Pencipta Assassin’s Creed Tuntut Hukum Ubisoft

Reading time:
June 10, 2013

Masih ingatkah Anda dengan kasus yang sempat menimpa Patrice Desilets? “Takdir” uniknya bersama dengan Ubisoft memang menjadi fenomena yang menarik untuk dicermati. Keluar dari Ubisoft dan bergabung dengan THQ Montreal, Desilets kembali bergabung dengan Ubisoft setelah proses akuisisi yang dilakukan publisher tersebut setelah lelang THQ. Merantau dan kembali tidak lantas membuat hubungan Desilets dengan para eksekutif Ubisoft membaik, malah justru lebih buruk. Tanpa alasan yang jelas, ia dipecat secara tidak hormat, tanpa kesempatan untuk membela diri, bahkan mengucapkan selamat tinggal kepada tim-nya yang ditengarai tengah mengembangkan sebuah proyek baru. Kasus inilah yang akhirnya menyeret Ubisoft ke ranah hukum.

Tidak terima dengan perlakuan tidak hormat yang ia terima, Desilets akhirnya mengajukan Ubisoft ke meja hijau dengan beberapa tuntutan utama. Ia meminta hak intelektual untuk game yang tengah ia kembangkan – “1666”, menuntut Ubisoft untuk membayar ganti rugi atas kerusakan yang diakibatkan oleh pemecatan, serta meminta gaji dan berbagai biaya kerja lainnya yang ia akui belum dipenuhi. Ia meminta lebih dari USD 400.000 sebagai total kerugian inii. Ubisoft tentu saja menolak tuntutan ini dan menegaskan bahwa “1666” bukanlah ciptaan Desilets. Fakta bahwa progress yang ada tidak memenuhi ekspektasi publisher asal Perancis ini mengindikasikan pelanggaran kontrak. Oleh karena itu, Ubisoft siap untuk berhadapan dengan Desilets di pengadilan.

Merasa dirugikan, Desilets akhirnya membawa kasus pemecatan tidak hormatnya ke ranah hukum. Ia menuntut total ganti rugi sekitar USD 400.000 dengan hak intelektual atas proyek game yang tengah ia kembangkan – “1666”

Karena masalah yang satu ini, Ubisoft juga telah menegaskan akan menunda “1666”, walaupun tidak menyediakan informasi lebih lanjut tentang identitas game yang satu ini. Siapakah yang akan memenangkan perkara ini? Desilets atau Ubisoft? Kita tunggu saja lanjutannya.

 

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…