lebih unik untuk multiplayer Battlefield 3 yang masih bertahan hingga saat ini. Lantas, hal baru apa saja yang membuat DLC ini pantas untuk dilirik?

Please Welcome the Deadly Crossbow!

Epicenter 24
Ucapkan selamat datang kepada Crossbow, senjata baru yang menjadi identitas utama DLC terbaru – Aftermath ini.
Talah Market 37
Dengan physics senjata dan peluru DICE yang seringkali dipuja, gamer tentu harus membiasakan diri sebelum dapat menguasai Crossbow ini secara maksimal. Panah yang Anda sematkan tentu tidak akan meluncur lebih cepat daripada peluru, sehingga lebih rentan pada gaya gravitasi. Apalagi jika Anda menggunakan scope lebih besar dan mulai mengincar para musuh di kejauhan.

Salah satu fitur yang paling dinantikan dari DLC Aftermath ini adalah kehadiran senjata Crossbow, yang saat ini memang sedang menjadi tren unik di industri game. Seperti Crossbow yang Anda temukan di game-game FPS yang lain, senjata dengan anak panah ini memang didesain untuk membunuh secara diam-diam, tanpa menarik perhatian dan meninggalkan jejak. Namun physics peluru dan senjata yang menjadi kekuatan DICE memang menuntut Anda untuk beradaptasi dengan Crossbow, yang tentu saja tidak mungkin meluncur lebih cepat daripada peluru ketika ditembakkan. Oleh karena itu, gaya gravitasi akan mudah menariknya ke tanah, apalagi ketika target Anda berada di lokasi yang terhitung cukup jauh. Anda tidak bisa menerapkan jarak tembakan sniper atau senjata mesin di senjata yang satu ini. Walaupun dapat membunuh hampir semua musuh dengan hanya 1 kali tembakan, namun crossbow membutuhkan akurasi super tepat untuk dapat menghasilkan efek yang Anda inginkan. Dikategorikan sebagai gadget, dan bukannya primary atau secondary weapon, Crossbow juga datang dengan varian panah untuk berbagai efek dan tujuan.

Hunting Senjata di Scavenger Mode

Talah Market 7
Scavenger mode bukanlah sebuah mode terpisah, tetapi terintegrasi ke dalam beberapa mode popular multilplayer Battlefield 3. Alih-alih membawa stok senjata sejak awal permainan, Anda kini dituntut untuk mencari senjata lebih kuat yang tersebar di sekitar area. Setiap dari Anda hanya akan dibekali sebuah handgun di awal permainan.
Talah Market 33
Semua senjata yang Anda temukan tentu saja lebih baik daripada mengandalkan sebuah handgun belaka. Namun ingat, setiap senjata yang Anda temukan hanya memuat 1 magazine yang terbatas. Oleh karena itu, pastikan diri untuk menggunakannya seefektif mungkin. Mobilitas adalah kunci terpenting.

Untuk menghasilkan varian permainan yang baru dan lebih menyegarkan, DICE juga menyuntikkan sebuah mode baru di DLC Aftermath ini – Scavenger. Mode yang terintegrasi ke dalam mode permainan yang ada ini tidak hanya menuntut Anda untuk sekedar berburu, membunuh, atau menguasai teritori tertentu, Scavenger menawarkan sebuah tantangan baru. Setiap dari Anda hanya akan dibekali dengan sebuah handgun sebagai modal di awal permainan, tanpa diperbolehkan untuk menggunakan secondary weapon, gadget, maupun perk sama sekali. Seperti nama modenya, satu-satunya cara untuk mendapatkan senjata yang lebih kuat hanyalah dengan berburu dan mencarinya di seluruh area pertempuran yang ada. Kemunculan senjata baru akan ditunjukkan dengan sebuah tanda panah biru untuk memperlihatkan posisinya secara jelas. Namun ingat, setiap senjata yang Anda dapatkan hanya dibekali dengan 1 magazine saja, sehingga Anda dituntut untuk terus bergerak mencari senjata baru dan memanfaatkan senjata yang didapatkan seefektif mungkin. Dengan adaptasi mekanisme seperti ini, permainan memang berjalan lebih dinamis.

Empat Map Baru: Pertempuran Dalam Kota

Dengan setting utama Irak setelah bencana gempa bumi yang dahsyat, DICE menyediakan empat map baru untuk merepresentasikan kondisi katastropik yang menjadi identitas utama dari DLC Aftermath yang satu ini: Azadi Palace, Epicenter, Markaz Monolith, dan Talah Maket. Gersang dan kesan gurun khas Timur Tengah memang akan menjadi bumbu dari setiap map ini, disamping kehancuran, puing-puing, dan tremor yang akan sering Anda temui. Namun secara mengejutkan, desain ini ternyata menjunjung perang dalam kota yang terhitung dinamis. Map favorit kami? Epicenter dan Markaz Monolith akan menjadi alasan ekstra bagi Anda untuk mencicipi Aftermath. Markaz Monolith memungkinkan Anda mencicipi pengalaman perang kota yang sesungguhnya. Gedung-gedung tinggi yang ada bukanlah sekedar hiasan belaka, tetapi mampu menjadi tempat recon atau sniping yang mumpuni. Kerjasama team tentu saja menjadi elemen yang semakin krusial. Untuk membantu Anda mendapatkan gambaran tentang keempat map terbaru ini, kami menyediakan screenshotnya untuk Anda.

Epicenter

 

Epicenter 13 Epicenter 14 Epicenter 22 Epicenter 26 Epicenter 29 Epicenter 33 Epicenter 37 Epicenter 60 Epicenter 65 Epicenter 71

Azadi Palace

 

azadi palace 1 azadi palace 4 azadi palace 11 azadi palace 14 azadi palace 19 azadi palace 30 azadi palace 35 azadi palace 49 azadi palace 50 azadi palace 60

 

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 23, 2021 - 0

Review Death Stranding – Director’s Cut: Paket Baru Definisi Tinggi!

Antara Anda benar-benar menyukainya atau benar-benar membenci apa yang ia…
September 22, 2021 - 0

Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang…
September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…