Review Alien Isolation: Teror di Setiap Sudut!

Author
David Novan
Reading time:
November 6, 2014
Alien Isolation jagatplay (1)

“Ripley menunggu langkah berat yang disertai suara geraman mengerikan melalui tempat persembunyiannya – tumpukan boks obat di pojokan gelap – sambil menahan nafasnya. Walaupun hanya berlalu beberapa saat saja, tetapi waktu terasa begitu lama hingga langkah tersebut hilang di tikungan yang gelap. Ia menyeberangi lorong yang gelap dan masuk ke dalam saluran angin di tembok terdekat dengan harapan dapat menyelamatkan hidupnya.

Alien Isolation berusaha keras untuk mempertahankan nuansa film Alien tahun 1979 dan berhasil melakukannya.
Alien Isolation berusaha keras untuk mempertahankan nuansa film Alien tahun 1979 dan berhasil melakukannya.

Merasa aman, Ripley berdiam diri di sana sambil meredakan degup jantungnya yang begitu cepat; Lalu, langkah berat itu kembali dan berhenti – tepat di depan pintu saluran angin di depan Ripley. Seakan dalam gerak lambat – pintu tersebut terbuka dan monster mengerikan berwarna hitam tanpa mata menyeringai ganas sambil memperlihatkan gigi peraknya…”

Alien Isolation jagatplay (3)
Merasa aman bersembunyi di dalam lubang angin? Coba pikir lagi…

Cerita di atas merupakan segelintir horor yang dapat Anda rasakan dalam Alien Isolation, game survival horor bertema film terkenal Alien yang dirilis tahun 1979. Game ini cukup unik bila dibandingkan dengan game serupa. Pasalnya, Anda tidak dapat menemukan gaya bermain macho dengan beragam persenjataan untuk menangkal serangan musuh yang muncul dengan mengejutkan. Tidak; Anda harus lari dan menyembunyikan diri dari semua makhluk hidup yang ditemui dalam game, entah itu manusia lain, robot berbentuk manusia yang disebut Synthetic, dan Alien – monster ganas yang tidak bisa dibunuh dengan senjata apapun!

Alien Isolation jagatplay (4)
Lorong gelap dan suara mengerikan menjadi teman setia yang selalu ditemui dalam Alien Isolation.

Plot

Game ini menceritakan Amanda Ripley, anak dari Ellen Ripley yang merupakan bintang utama pada film Alien, dalam usahanya untuk mencari tahu mengenai nasib ibunya. Setelah lima belas tahun berlalu, ia mendapatkan kabar mengenai ditemukannya Nostromo, kapal ruang angkasa yang ditumpangi ibunya dan kemungkinan adanya data akurat mengenai apa yang terjadi di sana.

Alien Isolation jagatplay (5)
Cerita di balik kekacauan Sevastopol terangkum dengan baik dalam konsol bergaya ’70-an.

Kabar tersebut membawa Ripley beserta beberapa kru dari Weyland-Yutani, perusahaan konglomerat yang membiayai ekspedisi Nostromo lima belas tahun lalu, menuju Sevastopol Station; stasiun ruang angkasa yang mengorbit planet gas raksasa KG348. Kapal kurir ruang angkasa Torrens yang ditumpangi Ripley akhirnya tiba di Sevastopol dan mendapati kondisi stasiun yang mengalami kerusakan.

Alien Isolation jagatplay (6)
Periksa semua sudut yang memiliki lampu hijau adalah keharusan untuk menemukan beragam bahan untuk alat bertahan hidup.

Ternyata Sevastopol Station mengalami kerusuhan dan mengakibatkan kondisinya jauh dari nyaman. Kurangnya penerangan di semua sudut stasiun akibat kerusuhan membuat suasana begitu mencekam. Belum lagi penghuni yang tersisa bertahan hidup dengan menyerang dan membunuh orang lain yang bukan anggota grup mereka. Lebih parahnya lagi, Ripley menemukan adanya teror mengerikan yang berkeliaran di stasiun, memburu manusia yang lengah dan membunuh dengan sadis dari dalam kegelapan!

Alien Isolation jagatplay (7)
Cahaya bisa menjadi teman sekaligus musuh ketika menerangi sudut yang gelap.

Ripley harus bertahan hidup demi menemukan jalan untuk kembali ke Torrens serta keluar dari mimpi buruk di Sevastopol dan yang terpenting; menemukan informasi mengenai Nostromo dan ibunya.

Alien Isolation jagatplay (8)
Bergerak pelan dan hati-hati memiliki keuntungan tersendiri, terutama ketika mencari beragam benda dalam kegelapan.
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…