Capcom Punya Syarat Sebelum Game Bisa Dapatkan Sekuel

Reading time:
October 9, 2014
darkstalkers ressurection

Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa game yang menurut Anda tampil dengan kualitas luar biasa dan berhasil menawarkan pengalaman bermain yang begitu mengesankan, justru “ditendang” begitu saja dari publisher? Game-game yang seharusnya punya potensi untuk tumbuh masif di masa depan, justru menghilang peredaran tanpa alasan yang jelas. Benar sekali, alasan yang paling rasional hanyalah satu kata “sederhana”: keuntungan. Industri game adalah sebuah bisnis, dan bisnis tidak akan pernah menjual sesuatu yang dianggap tidak bisa memberikan profit apapun. Publisher seperti Capcom bahkan punya angka pasti sebelum sebuah game berhak mendapatkan sekuel.

Informasi inilah yang dibocorkan oleh Yoshinori Ono – bapak dari franchise game fighting andalan Capcom – Street Fighter. Berbicara dengan media gaming ternama Jepang – Famitsu, Ono menjelaskan mengapa Street Fighter X Tekken tidak pernah mendapatkan sekuel baru terlepas dari respon positif yang diperlihatkan oleh media gaming dan gamer sendiri sebagai konsumen. Ono secara terbuka mengungkapkan mekanisme seperti apa yang berjalan di belakang panggung Capcom.

Ono mengungkapkan bahwa Capcom menetapkan target game harus terjual 2 juta kopi sebelum bisa mendapaktan sebuah seri sekuel baru.
Ono mengungkapkan bahwa Capcom menetapkan target game harus terjual 2 juta kopi sebelum bisa mendapaktan sebuah seri sekuel baru.

Capcom ternyata menetapkan target bahwa sebuah game HARUS menjual lebih dari 2 juta kopi sebelum bisa masuk ke dalam tahap perencanaan sekuel baru. Jika tidak, maka tim developer harus bersiap untuk menghentikan franchise tersebut, dan mulai beralih ke judul game baru.

Street Fighter X Tekken sendiri baru terjual sekitar 1,7 kopi di seluruh dunia, menurut data terakhir di Juni 2014 silam. Karena alasan yang sama pulalah, Ono harus berhenti mengembangkan seri terbaru game fighting klasiknya – Darkstalkers karena sang seri terakhir, Resurrection tidak mencapai target yang diinginkan oleh Capcom sendiri.

This is such a sad way to treat your games, Capcom..

Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

February 3, 2023 - 0

Review DualSense Edge: Melebur Fungsi dan Fitur dalam Kemewahan!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh DualSense Edge ini? Mengapa kami…
January 30, 2023 - 0

Review Dead Space Remake: Isak Tangis di Luar Angkasa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dead Space Remake ini? Apa…
December 22, 2022 - 0

Review Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion: Reunian dengan Muka Baru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy…
December 8, 2022 - 0

Review Star Ocean – The Divine Force: Bukan Melesat, Malah Meleset!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Ocean: The Divine Force?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…