Hijrah ke VGA yang Lebih Baik!

Reading time:
May 27, 2013

Pengujian teknis dilakukan oleh Gatot Tri Yuwono

 

key image feat image nvidia1

Visualisasi selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman menikmati sebuah game PC. Dengan kemampuan engine next-gen yang kian mampu menawarkan kualitas detail dan efek visual yang memanjakan mata, kebutuhan untuk menciptakan sebuah rig yang mumpuni menjadi sebuah syarat yang tidak bisa lagi diganggu gugat untuk memainkan game-game terkini. Dari semua komponen yang ada, graphic card menjadi ujung tombak untuk memastikan kebutuhan ini terpenuhi. Gamer dihadapkan pada dua alternatif pilihan: graphic card terintegrasi atau add-on. Masing-masing tentu hadir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sistem dengan graphics card terintegrasi merupakan salah satu incaran utama sebagian besar masyarakat Indonesia yang ingin membangun sebuah sistem dengan harga murah. Graphics card terintegrasi keluaran terbaru memang berbeda dengan graphics card terintegrasi beberapa tahun yang lalu. Tidak hanya berfungsi menampilkan konten display ke monitor, graphics card terintegrasi juga dapat diandalkan untuk melakukan tugas lainnya seperti menjalankan game keluaran terbaru atau mengakselerasi proses pada aplikasi tertentu.

 

nvidia 022

Walaupun sudah menawarkan kemampuan seperti itu, ternyata sebagian besar pengguna masih merasa kurang puas pada kemampuan graphics card terintegrasi mereka. Selain terbatas dari segi kemampuan pengolahan grafis dibandingkan graphics card add-on, graphics card terintegrasi tipe tertentu memiliki feature yang terhitung terbatas jika disandingkan dengan performa dan feature yang ditawarkan oleh sebuah graphics add-on. Dengan begitu banyak keuntungan yang bisa diperoleh, menjadi hal yang masuk akal bagi gamer PC untuk lebih mempertimbangkan opsi graphic card add-on.

nvidia 031

 

Dengan menambahkan graphics card add-on pada sebuah sistem memberikan beberapa keuntungan tersendiri. Tidak hanya membuat sistem memiliki performa lebih baik di aplikasi tertentu, sistem kini memiliki cadangan memori lebih besar sehingga sistem dapat mengeluarkan performa terbaiknya. Hal ini tentu saja berbeda dengan graphic terintegrasi yang terhitung “lemah” dan terbatas yang membuat gamer harus menempuh satu konsekuensi fatal – merendahkan kualitas visualisasi yang ada untuk memastikannya tetap nyaman dimainkan. Sebuah keputusan yang tentu saja tidak ingin diambil oleh gamer manapun.

nvidia pic

 

“Sebuah graphic card add-on? Ini tentu akan menjadi tambahan yang menguras uang”, ini mungkin menjadi salah satu salah satu mitos yang seringkali didengungkan oleh para gamer PC. Namun tahukah Anda, bahwa tidak sedikit graphic card add-on ditawarkan dalam harga terjangkau dengan peningkatan performa yang terhitung signifikan? NVIDIA bahkan menawarkan beberapa varian untuk kategori yang satu ini. Anda bisa memilih satu di antara beberapa alternatif yang ada, di antaranya terdapat GeForce GT 420, GeForce GT 630, dan GeForce GT 640 dari NVIDIA.

GeForce GT 420 merupakan pilihan paling terjangkau dimana graphics card ini sudah bisa didapatkan pada kisaran harga 400 ribuan rupiah. Selain sudah mampu menawarkan performa gaming tinggi di kelasnya, graphics card tersebut juga sudah dapat diandalkan untuk mengakselerasi proses dari aplikasi tertentu seperti transcoding video, playback video resolusi tinggi, dan masih banyak lagi. Sementara itu GeForce GT 630 yang sudah bisa didapatkan pada kisaran harga 500 ribuah rupiah, menawarkan performa gaming lebih baik dari GeForce GT 420 dan mampu mengungguli graphics card terintegrasi tipe tertentu. Sedangkan GeForce GT 640 yang sudah bisa didapatkan pada kisaran harga 800 ribuan rupiah menawarkan performa gaming paling tinggi berkat teknologi graphics card terbaru milik NVIDIA di dalamnya.

Di artikel kali ini kami akan memperlihatkan kepada Anda sampai sejauh mana perubahan yang didapatkan, terutama di sektor performa gaming, saat sebuah sistem dengan graphics card teritegrasi beralih ke graphics card add-on. Untuk graphics card terintegrasi pilihan kami jatuhkan kepada Intel HD Graphics. Sedangkan untuk graphics card add-on pilihan kami jatuh ke GeForce GT 640. Mari kita lihat ulasan lengkapnya berikut ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…