Peneliti: Portal 2 Lebih Efektif untuk Melatih Kinerja Otak

Reading time:
October 2, 2014

 

portal 21

Penelitian seputar dampak dari video game terhadap perkembangan otak seseorang kembali dilakukan. Kali ini, para peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa besar game yang secara gameplay cukup memaksa seseorang berpikir keras dapat membantu melatih otak.

Dari penelitian yang dilakukan terhadap 77 orang, peneliti mencoba membandingkan dampak dari dua game yang berbeda, yakni Portal 2 dan Lumosity. Perlu diketahui bahwa Lumosity adalah sebuah software game yang dikembangkan khusus untuk melatih otak dan kemampuan berpikir si pemainnya,

Ke-77 orang tersebut menghabiskan waktu sekitar 8 jam untuk bermain Portal 2, dan 8 jam pula di Lumosity. Menariknya, Lumosity sebelumnya diklaim dapat meningkatkan berbagai kemampuan, seperti daya ingat, fokus, kecepatan dalam memproses sesuatu, fleksibilitas mental seseorang, logika, dan kemampuan memecahkan masalah.

Daripada game yang diklaim mampu melatih otak - Lumosity, Peneliti justru menemukan bahwa game
Daripada game yang diklaim mampu melatih otak – Lumosity, Peneliti justru menemukan bahwa game “puzzle” racikan Valve – Portal 2 menghasilkan efek positif yang lebih baik.

Semua peserta yang mengikuti penelitian diberikan beberapa tes sebelum dan sesudah bermain game. Hasilnya, terbukti Portal 2 ternyata jauh lebih efektif dalam melatih dan meningkatkan kinerja otak seseorang! “Pemain Portal 2 menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tes sebelum (memainkan Portal 2) dan tes sesudahnya sementara Lumosity tidak menunjukkan adanya perbedaan dari tes sebelum dan sesudah,” demikian kesimpulan dari penelitian tersebut.

Meski begitu, penelitian yang dilakukan di Florida State University ini disebut-sebut belum bisa memberikan hasil yang maksimal dan bisa 100 persen diakui. Sampel penelitian yang terlalu sedikit diyakini tidak bisa menjadi acuan untuk menarik sebuah kesimpulan yang pasti.

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…