Assassin’s Creed 4 Dikecam Kelompok Pencinta Binatang!

Reading time:
March 7, 2013

ac 4 black flag

Belum dirilis dan sudah memicu kontroversi, Ubisoft tampaknya pantas mendapatkan pujian karena keberhasilan mereka memperkenalkan Assassin’s Creed 4: Black Flag kepada dunia. Perhatian ini ternyata tidak hanya datang dari para kelompok gamer yang sudah mengikuti franchise ini sejak awal kelahirannya, tetapi juga oleh kelompok awam dengan agenda tertentu. Beberapa detail pertama yang divisualisasikan lewat screenshot dan trailer perdana ternyata membuat Assassin’s Creed 4 berada di bawah radar kelompok pencinta binatang. Kisah bajak laut Edward Kenway ini pun langsung dikecam dan mendapatkan kritik keras. Apa pasal?

PETA memang bukanlah sebuah kelompok pencinta binatang “biasa”, mengingat tindakan ekstrim yang biasa mereka lakukan untuk mencapai agenda spesifik tertentu. Kali ini, Assassin’s Creed 4 lah yang menjadi korban. Yang dikritik? Anda mungkin masih mengingat salah satu screenshot yang memperlihatkan adegan perburuan paus di bawah pimpinan Edward Kenway. Walaupun secara historis, perburuan seperti ini memang menjadi pemandangan umum di abad ke-18 dan memang akurat merepresentasikan kegiatan para pelaut di era tersebut, PETA tetap tak bergeming. Dalam pernyataan resminya, PETA melihat adegan ini sebagai pendorong dan promosi untuk melakukan lebih banyak kekejaman dan pembunuhan binatang. Ini juga bukan kali pertamanya PETA melakukan kecaman yang sama terhadap industri game, dimana Call of Duty juga sempat menjadi sasaran di masa lalu.

black flag1
Adegan perburuan paus inilah yang dikecam keras oleh PETA. Alasannya? Ia dianggap mempromosikan kekejaman dan perburuan liar terhadap binatang.

Dari kacamata pribadi seorang gamer, tindakan PETA ini tentu saja sangat berlebihan dan tidak masuk akal. Apa pasal? Seperti klaim banyak orang awam yang mengasosiasikan game dan kekerasan, apa yang dilakukan oleh PETA ini juga tidak banyak berbeda. Berapa banyak dari Anda yang akan langsung tertarik untuk membeli kapal besar atau sekedar menjadi awaknya, mengarungi lautan luas selama berbulan-bulan, memegang harpoon, dan mulai menembak semua paus liar yang masih berenang luas di lautan? You are being irrational, PETA, like you always be..

Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…