Review Razer Chroma Series: Kombinasi Maut Performa dan Gaya!

Reading time:
December 3, 2014
Razer DeathAdder Chroma

Sebagian besar penggemar peripheral gaming untuk PC tentu saja sudah mengenal nama Razer untuk waktu yang cukup lama. Tumbuh menjadi “legenda” tersendiri, Razer selalu hadir dengan beragam produk peripheral pendukung gaming yang tidak hanya memesona secara performa, tetapi juga ciamik di sisi desain. Ia menjadi sebuah standar sendiri, sebuah brand yang senantiasa diburu oleh para gamer. Kini Razer hadir dengan gebrakan baru, melahirkan kembali produk-produk mereka dalam format baru bernama Chroma. Inti kekuatannya terletak pada desain kosmetik yang lebih “meriah” lewat implementasi lampu LED yang mampu menawarkan jenis cahaya yang lebih variatif, serta perbaikan di beberapa titik desain.

Razer sendiri mengirimkan tiga produk berbeda ke meja kami di beberapa minggu terakhir ini yang semuanya berasal dari series Chroma – sebuah headset gaming Kraken 7.1 Chroma, mouse gaming – DeathAdder Chroma, dan yang terakhir – sebuah keyboard gaming – Blackwidow Chroma. Mengingat kesemuanya hadir dari seri yang sama, maka review ketiga produk disatukan ke dalam artikel, dengan fokus detail yang dipertahankan. Sebuah kesatuan produk dengan nilai jual yang mungkin akan membuat Anda, jatuh hati!

Lantas, apa yang ditawarkan oleh ketiga produk yang satu ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah peripheral maut yang mengkombinasikan performa dan gaya? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Razer DeathAdder Chroma

Desain yang ergonomis menjadi salah satu kekuatan Razer DeathAdder ini.
Desain yang ergonomis menjadi salah satu kekuatan Razer DeathAdder ini.

Sebagian besar gamer yang cukup mengikuti perkembangan peripheral gaming tentu sudah tidak asing dengan mouse Razer yang satu ini. DeathAdder merupakan salah satu mouse gaming populer yang cukup diminati oleh gamer PC karena fungsi dan kenyamanan yang ia tawarkan. Sesuatu yang tetap  mereka pertahankan di seri Chroma yang satu ini.

Ia akan memfaslitasi gamer dengan claw maupun palm grip dengan sangat baik. Ekstra bahan karet di kedua sisi untuk menghasilkan grip yang lebih kuat.
Ia akan memfaslitasi gamer dengan claw maupun palm grip dengan sangat baik. Ekstra bahan karet di kedua sisi untuk menghasilkan grip yang lebih kuat.
Dukungan Omron Switch menjamin eksekusi perintah tanpa cela.
Dukungan Omron Switch menjamin eksekusi perintah tanpa cela.

Salah satu yang paling membuatnya dicintai adalah desain bentuk yang terasa sangat ergonomis di tangan, terlepas dari jenis grip yang menjadi preferensi utama Anda. Ia mengusung desain yang lebih tradisional dengan meniadakan tombol di bagian tengah untuk mengatur tingkat sensitivitas, dengan hanya menyisakan dua tombol klik utama dan scroll wheel di sana. Dua tombol ekstra disematkan di bagian kanan mouse untuk memfasilitasi kebutuhan Anda ketika menginginkan kombinasi perintah spesifik. Bentuk yang tidak terlalu besar dan hadirnya bahan ekstra karet di kedua sisi untuk mendukung grip yang lebih baik cukup memastikan bahwa DeathAdder Chroma ini akan memastikan aktivitas gaming berjalan tanpa masalah berarti.

Dengan switch Omron yang ia usung, reliabilitas dan konsistensi untuk mengeksekusi setiap perintah Anda ke dalam video game menjadi sesuatu yang tidak perlu lagi diragukan. Satu yang menarik, terlepas dari minimnya opsi untuk melakukan modifikasi berat, Razer DeathAdder Chroma ini terasa cukup nyaman untuk digunakan. Sayangnya, ada catatan ekstra yang patut diperhatikan. Dengan absennya tombol DPI untuk mengatur sensitivitas secara langsung, Anda akan sulit untuk langsung membuat DeathAdder ini beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan, terutama ketika menikmati sebuah game kompetitif. Jadi, pastikan dahulu Anda menetapkan setting terbaik dahulu sebelum Anda terlibat dalam game-game seperti ini.

Berbeda dengan sebagian besar mouse saat ini, bentuk DeathAdder lebih
Berbeda dengan sebagian besar mouse saat ini, bentuk DeathAdder lebih “tradisional”. Tidak ada dua tombol ekstra DPI untuk mengatur sensitivitas secara instan ala produk kompetitor lain.
Didukung Razer Synapse 2.0, Anda bisa memodifikasi beberapa aspek dengan mudah, dari mengatur sensitivitas, makro, hingga sifat lampu LED yang terletak di scroll wheel dan logo bagian belakang.
Didukung Razer Synapse 2.0, Anda bisa memodifikasi beberapa aspek dengan mudah, dari mengatur sensitivitas, makro, hingga sifat lampu LED yang terletak di scroll wheel dan logo bagian belakang.

Dukungan Razer Synapse 2.0 untuk DeathAdder Chroma ini juga memungkinkan Anda untuk memodifikasi beberapa aspek mouse gaming yang satu ini, tentu saja – di luar tingkat sensitivitas yang kita bahas sebelumnya. Dengan user-interface sederhana, Anda bisa menyuntikkan beberapa fungsi yang Anda butuhkan via fitur makro yang ada. Sebagai sebuah produk yang menyandang nama Chroma di dalamnya, Anda juga bisa memodifikasi efek lampu LED berwarna-warni yang akan membuat bagian scroll wheel dan logo Razer di bagian belakang menyala terang. Membuat warna-warna tersebut muncul secara bergiliran? Atau sekedar menyuntikkan efek breathing semata? Anda punya kebebasan untuk “meracik” mouse dengan kesan yang lebih personal.

Ada lebih dari 16 juta warna yang bisa Anda suntikkan di mouse ini dengan beragam sifat.
Ada lebih dari 16 juta warna yang bisa Anda suntikkan di mouse ini dengan beragam sifat.

Soal performa? Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan tentunya. Razer memastikan bahwa DeathAdder Chroma ini tidak hanya ciamik di sisi kosmetik dan kenyamanan desain, tetapi juga performa yang ia tawarkan ketika memainkan game-game favorit Anda. Menjajalnya di DOTA 2 dan Lords of the Fallen, mouse ini berfungsi dengan semestinya. Tentu saja, selama Anda sudah menentukan tingkat sensitivitas yang dibutuhkan sebelumnya, untuk memastikan masalah ini tidak mengganggu Anda di tengah permainan.

Razer DeathAdder Chroma ini sendiri dijual di kisaran harga Rp 875.000,-, harga yang cukup rasional untuk mendapatkan desain ergonomis, performa mumpuni, dan sisi kosmetiknya yang meriah.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…