10 Momen Final Fantasy Paling Memorable!

Reading time:
June 24, 2013
10-momen-final-fantasy-pali

Final Fantasy adalah JRPG dan JRPG adalah Final Fantasy, kalimat perumpamaan ini bukanlah sesuatu yang berlebihan jika mengingat sepak terjang franchise yang satu ini di masa lalu. Lahir dalam berbagai platform lintas generasi, Final Fantasy adalah epitome dari sebuah RPG berkualitas. Menawarkan desain karakter, dunia, cerita, jalinan plot yang menggugah, dan inovasi gameplay yang terhitung signifkan dari setiap seri ke seri lainnya, hampir menjadi hal yang tidak mungkin bagi para penggemar JRPG untuk tidak jatuh cinta dengan game andalan Square Enix yang satu ini. Walaupun demikian, harus diakui, kualitas ini kian menurun, apalagi dengan keputusan Square untuk mengekspoloitasi petualangan Lightning di FF XIII secara berlebihan. Namun harapan untuk menikmati kembali sebuah seri Final Fantasy berkualitas tumbuh kembali setelah event E3 2013 kemarin, di pundak Final Fantasy XV.

Setelah berhadapan dengan seri yang harus diakui, kurang menggugah, pengenalan Final Fantasy XV yang terlihat menawarkan sesuatu yang berbeda menjadi momen yang tepat untuk menggali memori kembali, apa yang membuat franchise yang satu ini tidak tergantikan di dunia genre JRPG. Di masa ketika ia dikenal sebagai Squaresoft, Square Enix berhasil meramu Final Fantasy sebagai salah satu RPG yang tidak hanya menawarkan visualisasi dan gameplay yang luar biasa, tetapi juga kompleksitas cerita yang akan menangkap hati gamer JRPG manapun. Menariknya lagi, ia selalu dibalut dengan serangkaian momen memorable yang diramu untuk tidak hanya menguatkan sisi cerita, tetapi juga menangkap memori dan emosi gamer. Sebuah formula yang sangat efektif.

Dari semua seri Final Fantasy yang pernah dirilis di pasaran, momen paling memorable aja yang tidak mungkin dilupakan oleh gamer JRPG manapun?

10. Battle of the Gardens [Final Fantasy VIII]

battle of gardens ff8

Lupakan tentang akademi militer bernama Garden yang memang harus diakui, tidak menawarkan desain yang pantas untuk diancungi jempol. Namun siapa yang menyangka bahwa di balik markas dengan bentuk seperti keong ini, Squaresoft mampu meramu salah satu adegan paling ikonik di Final Fantasy VIII. Pertarungan antara Balamb dan Galbadia secara frontal meninggalkan kesan yang mendalam. Ini menjadi pertama kalinya gamer dapat melihat kekuatan kedua akademi ini, teknologi yang mereka usung, dan strategi serangan yang dilahirkan lewat pendidikan selama ini. Gameplay yang dibalut dengan pertempuran masif sebagai background dan musik yang menggugah, pertempuran antar kedua Garden ini meninggalkan kesan yang tidak mudah dilupakan.

9. Kefka’s Laugh (Final Fantasy VI)

kefka

Seorang badut seharusnya menjadi sumber kebahagiaan dan tawa, namun tidak untuk tokoh antagonis utama Final Fantasy VI – Kefka. Diakui sebagai salah satu seri Final Fantasy terbaik, VI memang masih mengusung tampilan grafis dua dimensi, namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi Squaresoft untuk mengembangkan sebuah cerita persahabatan, pengkhianatan, harapan, dan tragedi yang mendefinsikan arti sebuah game role-playing yang sesungguhnya. Dengan suara 16 bit yang muncul darinya, Square berhasil menguatkan sosok karakter Kefka dengan menyuntikkan suara tawa psikopatiknya yang memorable. Semuanya ia lakukan setelah menghabisi seluruh penduduk kota dengan tipu muslihat yang tidak mengenal belas kasihan. Tawa yang masih menjadi mimpi buruk bagi banyak gamer FF hingga saat ini.

8. Yuna’s Wedding (Final Fantasy X)

yuna wedding

Sebuah takdir yang malang, ini mungkin menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan hidup Yuna, heroine dari Final Fantasy X. Dilahirkan dari keluarga Summoner, Yuna yang masih muda, harus menjalani hidup dengan tanggung jawab keselamatan dunia di pundaknya. Perjalanannya untuk mencari dan mengumpulkan para Aeon hanyalah satu dari sedikit hal yang harus ia hadapi. Politik akhirnya memaksa Yuna untuk menikahi pria yang tidak ia cintai. Walaupun teman-temannya berjuang bersama untuk memastikan hal ini tidak terjadi, Anda bisa melihat kesedihan yang mendalam di mata Tidus ketika melihat ciuman terpaksa yang harus ia lakukan dengan Seymour. Menjatuhkan diri dari ketinggian dan selamat dalam genggaman Valefor, pernikahan ini adalah satu adegan paling ikonik di FF.

7. Angeal Vs Genesis Vs Sephiroth (Final Fantasy VII: Crisis Core)

genesis vs sephiroth

Pertempuran besar antara Cloud dan Sephiroth mungkin menjadi akhir dari seri pertama Final Fantasy VII yang sempat dirilis di Playtation dulu, namun di Crisis Core, bintang popularitas ini jatuh pada salah satu scene pertempuran paling epik dan destruktif yang pernah terjadi di Final Fantasy. Game eksklusif PSP ini memuat pertempuran antara tiga karakter penting yang mendefinisikan akar dari seri FF VII itu sendiri – Angeal, Genesis, dan Sephiroth. Pertempuran antara Soldier terbaik yang hadir dari gen Jenova ini berlangsung penuh dengan serangan-serangan mematikan yang mampu meratakan area dengan sangat mudah, terutama dari sisi Sephiroth sendiri. Tidak perlu diragukan lagi, pertarungan yang berlangsung elegan dan sekaligus brutal ini menjadi monumen baru di franchise Final Fantasy.

6. Eidolon Battle – Alexandria (Final Fantasy IX)

bahamut vs alexander

Apa yang membuat pertempuran besar di Alexandria Final Fantasy IX ini begitu menarik dan memorable? Satu alasan utama, karena ia akhirnya mewujudkan mimpi yang selama ini mewakili impian para gamer – melihat para summon terbaik di franchise ini bertarung satu sama lain dalam balutan FMV yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, fan service ini akhirnya meluncur di FF IX.  Tidak hanya Odin dan Atomos yang ditampilkan begitu destruktif, namun pertarungan antara dua summon paling populer di Final Fantasy – Bahamut Vs Alexander lah yang membuat FF IX sulit untuk dilupakan begitu saja. Pertarungan antara dua monster raksasa ini dipastikan mampu menggugah emosi penggemar Final Fantasy, apalagi mereka yang sudah mengenalnya sejak seri awal.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…