10 Tips Beralih dari Gamer Bajakan ke Gamer Original!

Reading time:
April 17, 2014
10-tips-game-bajakan-ke-ori

“Cuma Raja Minyak doank yang bisa beli game original. Kita yang masih miskin ya masih harus ngandelin bajakan doank.”, berapa banyak dari Anda yang seringkali mendengar argumen yang satu ini? Perbincangan hangat di dunia maya terkait masalah pembajakan memang menjadi pemandangan umum, yang sayangnya, seringkali tidak menghasilkan jalan keluar sama sekali. Pembajakan memang sudah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari hidup orang Indonesia, tidak hanya dari sisi video game, tetapi juga film, musik, buku, dan perangkat lunak pendukung fungsi komputer. Siapa yang tidak akan tergoda? Semua hal ini bisa didapatkan secara cuma-cuma, tanpa mengorbankan uang sama sekali. Parahnya lagi, hukum Indonesia yang berjalan tidak cukup kuat untuk memastikan praktik seperti ini bisa dijerat dengan konsekuensi yang berat.

Usaha untuk mendorong penikmat konten bajakan, terutama para gamer, untuk mulai melirik game original juga seringkali tidak tepat. Para gamer original yang melakukan public shaming di sosial media justru dilihat sebagai golongan elitist yang tidak peka, setidaknya pada kondisi ekonomi gamer yang bervariasi. Sebuah game original berharga Rp 500 –  Rp 700 ribu memang bukan barang murah, bahkan sudah menghabiskan ¼ dari total upah minimum pekerja di kota besar, belum lagi fakta bahwa sebagian besar gamer Indonesia adalah pelajar. Pembajakan mulai terlihat sebagai opsi yang “rasional dan bisa dimaklumi” terlepas dari fakta bahwa ia secara moral, tidak berbeda dengan pencuri. Pertanyaannya kini, apa yang harus dilakukan untuk membuat gamer bajakan untuk mulai melirik pasar game original?

Pertanyaan inilah yang akhirnya mendorong JagatPlay menyusun 10 buah tips ini. Tujuannya adalah untuk membantu proses transisi gamer bajakan menuju gamer original, secara bertahap. Mengapa? Karena hampir mustahil, dengan variasi kondisi ekonomi sosial gamer yang ada, untuk memaksakan sebuah perubahan instan yang sehat. Argumen bahwa video gaming adalah sebuah hobi mahal yang tidak pantas dinikmati oleh mereka yang tidak memiliki dana ekstra juga tidak bijaksana dan terkesan elitist. Tujuan utamanya adalah mendorong gamer bajakan untuk setidaknya mulai memberikan kontribusi bagi industri game dan tentu saja game-game yang mereka senangi. Mulai memberi dan tidak hanya sekedar menikmati saja.

Inilah 10 tips untuk membantu proses transisi ini:

10. Buat List Game Bajakan yang Sudah Anda Selesaikan

steam library

Salah satu mindset untuk mulai melirik game original adalah melihat semua game yang unduh secara gratis di dunia maya tak ubahnya demo – untuk mendapatkan sedikit gambaran akan produk seperti apa yang ingin Anda beli. Lantas, apa indikator pasti untuk melihat apakah game yang Anda unduh memang Anda nikmati atau tidak? Yang paling jelas, tentu saja melihat apakah Anda memang benar menyelesaikan game-game ini hingga tamat. Untuk setiap game bajakan yang Anda tamatkan, Anda harus menulisnya secara rapi ke dalam sebuah list komprehensif. Catatan list game-game bajakan yang Anda selesaikan ini tak ubahnya sebuah lembar utang terhadap developer masing-masing dari mereka. Begitu Anda memiliki uang yang mencukupi, Anda bisa mulai membeli versi original game-game ini lalu mencoretnya dari list. Anda bahkan diperkenankan membeli game yang tengah mendapatkan diskon terlebih dahulu.

9. Sharing Account

family sharing

Berbagi beban alias patungan adalah strategi yang mungkin terdengar “merugikan” di mata publisher, namun menjadi alternatif solusi yang lebih baik daripada sekedar membajak. Dengan harga game di atas Rp 500 ribu / keping, berbagi beban dengan satu atau dua teman yang lain akan menjadi alternatif terbaik untuk membuat Anda tetap bisa menikmati game original, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Masalah ekstra lain yang harus Anda pikirkan mungkin pada pembagian waktu bermain mengingat hampir sebagian besar game yang terikat pada portal distribusi game tertentu hanya bisa dimainkan melalui satu akun dan satu di saat yang sama. Setidaknya, dengan cara seperti ini, Ada bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih rasional.

8. Game Second Tetap Menarik

used games

Untuk game-game berbasis single player yang akunnya tidak terikat pada portal distribusi game tertentu dan bisa dimainkan secara offline, membeli game bekas adalah sebuah alternatif yang tidak bisa Anda kesampingkan begitu saja. Bergabung di forum-forum gaming besar bahkan grup-grup komunitas platform gaming tertentu di situs sosial media akan membantu Anda mendapatkan informasi lebih terkini  terkait game-game original bekas yang ditawarkan. Terlepas dari status gamenya yang sudah lawas, Anda tetap menjadikannya alternatif untuk melengkapi koleksi atau memenuhi syarat dari tips no. 10 yang kami sampaikan sebelumnya. Untuk game-game yang dirilis dalam kurun waktu 6 bulan atau lebih, penurunan harga bisa mencapai 60% dari harga baru. Good deal..

7. Andalkan Giveaway

free stuff

Anda bahkan tetap tidak bisa membeli sebuah game original yang sudah terhitung murah? Tengah menjadi tren di sosial media saat ini untuk membagikan game-game berbasis digital secara cuma-cuma, walaupun terkadang membutuhkan Anda melewati proses syarat tertentu yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Jika berbasis peruntungan, tidak ada salahnya Anda mengikuti kontes-kontes seperti ini hanya untuk satu hal – merasakan sensasi memiliki setidaknya satu game original dan apa yang membuat sensasi tersebut berbeda dari hanya sekedar memainkan game-game bajakan. Walaupun Anda tidak berkontribusi langsung pada industri game, namun event giveaway seperti ini akan membuat mempopulerkan game yang Anda dapatkan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…