VGA CARD Tetap Merupakan Solusi Lebih Baik: NVIDIA® Meng-Upgrade GEFORCE® GT 630 Dengan 384 Core

Author
Jagat Play
Reading time:
September 18, 2013

(Advertorial by NVIDIA)

 

 

Teknologi komputer moderen mengarah ke konsolidasi dan untuk desktop, kini banyak fungsi utama yang tadinya dilakukan oleh beragam kontroler sekarang berada di dalam prosesor.

Meski demikian, hingga saat ini CPU dan GPU belum berhasil digabungkan dalam satu kesatuan. Intel telah bekerja keras meningkatkan kemampuan solusi grafis terintegrasi (IGP) mereka namun bahkan dengan peningkatan yang signifikan sekalipun, mereka masih kesulitan menyuguhkan pengalaman visual yang solid. Usaha yang sama telah dilakukan untuk meyakinkan banyak orang bahwa mereka telah menyuguhkan IGP yang cukup baik. Akan tetapi, seperti kita tahu, orang-orang yang peduli dengan sistem grafis akan sangat peduli dengan apa yang digunakan dalam sistem mereka. Jadi, untuk orang-orang yang benar-benar memainkan game 3D moderen, kesimpulannya tetap sama. Perhatikan grafik di bawah ini yang merupakan komparasi Intel HD4600 melawan NVIDIA GeForce GT 620 dan GeForce GT 630 Baru:

nvidia advert

Grafik di atas jelas menunjukkan perbedaan performa antara IGP dengan discrete GPU (VGA card), terutama terhadap NVIDIA GeForce GT 630 Baru yang mencapai 360% dan rata-rata lebih kencang 157%.

 

integrated vs gt 630

Secara visual, IGP dalam prosesor Intel juga tidak memiliki detail yang cukup baik untuk menyuguhkan pengalaman gaming yang baik. Perhatikan pada screenshot di atas dan akan terlihat bahwa ada banyak detail yang hilang saat menggunakan IGP. Jika game tersebut dimainkan dengan NVIDIA GeForce GT 630 Baru, detail tekstur dalam game, efek bayangan, dan pencahayaan tampak lebih jelas.

Game bukanlah satu-satunya aplikasi yang diuntungkan dengan adanya GPU terdedikasi (VGA card). Banyak aplikasi modern yang digunakan sehari-hari juga memanfaatkan akselerasi GPU dengan menggunakan NVIDIA® CUDA® core yang lebih banyak untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana. Perhatikan grafik di bawah untuk melihat apa saja aplikasi tersebut:

nvidia advert1

Sekali lagi, kita bisa melihat kondisi dimana GPU terdedikasi dari NVIDIA menampilkan performa lebih tinggi dibandingkan IGP Intel. Anda bisa berargumen bahwa bahkan dengan semua yang ditampilkan di sini, memilih menggunakan IGP akan menghemat belanja PC Anda. Perhatikan tabel di bawah ini:

nvidia advert2

Tabel ini menggambarkan jumlah memori yang didedikasikan pada tiap solusi. VGA card NVIDIA datang dengan memori 2GB untuk GeForce GT 630 dan 1GB untuk GeForce GT 620, keduanya berkecepatan 1800MHz. IGP Intel terkini hanya menggunakan 128MB dan meminjam memori dari sistem yang dapat meyita 512MB hingga 1GB dan bisa mengganggu performa sistem secara keseluruhan. VGA card NVIDIA juga memiliki memori yang lebih kencang dan menawarkan bandwidth dua kali lipat dibandingkan solusi IGP.

nvidia advert 3

Dalam tabel terdahulu sudah kami tampilkan harga dari kedua solusi tersebut. Jika didetailkan, beginilah dana yang dibutuhkan untuk memperoleh sistem-sistem yang diuji:

nvidia advert4

Bahkan dengan komponen yang lebih sedikit, sistem Haswell ternyata lebih mahal. Kami telah memilihkan pilihan harga termurah yang bisa ditemukan online. Dalam hal prosesor, Haswell i5-4430 adalah model termurah yang menggunakan IGP HD4600. Di sisi lain, Core i3-3220 generasi ke-3 dipasangkan dengan VGA card NVIDIA dapat diperoleh dengan harga lebih murah meski dalam pemaparan di atas jelas bahwa VGA card NVIDIA adalah pilihan yang lebih cerdas. GeForce GT 630 Baru mengalahkan IGP Haswell i5/i7 dalam hampir semua pengujian, bahkan GeForce GT 620 dapat mengalahkannya dalam aplikasi game. Untuk aplikasi sehari-hari dan multimedia, baik GeForce GT 630 maupun GeForce GT 620 mampu mengalahkan chip Haswell hingga 7x lebih cepat. Semua ini bisa diperoleh dengan dana lebih rendah dibandingkan jika membeli sistem Haswell.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…