Ubisoft Hidupkan Kembali Killing Day?

Reading time:
January 15, 2013
killing day

Sebagian dari Anda mungkin tidak familiar dengan nama Killing Day sebagai sebuah video game sebelumnya. Sebuah fakta yang tidak mengherankan mengingat bahwa eksistensi game ini sebenarnya juga masih dipertanyakan. Ubisoft sempat memperkenalkan game ini  8 tahun yang lalu, tepatnya di ajang E3 2005 silam. Berhasil memukau publik yang mengantisipasi sepak terjang sang karakter utama penuh tato ini, eksistensi Killing Day tiba-tiba tenggelam begitu saja. Ubisoft tidak pernah lagi menyinggung atau bahkan memberikan update terbaru tentang game action yang satu ini. Benarkah mereka sudah menyerah? Ternyata tidak.

Sebuah berita menarik meluncur dari pendaftaran paten yang baru dilemparkan oleh Ubisoft ke U.S. Patent and Trademark Office. Secara mengejutkan, mereka memasukkan game action dual-wielding gun yang mulai dilupakan oleh para gamer – Killing Day ke dalamnya. Walaupun tidak bisa dilihat sebagai konfirmasi bahwa game ini tengah dikembangkan, namun ini bisa menjadi indikasi positif bahwa Ubisoft belum menyerah untuk “menjual” game ini di masa depan. Ini bukan pertama kalinya Killing Day “dihidupkan” kembali, Ubisoft juga sempat menempuh proses yang sama di tahun 2009 silam. Namun sayangnya, tidak pernah ada konfirmasi maupun kejelasan kapan game ini akan tiba di tangan para gamer.

killing day1
Lewat pendaftaran paten yang ada, Ubisoft dipecaya tetap berencana untuk merilis Killing Day di masa depan. Sebuah game action dengan dual-wielding gun, masih relevankah dengan tren industri gaming saat ini?

Killing Day sendiri sempat direncakan sebagai sebuah game action eksklusif untuk Playstation 3. Apakah kebijakan ini tetap akan bertahan? Apakah Ubisoft akan mengubah gameplay konsep action dual-wieldingnya yang harus diakui mulai ketinggalan zaman jika dibandingkan game-game saat ini? Pertanyaan terbesar: apakah Ubisoft akan merilis game ini suatu saat di masa depan? Semua ini masih menjadi misteri tersendiri.

Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…