10 Karakter Kulit Hitam Paling Keren di Video Game

heller1

“The black guy always dies first..”, harus diakui menjadi salah satu fenomena unik yang terjadi di sebagian besar film Hollywood yang bertebaran di pasaran. Terdengar aneh memang, namun menjadi fakta yang tidak bisa disangkal. Terlepas dari beragam etnis yang ditawarkan di bagian cerita, karakter yang berkulit hitam selalu menjadi korban yang pertama kali tewas begitu sebuah konflik mengancam nyawa hadir. Terlepas dari ada niat buruk rasis ataupun tidak di belakangnya, namun tren ini perlahan menjadi sesuatu yang layak untuk diantisipasi, tentu saja setiap kali situasi seperti ini hadir di layar lebar. Anehnya lagi, hal ini juga seringkali terjadi di industri game.

Untungnya, tidak semua pekerja kreatif jatuh pada usaha untuk terus mempopulerkan tren yang satu ini. Saat ini, karakter kulit hitam yang hidup di industri game justru menjelma sebagai salah satu representasi ketangguhan dan kerja keras, bahkan cukup untuk membuat mereka menjadi salah satu tulang punggung dari plot utama yang ditawarkan. Bagian terbaiknya? Beberapa bahkan diposisikan sebagai karakter utama, dengan karakteristik kepribadian yang bertolak belakang dengan sebagian besar stereotype yang sempat menyebar di masa lalu. Mereka mampu merepresentasikan desain dan kualitas karakter yang memorable, bahkan cukup untuk mencapai popularitas uniknya sendiri. Tidak hanya pria, tidak sedikit karakter wanita dengan ciri fisik sama yang juga berhasil melakukan hal ini.

Dari semua karakter kulit hitam yang ada, siapa sajakah 10 yang berhasil memperlihatkan identitas yang paling keren, terlepas dari posisinya sebagai karakter utama, sidekick, maupun villain? Jagat Play merangkumnya untuk Anda.

10. Lee Everett (Walking Dead)

lee everett1 lee everett

Sebagai game yang menitikberatkkan pada sisi cerita, gamer memang memiliki kebebasan untuk menciptakan karakter sebebas mungkin pada sosok Lee Everett. Namun pertarungannya untuk bertahan hidup, sekaligus menyelamatkan seorang anak yang bahkan belum pernah kenal sebelumnya – Clementine. Konflik dan beragam keputusan moral yang harus diambil oleh sosok yang satu ini memang menghasilkan dinamika tersendiri. Keterikatan emosional yang terbangun dengan karakter inilah yang membuatnya terlihat keren. Ia bukanlah sosok superhero yang bisa dengan mudahnya menundukkan setiap tantangan yang ada dan selamat dari segala macam ancaman. Fakta bahwa Lee Everett adalah sosok manusia biasalah yang membuatnya terlihat keren. Sisi manusiawi yang menjadi  daya tarik tersendiri.

9. Sheva Alomar (Resident Evil 5)

sheva alomar

sheva alomar1

Hidup di lingkungan yang keras ternyata membentuk kepribadian Sheva menjadi seseorang yang keras dan pantang menyerah. Hadir sebagai partner petualangan Chris di Resident Evil 5, Sheva telah membuktikan diri sebagai seorang companion yang dapat diandalkan. Kemampuannya untuk beraksi dan mengatasi setiap ancaman monster sama sekali tidak memperlihatkan kelemahannya sebagai seorang wanita. Kehilangan keluarga sejak kecil dan sempat bergabung dengan kelompok gerilya militan, Sheva mengembangkan kemampuan bela diri dan militer yang membuatnya menjadi rekan yang mumpuni untuk menghancurkan ancaman Uroborus. Satu hal lagi, karakter wanita berkulit hitam yang menjadi tokoh protagonis juga bukan sesuatu yang mudah Anda temukan di industri game.

8. Coach (Left 4 Dead 2)

coach1 coach

Dari semua franchise game yang ada, Left 4 Dead dari Valve boleh terbilang sebagai salah satu yang menyediakan cukup banyak karakter berkulit hitam sebagai karakter playable, bahkan sejak seri pertamanya. Latar belakang setiap karakter ini memang tidak dijelaskan secara rinci, hanya sekedar membawanya pada situasi yang mengharuskan mereka untuk bertahan hidup dari terjangan zombie yang terus hadir. Namun Anda sendiri bisa mendefinisikan perbedaan tiap karakter lewat voice acts dan dialog yang mereka cetuskan. Salah satu yang menjadi favorit kami? Tidak lain dan tidak bukan adalah si bongsor – Coach. Pria kulit hitam yang sempat bekerja sebagai guru kesehatan dan koordinator tim football di masa lalu ini memang terlihat lebih tangguh dibandingkan dengan karakter kulit hitam Left 4 Dead lainnya.

7. Zasalamel (Soul Calibur Series)

zasalamel

zasalamel1

Tidak ada hal yang akan membuat Anda terlihat lebih garang dan menyeramkan daripada sebuah sabit besar nan tajam yang senantiasa Anda pikul. Impresi pertama yang dihadirkan oleh sosok Zasalamel ini memang begitu kuat, apalagi dikombinasikan dengan move set-nya yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menghasilkan damage dalam jumlah besar. Namun kisah hidup Zasalamel lah yang membawanya masuk ke dalam list yang satu ini. Berbeda dengan agenda karakter lain yang mencari Soul Calibur untuk mencapai dominasi dunia atau kekuatan yang besar, Soul Calibur adalah pintu gerbang utamanya untuk mendapatkan kedamaian. Hidup dan terus bereinkarnasi sembari mempertahankan memori masa lalu yang ada, Zasalamel tidak pernah bisa sepenuhnya “mati”. Hidup selama beberapa generasi dan menjajal segala macam metode kematian yang tidak pernah berhasil, Soul Calibur dipandangnya sebagai kunci untuk mengakhiri hidup selamanya.

6. Carl Johnson (GTA: San Andreas)

cj1

cj

Tinggal di ghetto, CJ – sang tokoh protagonis utama di GTA: San Andreas seolah hidup dalam stereotype yang melekat kuat pada komunitas kulit hitam Amerika. Dibesarkan tanpa ayah dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di jalanan, CJ bergabung ke dalam salah satu geng yang cukup berpengaruh di San Andreas – Los Santos. Hidup dalam dunia kriminal yang kelam dan penuh ancaman, CJ berhasil mengatasi setiap ancaman yang berusaha mengakhiri hidup dan “keluarga” besarnya, tidak hanya dengan senjata, tetapi juga kemampuan memimpin dan keberanian yang belum ada bandingannya di Los Santos. Loyal, berani, dan berbahaya, CJ seolah memuat semua elemen yang akan secara otomatis membuatnya terlihat keren.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…