Review Splinter Cell – Blacklist: Memenuhi Antisipasi Fans!

Reading time:
August 29, 2013
Splinter Cell Blacklist (1)

Sulit dan mustahil untuk diselesaikan, kesan pertama inilah yang mungkin menghampiri benak para gamer yang sempat mencicipi Splinter Cell di masa awal kelahirannya. Franchise yang berputar pada kisah agen spionase – Sam Fisher ini memang membawa sebuah sensasi game stealth action murni, dimana ketepatan berpikir, strategi, dan analisa lingkungan memainkan peranan yang lebih penting daripada sekedar berjalan dan beraksi membabi buta. Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman, Splinter Cell justru jatuh pada pusaran tren mainstream dengan beberapa penambahan fitur yang membuat sisi aksinya terasa lebih kentara. Seperti yang terjadi dengan seri Conviction.

Tidak berlebihan rasanya jika ada sedikit rasa skeptis bagaimana Ubisoft akan mempresentasikan sang seri terbaru – Splinter Cell: Blacklist. Beberapa demo awal yang dirilis justru memperlihatkan Sam Fisher yang tidak segan untuk berperang terbuka, bahkan dengan dukungan misil untuk menjatuhkan korban secara masif sekaligus. Untungnya, Ubisoft tidak cukup “gila” untuk mengubah identitas Splinter Cell di versi final rilisnya. Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memiliki sedikit gambaran kasar akan Splinter Cell: Blacklist ini.

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh petualangan terbaru dari Sam Fisher ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang memenuhi antisipasi fans? Review ini akan mengupasnya lebih dalam.

Plot

Si jagoan tua - Sam Fisher kembali beraksi lewat Splinter Cell: Blacklist.
Si jagoan tua – Sam Fisher kembali beraksi lewat Splinter Cell: Blacklist.

Tiga tahun setelah pertarungan beratnya di Conviction, usia Sam Fisher yang kian menua tidak menghalangi fakta bahwa ia merupakan salah satu agen terbaik Amerika Serikat. Di bawah pimpinan sang Presiden sendiri, Fisher ditunjuk sebagai pemimpin dari sebuah unit counter-terrorism terbaru – Fourth Echelon yang memang dibentuk untuk menangkal semua ancaman bagi eksistensi Amerika Serikat sendiri. Tidak perlu menunggu lama, tantangan terbesar bagi Fourth Echelon sudah berada di depan mata.

Terorganisir rapi dengan jaringan dan informasi yang luas, serangan teroris baru dalam format baru menghantui Amerika Serikat. Sebuah kelompok yang menamakan dirinya sebagai “The Engineer” menggelar serangkaian rencana serangan yang mereka sebut sebagai “The Blacklist”, yang ditujukan untuk melumpuhkan beberapa sektor kehidupan Amerika. Tuntutan mereka tidak main-main, meminta Amerika untuk menarik semua pasukan militer mereka dari dua pertiga negara di seluruh dunia. Jika tidak dipenuhi? Berbagai serangan dengan ragam tema siap untuk menerjang dalam siklus waktu tertentu. Serangan terhadap pangkalan militer udara AS di Guam menjadi bukti keseriusan The Engineer.

Tiga tahun setelah event di Conviction, Fisher kini menjadi kepala Fourth Echelon - unit khusus baru.
Tiga tahun setelah event di Conviction, Fisher kini menjadi kepala Fourth Echelon – unit khusus baru.
Tidak perlu menunggu waktu lama untuk mengetest kepemimpinan Sam Fisher, Sebuah serangan teroris berhasil meluluhlantakkan markas militer AS di Guam.
Tidak perlu menunggu waktu lama untuk mengetest kepemimpinan Sam Fisher, Sebuah serangan teroris berhasil meluluhlantakkan markas militer AS di Guam.
Sekelompok teroris yang menamakan dirinya
Sekelompok teroris yang menamakan dirinya “The Engineer” mengancam keamanan Amerika Serikat lewat rangkaian teror yang mereka sebut sebagai “The Blacklist”
Fisher kembali terpanggil untuk mencegah hal ini terjadi.
Fisher kembali terpanggil untuk mencegah hal ini terjadi.

Sam Fisher pun terpanggil untuk kembali mengemban tugas patriotik yang tentu saja tidak akan mudah. Dengan markas mobile Fourth Echelon – sebuah pesawat raksasa bernama Paladin, Sam Fisher mulai mencari siapa saja yang bertanggung jawab atas eksistensi The Engineer dan tentu saja mencegah mimpi buruk The Blacklist tercapai.

Mampukah Sam Fisher melakukan hal ini? Siapa sebenarnya aktor di belakang The Engineer? Konspirasi seperti apa yang tengah terjadi? Semua pertanyaan ini dapat Anda jawab dengan memainkan Splinter Cell: Blacklist ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…