Review Heroes of the Storm (Alpha): Ini Baru MOBA Beda!

Reading time:
November 13, 2014
Heroes of the Storm - jagatplay (1)

Publisher mana yang tidak akan tertarik untuk terjun ke pasar MOBA? DOTA 2 dan League of Legends sudah membuktikan dengan sangat jelas, bahwa genre yang mengusung mekanik gameplay kompleks dan sangat menuntut kerjasama para pemainnya ini memang menjadi ladang yang sangat menguntungkan. Dengan kondisi pertempuran yang tidak pernah sama dengan kombinasi beragam serangan yang mungkin tercipta, basis fans MOBA tidak ragu untuk menghabiskan ribuan jam untuk menikmati game ini, berulang-ulang. Selama proses balancing berjalan dengan optimal dan nyaman untuk dinikmati, gamer MOBA sudah teruji tidak ragu untuk mengeluarkan uang dari dompet mereka untuk beragam item kosmetik atau karakter favorit yang terus dirotasi. Anehnya, terlepas dari beragam usaha yang lahir, hegemoni DOTA 2 dan League of Legends hampir tidak bisa dipatahkan.

Banyak publisher yang mengira bahwa menciptakan sekedar sebuah “klon” dengan tema, setting, dan desain karakter yang berbeda akan cukup untuk menarik sebagian porsi gamer kedua game MOBA raksasa ini. Namun nyatanya, selama tidak ada keunikan yang ditawarkan, terutama di sisi gameplay, tidak akan ada gamer yang peduli. Dari semua proyek serupa, boleh terbilang hanya SMITE saja yang berhasil eksis karena gaya third person shooter yang ia usung. Apakah ini berarti MOBA stagnan? Bahwa gamer di genre ini tidak lagi bisa menerima proyek baru? Jika ada jawaban dari kedua pertanyaan besar ini, maka hanya Blizzard yang memilikinya. Setelah bertarung soal nama dan hak dagang yang ada, Blizzard mengumumkan proyek MOBA mereka – Heroes of the Storm beberapa waktu yang lalu.

Terintegrasi ke dalam akun Battle.net Anda, Blizzard mulai membagikan undangan bagi gamer untuk mulai mengikuti masa alpha yang ada, dan tentu saja berkontribusi lewat serangkaian feedback yang mungkin dihasilkan. Kami kebetulan mendapatkan kesempatan tersebut. Sebagai seorang gamer yang begitu mencintai DOTA 2 dan seringkali dengan proyek “klon” lain yang ternyata tidak semenarik yang dibayangkan, ada sedikit rasa pesimis bahwa Heroes of the Storm akan mampu menawarkan sesuatu yang baru. Namun apa yang kami dapatkan? Sebuah kejutan yang tidak pernah diprediksikan sebelumnya. Sebuah kejutan yang membuat niat awal kami yang sekedar  hanya untuk mencicipi, menjadi adiksi main tanpa henti selama lebih dari 6 jam.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Heroes of the Storm ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah MOBA yang berbeda?

Pertemukan Semesta Blizzard di Satu Ruang!

Sempat disebut sebagai
Sempat disebut sebagai “DOTA Blizzard” di masa lalu, Heroes of the Storm adalah game MOBA yang mempertemukan karakter-karakter unik lintas franchise raksasa Blizzard.

Apa yang paling Anda pikirkan ketika tengah membicarakan Blizzard? Hampir sebagian besar dari kita sangat mengerti bahwa terlepas dari popularitas yang ia miliki, Blizzard termasuk developer dengan jumlah franchise raksasa yang sangat minim. Kita mungkin hanya mengenal Warcraft, Starcraft, dan Diablo yang konsisten mendapatkan update dan konten baru, terlepas dari usianya yang menua. Menariknya lagi, Blizzard selalu menjadikan setiap seri dari franchise ini sebagai ladang uang yang begitu efektif. Puluhan juta gamer di seluruh dunia menyumbangkan uang setiap bulan lewat World of Warcraft, tidak berkeberatan dengan micro-transaction di Hearthstone, dan ekstra Diablo 3 untuk semua platform yang tersedia. Jumlah keuntungan yang cukup untuk membuat roda ekonomi mereka berputar kencang. Sekarang bayangkan, apa yang terjadi, jika tiga franchise populer ini melebur ke dalam satu nama saja? Maka Anda menemukan Heroes of the Storm.

Berbeda dengan konsep DOTA dari IceFrog yang sebagian besar asetnya didasarkan pada monster atau karakter dari Warcraft, Heroes of the Storm mempertemukan semua karakter ikonik dari Warcraft, Starcraft, dan Diablo ke dalam ruang yang sama, tentu saja dengan gameplay unik MOBA yang akan kita bahas lebih dalam nanti. Mereka juga tidak menahan diri untuk memilah siapa saja yang akan bergabung dalam pertempuran epik.  Maka Anda akan menemukan Sarah Kerrigan dan Illidan bertarung bahu-membahu, melawan Diablo dan Arthas di pihak yang lain. Tidak hanya karakter-karakter ikonik seperti ini saja, mereka bahkan menjadikan Siege Tank – unit milik Terran dari Starcraft sebagai karakter playable.

Anda akan bertemu dengan karakter-karakter familiar dari Starcraft, Warcraft, dan Diablo di dalamnya.
Anda akan bertemu dengan karakter-karakter familiar dari Starcraft, Warcraft, dan Diablo di dalamnya.
Tidak hanya sekedar kosmetik, setiap karakter ini juga hadir dengan desain, kepribadian, skill yang berangkat dari identitasnya di seri original.
Tidak hanya sekedar kosmetik, setiap karakter ini juga hadir dengan desain, kepribadian, skill yang berangkat dari identitasnya di seri original.

Bagian terbaik dari peleburan karakter ini? Tidak hanya sekedar menawarkan variasi dalam sekedar bentuk, Blizzard juga memastikan setiap karakter ini memuat kepribadian, tingkah laku, dan tentu saja – gerakan original yang memang mendefinisikan setiap karakter ini. Serah Kerrigan misalnya memiliki skill yang bisa memanggil zergling kecil, Nova dengan sniper-nya yang mematikan, dan Stiches (atau mungkin Anda lebih mengenalnya sebagai Pudge) dengan Hook-nya yang mampu mengubah jalannya pertempuran. Setiap karakter ini bertarung dengan gaya dan alasan mengapa mereka sempat menjadi karakter favorit Anda di seri original mereka masing-masing. Blizzard mengumpulkan mereka di satu tempat, memastikan mereka semua memiliki peran dan kemampuan yang seimbang, dan melakukan hal tersebut dengan begitu luar biasa.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…