Pakistan Melarang Penjualan Black Ops II dan Warfighter

Reading time:
January 28, 2013
Medal of Honor Warfighter 91

Sebagai sebuah industri yang mendasarkan diri pada kreativitas, video game memang memiliki kebebasan untuk menciptakan ragam konten yang ia inginkan, dalam berbagai bentuk, genre, plot, hingga setting, baik fiksi maupun didasarkan pada dunia nyata. Tidak jarang karena hal tersebut, ia bersinggungan dengan kepentingan lain yang justru melihatnya sebagai sesuatu yang mengancam dan membahayakan, bahkan di tingkat pemerintahan sekalipun. Beberapa sensor dan larangan diterapkan untuk mencegah game yang dianggap memuat agenda tertentu dirilis. Seperti yang dilakukan oleh Pakistan saat ini.

Terlepas dari reaksinya yang harus diakui “terlambat”, Pakistan akhirnya memutuskan untuk melarang penjualan dua game FPS populer di tahun 2012 silam – Medal of Honor: Warfighter dan Call of Duty: Black Ops II. Alasannya? Pakistan melihat kedua game ini sebagai bagian “perang psikologis” yang dilancarkan oleh pihak Barat untuk mempengaruhi pikiran kaum muda Pakistan sehingga membenci negara mereka sendiri. Seperti yang kita tahu, kedua game tersebut memang memuat konten gameplay yang memosisikan Pakistan sebagai negara teroris. Atas alasan inilah, pemerintah Pakistan mengancam akan memberikan sanksi yang tegas bagi toko game yang menjual maupun gamer yang membeli kedua game yang satu ini.

Medal of Honor Warfighter 149
Stop potraying us as terrorist, maybe?

Electronic Arts dan Activision sendiri belum memberikan komentar apapun terkait hal ini. Kejadian sensor dan larangan penjualan ini memang bukan pertama kalinya terjadi di industri game, dan beberapa negara sudah menempuh hal yang sama. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah sensor seperti ini termasuk kebijakan yang normal atau justru terlihat berlebihan?

Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…