Review Killzone – Shadow Fall: Ajang Pamer Visual Playstation 4!

Reading time:
January 15, 2014

Hal yang Sama di Mode Multiplayer

Seperti sebagian besar game FPS yang meluncur di pasaran, Killzone: Shadow Fall juga hadir dengan mode multiplayer.
Seperti sebagian besar game FPS yang meluncur di pasaran, Killzone: Shadow Fall juga hadir dengan mode multiplayer.

Hampir sebagian besar game FPS yang ditawarkan industri game selama beberapa tahun terakhir ini memang didesain tidak hanya untuk memesona di mode single player dengan segudang cerita dan dramatisasi yang ada, tetapi juga dalam ranah kompetitif dengan desain mode multiplayer yang selalu menemani beragam judul besar. Sebagai pendatang baru di generasi teranyar, tentu saja menarik untuk melihat konsep seperti apa yang ditawarkan oleh Guerilla Games di mode multiplayer Killzone: Shadow Fall. Apakah peningkatan performa yang lebih signifikan akan menghasilkan sesuatu yang inovatif? Sayangnya tidak.

Berbeda dengan Battlefield 4 yang hadir dengan map luas dan beragam kendaraan, Killzone: Shadow Fall lebih cenderung mengusung atmosfer petempuran jarak dekat, dengan ukuran map yang tidak terlalu besar.
Berbeda dengan Battlefield 4 yang hadir dengan map luas dan beragam kendaraan, Killzone: Shadow Fall lebih cenderung mengusung atmosfer petempuran jarak dekat, dengan ukuran map yang tidak terlalu besar.
Anda dapat memilih satu dari tiga kelas yang ditawarkan, masing-masing tentu dengan senjata, fungsi, dan perk yang berbeda-beda.
Anda dapat memilih satu dari tiga kelas yang ditawarkan, masing-masing tentu dengan senjata, fungsi, dan perk yang berbeda-beda.

Mode multiplayer Killzone: Shadow Fall menawarkan cita rasa sebuah game FPS kompetitif yang berfokus pada pertempuran jarak dekat. Seperti sebagian besar game FPS saat ini, pertempuran besar antara Helghan dan Vekta tetap menjadi tema utama, dengan sebagian besar map pertempuran didasarkan pada medan ikonik yang juga Anda temukan di single player. Konsepnya sendiri hampir serupa. Anda hanya harus memilih satu dari tiga kelas yang ada – Scout, Assault, dan Support, yang masing-masing akan mengemban kemampuan uniknya sendiri. Scout akan mampu berkamuflase untuk membunuh secara stealth, sementara Assault dibangun untuk berperan di garis depan. Dan seperti namanya, Support akan menjadi ujung tombak untuk memastikan alur pertempuran berjalan lebih lama, dengan membangun jalur supply, recon point, atau menghidupkan teammate lain yang berada di ujung krisis. Kustomisasi setiap kelas dengan senjata dan perk berbeda juga dimungkinkan.

Dari sisi teknis, Anda akan nyaman untuk menikmati mode multiplayer Killzone: Shadow Fall berkat dukungan framerate stabil dan kualitas visual yang ia tawarkan. Namun ada beberapa kekurangan yang cukup kami rasakan selama menjajalnya. Masalah pertama? Balancing. Ada beberapa senjata yang terasa overpower ketika digunakan, seperti Pnv06 Voltage yang terasa begitu mematikan di jarak dekat – maupun jauh, tanpa perlu berjuang untuk melemparkan serangan yang akurat. Masalah kedua? Jumlah pemain. Satu-satunya mode yang populer saat ini hanyalah “Team Deathmatch”. Berniat untuk memainkan mode yang lain? Bersiaplah untuk berhadapan dengan kondisi server yang tak ubahnya sebuah kuburan kecil.

Jumlah pemain yang masih terhitung minim membuat opsi mode sangat terbatas. Satu-satunya server yang ramai hanyalah mode
Jumlah pemain yang masih terhitung minim membuat opsi mode sangat terbatas. Satu-satunya server yang ramai hanyalah mode “Team Deathmatch” saja.
Walaupun kerja sama tetap memainkan peranan lebih penting, namun harus diakui, beberapa senjata spesifik terasa overpowered.
Walaupun kerja sama tetap memainkan peranan lebih penting, namun harus diakui, beberapa senjata spesifik terasa overpowered.

Pertempuran jarak dekat tanpa ada kesempatan untuk memanipulasi lingkungan sama sekali, jika dibandingkan dengan mode multiplayer sekelas Battlefield 4, apa yang ditawarkan oleh Killzone: Shadow Fall memang terhitung tidak istimewa. Walaupun demikian, ia tetap menawarkan atmosfer kompetitif yang akan terus memerangkap Anda di dalamnya. Peran setiap kelas yang berbeda secara signifikan memberikan sedikit kebebasan untuk bermain dengan gaya bermain apapun yang cocok untuk Anda sendiri. Bagus? Iya. Spesial? Sayangnya, tidak.

Kesimpulan

Killzone: Shadow Fall melakukan tugasnya dengan sangat baik, menjadi sebuah panggung bagi Sony untuk memamerkan potensi kualitas visual yang bisa dihasilkan oleh Playstation 4. Oleh karena alasan inilah, ia pantas untuk menjadi salah satu game yang harus dimainkan oleh gamer pemilik konsol next-gen Sony tersebut. Namun bagi mereka yang mengincar sebuah sensasi mode single player dan multiplayer FPS yang luar biasa, Killzone: Shadow Fall bukanlah sebuah seri game yang istimewa.
Killzone: Shadow Fall melakukan tugasnya dengan sangat baik, menjadi sebuah panggung bagi Sony untuk memamerkan potensi kualitas visual yang bisa dihasilkan oleh Playstation 4. Oleh karena alasan inilah, ia pantas untuk menjadi salah satu game yang harus dimainkan oleh gamer pemilik konsol next-gen Sony tersebut. Namun bagi mereka yang mengincar sebuah sensasi mode single player dan multiplayer FPS yang luar biasa, Killzone: Shadow Fall bukanlah sebuah seri game yang istimewa.

Jika ada hal yang bisa disimpulkan oleh Killzone: Shadow Fall, maka “bermain aman” tampaknya akan cukup untuk mendefinisikan salah satu game rilis perdana Playstation 4 ini. Apa pasal? Seperti citranya di masa lalu, Killzone: Shadow Fall tetap hadir sebagai sebuah visual showcase untuk membuktikan potensi Playstation 4 di masa depan, sebuah kosmetik interaktif untuk membantu membangun pondasi definisi platform next-gen itu sendiri. Visual yang meningkat signifikan dengan kualitas detail dan tata cahaya yang memanjakan mata, hampir mustahil untuk tidak jatuh cinta pada game yang satu ini karena visualisasi yang ia tawarkan. Namun jika kita berbicara dari sisi gameplay, single player maupun multiplayer, hampir tidak ada yang istimewa dari Killzone: Shadow Fall.

Kekurangan? Agak sedikit tidak rasional jika meminta sebuah game FPS untuk hadir dalam inovasi gameplay signifikan yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan game FPS yang lain. Walaupun demikian, ada beberapa masalah signifikan yang pantas untuk dicatat. Pertama, kegagalan menghadirkan atmosfer yang sesuai. Terlepas dari variasi desain level pertempuran yang ada, Killzone: Shadow Fall gagal menawarkan urgensi dan atmosfer bahwa Anda tengah terlibat dalam sebuah konflik yang benar-benar berbahaya. Gaya penceritaan yang membingungkan dan plot yang kurang kuat pantas untuk menjadi catatan. Sulit untuk merasakan keterikatan emosional yang kuat dengan masing-masing karakter, bahkan dari kacamata Kellen dan Echo sekalipun. Kedua, ada pada peran OWL yang ternyata tidak sesignifikan yang dibayangkan. Hanya pada momen khusus saja Anda akan ingat bahwa Anda memiliki drone yang bisa Anda panggil dalam pertempuran. Sebagian besar dari pertarungan ini akan Anda habiskan dengan bermain solo, dengan menghabiskan setiap peluru senjata yang Anda miliki.

Killzone: Shadow Fall melakukan tugasnya dengan sangat baik, menjadi sebuah panggung bagi Sony untuk memamerkan potensi kualitas visual yang bisa dihasilkan oleh Playstation 4. Oleh karena alasan inilah, ia pantas untuk menjadi salah satu game yang harus dimainkan oleh gamer pemilik konsol next-gen Sony tersebut. Namun bagi mereka yang mengincar sebuah sensasi mode single player dan multiplayer FPS yang luar biasa, Killzone: Shadow Fall bukanlah sebuah seri game yang istimewa.

Kelebihan

Visualisasi yang memang pantas disebut
Visualisasi yang memang pantas disebut “next-gen”.
  • Kualitas visual penuh detail
  • Variasi desain level yang pantas untuk diacungi jempol
  • Adaptasi open-world yang cukup memberikan kebebasan aksi

Kekurangan

Sayangnya kurang mampu membangun atmosfer yang tepat. Tidak ada sensasi bahwa Anda tengah berada dalam misi hebat yang akan menentukan nasib dunia. Sangat disayangkan.
Sayangnya kurang mampu membangun atmosfer yang tepat. Tidak ada sensasi bahwa Anda tengah berada dalam misi hebat yang akan menentukan nasib dunia. Sangat disayangkan.
  • Plot
  • Atmosfer epik yang gagal ditawarkan
  • Peran OWL yang tidak terasa signifikan
  • Sensasi multiplayer yang terlalu “biasa”
  • Minim inovasi
  • AI yang tidak reaktif

Cocok untuk gamer: yang senang dengan game yang indah secara visual, yang tidak berkeberatan dengan FPS generic

Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan mode multiplayer yang epic, mengharapkan inovasi gameplay di genre FPS

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…