Preview Aliens – Colonial Marines: Seperti Membuka Kapsul Waktu!

Reading time:
February 12, 2013

Disebut-sebut lebih dari 10 tahun yang lalu dan akhrinya jatuh ke tangan Gearbox Software dan SEGA di tahun 2006, nama Aliens: Colonial Marines memang telah menjadi legenda tersendiri. Terlepas dari beragam spekulasi dan rumor yang menyertainya selama lebih dari 6-7 tahun terakhir ini, informasi mengenai perkembangan terbaru Aliens: Colonial Marines memang selalu menarik perhatian. Bagaimana tidak? Sempat direncanakan akan dirilis untuk Playstation 2,beberapa penundaan bahkan gosip pembalan mewarnai seri Aliens ketiga yang ditelurkan oleh SEGA ini. Setelah penantian yang cukup lama, kesempatan untuk menjajal akhirnya tiba juga di depan mata. Aliens: Colonial Marines akhirnya dirilis secara resmi untuk Playstation 3, PC, dan XBOX 360.

Kesan Pertama

Bagaimana kesan pertama kami begitu menjajal Aliens: Colonial Marines ini lewat XBOX 360? Secara keseluruhan, pengalaman yang ditawarakan tak ubahnya seperti sedang membuka sebuah kapsul waktu yang sudah terkubur sangat lama. Bagi Anda yang tidak familiar dengan istilah ini, kapsul waktu sendiri merupakan tempat penyimpanan berbagai benda-benda kenangan dan penting, yang biasanya dikubur di dalam tanah untuk waktu yang cukup lama, dan kemudian dibuka di masa depan untuk sekedar mengembalikan sensasi nostalgia tertentu. Lantas, apa hubungannya dengan Aliens: Colonial Marines? Bukankah ini game FPS penuh aksi yang sama sekali tidak berhubungan dengan film drama atau romantis? Percaya atau tidak, konsep ini dapat menggambarkan dengan tepat apa yang akan Anda temukan di seri terbaru Aliens ini.

Lupakan semua klaim yang sempat dilontarkan oleh Gearbox Software terkait Aliens: Colonial Marines, apalagi menyangkut perihal kualitas visualisasi dan atmosfer horror yang sempat diberitakan, menjadi nilai jual utama. Menjajal Aliens: Colonial Marines untuk pertama kalinya, Anda akan berhadapan dengan sebuah game yang seolah disimpan dalam kapsul waktu dan baru diangkat hari ini. Apa pasal? Hampir semua elemen yang ditawarkannya mengindikasikan hal tersebut. Secara visual, ia sama sekali tidak memanjakan mata dan gagal untuk menunjukkan kualitas yang bisa diperbandingkan dengan game-game kompetitor yang baru saja dirilis. Ia terlihat seperti sebuah game yang merepresentasikan teknologi 8 tahun lalu, ketika para developer pertama kali melihat Playstation 3 ataupun XBOX 360 dan berusaha memaksimalkannya. Warna, tata cahaya, efek, animasi gerak, hingga desain karakter semakin memperburuk kesan tersebut.

Visualisasi memang bukanlah elemen tunggal yang dapat dijadikan sebagai patokan utama untuk menentukan kualitas sebuah video game. Tidak jarang sebuah game yang tidak mengusung kualitas grafis luar biasa, mampu tampil memesona lewat sisi cerita ataupun pengalaman yang ia tawarkan secara keseluruhan. Sayangnya, juga gagal ditawarkan oleh Aliens: Colonial Marines ini. Walaupun mengklaim diri sebagai sebuah seri sekuel untuk film Aliens yang begitu populer di Hollywood, Aliens: Colonial Marines gagal menawarkan sensasi yang sama. Desain lingkungan yang kaku, datar, dan terlihat “mati”, digabungkan bersama dengan AI allies ataupun musuh, Xenomorph maupun manusia, yang tidak menebarkan ancaman sama sekali membuatnya jatuh pada tingkat kegagalan yang fatal. Secara keseluruhan, JagatPlay sama sekali tidak terkesan dengan game yang sudah makan proses pengembangan selama bertahun-tahun. Gearbox seolah memaksakan diri untuk merilis sebuah game yang belum selesai dipoles dengan sempurna.

Namun kesan pertama bukanlah sebuah kesimpulan, apalagi Aliens: Colonial Marines masih menawarkan deret panjang pertempuran dan petualangan untuk kami jajal. Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami untuk memberikan sedikit gambaran lewat serangkaian screenshot fresh from oven di bawah ini. Sejauh ini, Aliens: Colonial Marines harus diakui, berada di posisi yang kritis, selangkah lagi untuk jatuh ke dalam lubang kekecewaan sama yang sempat disebabkan oleh Duke Nukem Forever di masa lalu. Oh Gearbox Sofware, Y U NO LEARN ANYTHING??!

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…