Review Headset Gaming Thermaltake Shock One: Memenuhi Semua Selera!

Reading time:
February 19, 2013

Thermaltake Shock One, Seberapa Baik?

Thermaltake Shock One 51
Thermaltake Shock One, Seberapa Baik?

Dilema, ini mungkin kata pertama yang menggambarkan kondisi kami ketika harus menjajal Thermaltake Shock One ini untuk beragam fungsi multimedia yang ada. Mengapa? Dua pilihan earpad yang ditawarkan di paket penjualannya datang dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Sang earpad busa memang menawarkan kualitas audio yang lebih baik dan mendetail, namun tidak begitu nyaman digunakan dalam waktu yang lama. Sementara di sisi yang lain, ear pad dengan bahan kulit sintetis bertolak belakang, kualitas audio yang tidak begitu baik namun akan membuat telinga Anda betah mengenakan Shock One ini dalam waktu yang lama. Namun setelah menimbang dan menilik preferensi pribadi, kami akhirnya lebih memilih untuk menjadikan earpad busa sebagai standar. Apalah arti sebuah headset yang nyaman digunakan namun tidak mampu menjalankan fungsi dasarnya, menawarkan audio dalam kualitas terbaik, bukan? Dengan menggunakan earpad yang lebih baik ini, kami menjajal Shock One dalam tiga tugas besar: musik, film, dan tentu saja, gaming.

Film

Sebuah film definisi tinggi memang memanjakan di sisi visual, namun tetap saja, ia membutuhkan sebuah audio device yang mumpuni untuk menangkap pengalaman yang tentu saja berusaha diwujudkan oleh sang sutradara, apalagi yang sekelas Christopher Nolan. Kami menjajal Thermaltake Shock One ini dengan versi HD 1080p dari film ambisius Nolan tahun lalu – The Dark Knight Rises. Walaupun mengusung sisi drama sebagai nilai jual utama, namun seri terakhir dari trilogi ini memang menawarkan sisi aksi yang tidak kalah kentalnya. Detail yang ditawarkan dari Shock One ini memang cukup untuk memanjakan telinga Anda, dari sekedar mendengar dialog menyentuh dari Alfred, atau mencicipi pertarungan tangan kosong antara Batman melawan Bane. The best part? Anda bisa mendapatkan pengalaman yang lebih signifikan dengan menghidupkan fitur DTS – movie dari driver yang ada. Ia akan memberikan boost pengalaman yang tidak kalah dengan yang Anda dapatkan di bioskop terdekat di kota Anda.

Musik

Untuk membuktikan dan mendapatkan gambaran yang lebih mendetail tentang kemampuan headset ini, kami juga menjajalnya dengan beragam genre musik yang ada. Daripada terpaku pada FLAC yang memang menawarkan kualitas yang lebih sempurna, kami memilih untuk menjajalnya di format yang lebih populer – MP3 128 kbps. Ada empat lagu yang dipilih: Baauer – Harlem Shake (Techno), X Japan – Rose of Pain (accoustic version), Steel Panther – Eye of A Panther (Metal), dan Buckethead – Jordan (instrumental). Menjajal setiap darinya dengan earpad kulit sintetis menjadi bencana tersendiri. Anda akan menemukan kualitas suara yang terkesan terperangkap, kacau, dan tanpa detail sama sekali, seolah tidak mencerminkan potensi Shock One yang sebenarnya. Begitu Anda menggantinya dengan earpad busa, Anda seolah menemukan pencerahan bagaimana seharusnya headset ini digunakan. Anda akan menemukan ruang suara yang cukup luas dan penuh detail untuk dinikmati. Walaupun harus diakui elemen bassnya masih terasa jauh lebih kentara, seperti yang kami temukan di Eye of A Panther dan Jordan. Namun untuk sekedar techno ataupun akustik, Shock One mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Salah satu yang cukup disayangkan adalah kehadiran preset pada driver yang tidak memberikan kontribusi signifikan sesuai dengan masing-masing mode. Pada akhirnya, kami lebih memilih untuk memilih “None”, “Jazz” atau “Classic”, terlepas dari genre apapun yang tengah kami nikmati.

Gaming

Momen kedatangan Thermaltake Shock One ini ke meja JagatPlay memang harus diakui sangat tepat. Bagaimana tidak? Bertepatan dengan dirilis game survival-horror Dead Space 3 dari Visceral Games yang memang terkenal karena kebutuhannya akan audio yang mumpuni, Shock One menemukan sang penantang yang tak dapat diremehkan. Lupakan preset gaming yang ia tawarkan dan tidak signifikan, kami langsung menjajalnya dengan setting yang juga kami terapkan di sisi film dan musik. Tidak perlu diragukan lagi, Shock One memperlihatkan kemampuannya sebagai sebuah headset gaming. Suasana horror yang tercipta dari suara, pekikan, atau sekedar kesunyian yang ada di Dead Space 3 direpresentasikan dengan sangat baik oleh Shock One ini. Ia melakukannya dengan sangat baik. Kami juga menjajal microphonenya ketika bertempur di DOTA 2 dan juga mampu tampil memuaskan.

Kesimpulan

Thermaltake Shock One 26
Thermaltake Shock One memang masih mampu membuktikan diri sebagai alternatif headset gaming yang cukup menarik untuk dilirik. Ia membuktikan diri sebagai perangkat yang adaptif untuk beragam selera gamer yang tentu saja, berbeda-beda. Pilihan earpad, driver, dan bentuk ringkasnya menjadi nilai jual tersendiri

Dari sisi desain dan kemampuan yang ditawarkan oleh Thermaltake Shock One, headset gaming ini memang layak untuk dilihat sebagai peripheral audio yang adaptif, setidaknya cukup untuk membuatnya sebagai ujung tombak bagi selera gamer yang berbeda-beda. Ia menawarkan dua jenis earpad yang bisa digonta-ganti dengan mudah, tergantung preferensi pribadi yang ada. Tidak hanya itu saja, ia juga menjadi pilihan bagi gamer yang mobile dan senantiasa ingin menjadikan Shock One sebagai jembatan multimedia dalam kondisi apapun. Anda bisa melipatnya secara langsung dan otomatis menjadikannya ringkas. Tidak hanya perangkat keras, Thermaltake juga menyediakan driver dengan berbagai macam preset untuk membantu gamer mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Sayangnya ada beberapa kekurangan yang pantas untuk dicatat dari Thermaltake Shock One ini. Keputusan untuk menjatuhkan pilihan pada USB sebagai satu-satunya konektor tentu membuatnya sulit untuk digunakan untuk perangkat multimedia portable yang sebagian tetap bertumpu pada jack 3.5mm. Ini seolah minihilkan fungsi lipatnya yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk hal ini. Kelemahan kedua? Tentu pada desain earpad dengan bahan kulit sintetisnya. Walaupun lebih nyaman digunakan untuk waktu yang lama, kualitas audio yang dihasilkan darinya bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Seolah tertahan dan memantul tanpa belas kasihan, earpad ini mengacaukan setiap detail suara yang ada, bahkan cukup untuk menjatuhkan kualitas yang tidak sesuai dengan harga Shock One ini. Untungnya, kesalahan ini dapat ditebus dengan earpad busa yang dapat diandalkan.

Terlepas dari semua kekurangan yang ada, Thermaltake Shock One memang masih mampu membuktikan diri sebagai alternatif headset gaming yang cukup menarik untuk dilirik. Ia membuktikan diri sebagai perangkat yang adaptif untuk beragam selera gamer yang tentu saja, berbeda-beda. Pilihan earpad, driver, dan bentuk ringkasnya menjadi nilai jual tersendiri.

Thermaltake Shock One sendiri dibanderol dengan kisaran harga USD 90.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…