Preview Battlefield 4: Kehancuran yang Memanjakan Mata!

Reading time:
October 30, 2013
battlefield 4

Persaingan antara dua franchise raksasa FPS di industri game – Call of Duty dan Battlefield memang semakin memanas di tahun 2013 ini. Tidak hanya persaingan klasik di sisi penjualan, kehadiran konsol next-gen juga memungkinkan kedua developer untuk mendorong game andalan mereka masing-masing hingga batas yang paling optimal. DICE sendiri menyiapkan segudang arsenal untuk memastikan proyek terbaru mereka – Battlefield 4 yang baru saja dirils tampil sebagai yang terbaik. Implementasi engine terbaru – Frostbite 3.0 dan segudang fitur di mode multiplayer menjadi identitas yang tidak terpisahkan dan sekaligus nilai jual utama. Setelah menahan rasa penasaran selama beberapa bulan terakhir ini, kesempatan untuk menjajal game ini secara langsung akhirnya hadir. Welcome, Battlefield 4!

Kesan Pertama

Pertanyaan pertama yang pasti menyelimuti sebagian besar gamer yang menantikan kehadiran game yang satu ini tentu saja menyangkut implementasi engine next-gen milik DICE – Frostbite Engine 3.0. Kesuksesan Frostbite 2.0 yang tampil begitu memukau di seri sebelumnya menjadi patokan seberapa signifikan engine ini telah berkembang. Hasilnya? Luar biasa. Detail yang muncul jauh lebih baik dengan pewarnaan yang terasa lebih halus menjadikan Battlefield 4 sebagai salah satu game dengan visualisasi terbaik di pasaran saat ini. Dirilis sebagai game multiplatform, current gen dan next-gen, menjadi opsi yang jauh lebih rasional untuk mencicipinya di platform yang lebih kuat, antara next-gen atau PC. Kualitas seperti ini tentu bisa tidak ditawarkan oleh teknologi lawas sekelas Playstation 3 dan Xbox 360, membuat engine ini terlihat sia-sia.

Seperti seri sebelumnya, Battlefield 4 juga menghadirkan campaign untuk memuaskan gamer yang memang mengindamkan kehadiran sebuah mode single player. Konflik antara tiga negara besar dunia – Amerika Serikat, China, dan Russia menjadi tema utama, dengan alur plot klise yang tentu tidak akan asing lagi bagi para penggemar game military shooter. Seberapa baik? Beberapa jam ala permainan, selain visualisasi dan desain setting yang pantas untuk diacungi jempol, mode campaign ini masih belum mampu menunjukkan tajinya. Karakter yang kurang kuat dan menggugah, percakapan yang justru terkesan garing dan voice acts kaku membuat perasaan Anda terus merindukan sesuatu yang “wah” untuk terjadi. Dan sejauh kami memainkanya, rindu tersebut belum dijawab. Yang menarik, jauh lebih banyak elemen yang bisa Anda hancurkan dan picu di Battlefield 4 dibandingkan BF 3.

Pesona utama Battlefield 4 sepertinya memang jatuh pada mode multiplayer yang ia tawarkan. Tidak tanggung-tanggung, DICE menyediakan kurang lebih 10 buah map dengan beragam jenis terrain untuk dijajal, tentu masing-masing dengan fitur Levolution uniknya sendiri. Ia tetap menjadi pesona yang sulit untuk ditolak. Dalam waktu yang singkat, kami baru menjajal tiga buah map utama untuk mendapatkan sedikit gambaran dasar: Dawnbreaker, Flood Zone, dan tentu saja sang ikon – Paracel Storm. Perubahan cuaca dramatis di Paracel Storm menjadi primadona yang membuat kami berdecak kagum. Dipadukan setting Ultra yang bisa dicapai rig kami, Battlefield 4 menawarkan kehancuran dan keindahan di saat yang sama. Signifikansi Levolution dalam mengubah gaya permainan juga kami temukan di Flood Zone.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review dua mode ini – single player dan multiplayer (yang kemungkinan akan kami pisah menjadi dua artikel terpisah untuk memberikan in-depth review yang lebih baik), izinkan kami melemparkan segudang screenshot dari kedua mode tersebut untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran. Tentu saja, semua screenshot ini diambil dengan setting Ultra mentok kanan untuk memperlihatkan kualitas seperti yang mampu dihasilkan oleh Frosbite Engine 3.0. Kami juga kemungkinan besar akan memperlihatkan bagaimana  kualitas Battlefield 4 ketika digunakan langsung di tiga monitor sekaligus. Welcome to the new age of war!

Rig yang kami gunakan:

  • Prosesor: Intel Core i7 3960X @4.5 GHz
  • Motherboard: Intel DX79SI LGA2011 socket
  • Graphics Card:  Radeon R9 290X
  • Memory: 4x 2GB Kingston HyperX blu. (@1600 MHz; 1.65 V)
  • Power Supply: Corsair AX1200
  • CPU Heatsink: Corsair H100 (Fan Speed Minimum)
  • Casing: Corsair 500R (All Fan On)
  • Monitor: LCD Monitor 1920×1080
  • Input: Generic Keyboard and Mouse
  • OS: Windows 7 Ultimate 64-bit SP1

PS: Klik Gambar untuK Memperbesar

 

Battlefield 4 single player (12) Battlefield 4 single player (11) Paracel Storm (18) Battlefield 4 single player (35) Battlefield 4 single player (51) Battlefield 4 single player (64) Battlefield 4 single player (71) Battlefield 4 single player (76) Battlefield 4 single player (93) Flood Zone (1) Battlefield 4 single player (122)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…