Review Super Smash Bros for Wii U: Game Fighting Terbaik Tahun Ini!

Reading time:
December 16, 2014
Super Smash Bros Wii U - jagatplay

Apa yang paling Anda harapkan ketika mencicipi sebuah game fighting, apalagi jika berhadapan dengan sebuah franchise raksasa dengan popularitas yang cukup tinggi? Hal pertama yang paling dinantikan tentu saja atmosfer kompetitif yang ia tawarkan. Bertempur satu sama lain, apalagi melawan teman dalam format online / offline, dan berusaha mati-matian menguasai salah satu karakter dengan lebih baik untuk menjamin kesempatan menang yang lebih besar. Ada dua elemen terbesar yang selalu menjadi fokus: kebutuhan untuk mengingat kombinasi tombol kompleks untuk jurus tertentu dan tentu saja, menentukan timing yang tepat untuk mengeksekusinya. Namun apa jadinya jika sebagai game fighting hadir dengan pendekatan berbeda? Sebuah game fighting yang akan membuat gamer yang belum pernah melihat kontroler sekalipun, bisa menikmatinya? Inilah inti yang hendak ditawarkan oleh Super Smash Bros. for Wii U.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya sedikit gambaran akan apa yang ditawarkan oleh game fighting dari Nintendo yang satu ini. Dengan gaya visualisasi khas Nintendo yang begitu ciamik, cerah, dan penuh warna, Anda akan terlibat dalam pertempuran epik antar karakter ikonik dari beragam semesta, termasuk nama-nama yang sudah ditinggal oleh sang developernya sendiri. Dengan resolusi 1080p 60fps yang ia tawarkan, Super Smash Bros terasa begitu nyaman untuk dinikmati. Namun sensasi yang menjadi nilai jual utamanya? Seperti proyek game-game Nintendo pada umumnya, kesenangan yang mungkin jarang Anda dapatkan dari genre fighting. Ada alasan mengapa franchise ini begitu populer dan melekat di hati begitu banyak gamer.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Super Smash Bros for Wii U ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game fighting terbaik tahun ini? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Melebur Semesta yang Tak Mungkin!

Salah satu kekuatan utama Super Smash Bros terletak pada kelihaian Nintendo untuk melebur franchise ikonik yang tidak pernah Anda prediksikan sebelumnya dalam ruang fighting yang satu ini.
Salah satu kekuatan utama Super Smash Bros terletak pada kelihaian Nintendo untuk melebur franchise ikonik yang tidak pernah Anda prediksikan sebelumnya dalam ruang fighting yang satu ini.

Pernahkah Anda membayangkan sebuah kondisi di mana hampir sebagian besar franchise game raksasa di masa kecil Anda bertemu di satu arena yang sama, dan saling berusaha menjatuhkan satu sama lain? Sensasi seperti inilah yang ditawarkan oleh Super Smash Bros ini sejak pertama kali Anda menyalakannya. Nintendo melebur semua franchise game andalan eksklusifnya di satu ruang yang sama, dari Mario, Donkey Kong, Metroid, Fire Emblem, Animal Crossing, hingga Xenoblade Chronicles. Semua karakter ikonik yang tentu tidak asing lagi memperlihatkan sisi kemampuan mereka yang berbeda di Super Smash Bros ini.

Kerennya lagi? Terlepas dari kesan absurd yang mungkin Anda dapatkan, ia berhasil membuat tiap karakter hadir sebagai petarung yang bisa diandalkan, sembari memastikan mereka mempertahankan ciri unik mereka dari franchise original masing-masing.
Kerennya? Terlepas dari kesan absurd yang mungkin Anda dapatkan, ia berhasil membuat tiap karakter hadir sebagai petarung yang bisa diandalkan, sembari memastikan mereka mempertahankan ciri unik mereka dari franchise original masing-masing.
Jigglypuff vs Sonic? WHY NOT!
Jigglypuff vs Sonic? WHY NOT!

Kerennya lagi, Nintendo memastikan bahwa mereka tidak hanya sekedar hadir dengan wujud fisik original mereka sendiri. Karakter ini bertarung dengan gaya dan gerakan khusus yang mendefinisikan aksi mereka di franchise original mereka masing-masing. Bagaimana sebuah game sekelas Animal Crossing yang begitu casual, penuh dengan aktivitas cocok tanam dan mengumpulkan serangga misalnya, bisa diadaptasikan untuk genre fighting? Melihat bagaimana seorang Wii Fit Trainer – yang notabene diceritakan sebagai instruktor yoga bisa bertarung melawan Browser yang notabene merupakan kura-kura raksasa yang brutal? Atau Kirby yang imut menghancurkan Link, misalnya? Di situlah kehebatan Super Smash Bros dan Nintendo sebagai developer tentunya

Long time no see, buddy..
Long time no see, buddy..
Mereka bahkan berhasil menyuntikkan karakter yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Masih ingat Duck Hunt? Game tembak zaman NES yang harus dieksekusi dengan peripheral Zapper tambahan? Benar sekali, sang bebek dan si anjing dengan ketawa super menyebalkan tersebut bisa Anda gunakan di sini!
Mereka bahkan berhasil menyuntikkan karakter yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Masih ingat Duck Hunt? Game tembak zaman NES yang harus dieksekusi dengan peripheral Zapper tambahan? Benar sekali, sang bebek dan si anjing dengan ketawa super menyebalkan tersebut bisa Anda gunakan di sini!

Menariknya lagi? Ia membawa semesta tersebut bahkan jauh lebih gila, menyentuh ranah yang mungkin selama ini Anda pikirkan tidak mungkin terjadi. Nintendo berhasil mengumpulkan tiga karakter ikonik masa lalu yang justru kian ditinggalkan oleh para developernya masing-masing dan bahkan melakukan tugas tersebut lebih baik. Megaman, Sonic, dan Pac-Man yang dulu memiliki citra begitu kuat dan melekat di industri game, kini hadir kembali dan bertempur satu sama lain, dengan gerakan dan senjata unik mereka masing-masing. Tidak hanya itu saja, mereka bahkan mengadaptasikan game Nintendo lain yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Anda masih ingat Duck Hunt? Game Nintendo lawas yang dulunya meminta Anda menggunakan pistol Zapper klasik untuk menembak para bebek yang terbang, lengkap dengan si anjing tertawa yang menyebalkan? Bayangkan saja, Nintendo mampu menjadikan karakter ini sebagai salah satu petarung di Super Smash Bros – dengan set gerakan dan jurus Ultimate-nya sendiri. And now that is crazily creative!

Tidak hanya karakter dan animasi gerakan mereka, desain level yang ada juga diambil dari franchise-franchise ini.
Tidak hanya karakter dan animasi gerakan mereka, desain level yang ada juga diambil dari franchise-franchise ini.
Beberapa mampu menghasilkan atmosfer yang super epik!
Beberapa mampu menghasilkan atmosfer yang super epik!

Tidak hanya para karakternya saja, Nintendo juga mengadaptasikan setiap franchise yang tampil ini sebagai bagian dari stage yang bisa Anda pilih, lagi-lagi dengan keunikannya sendiri-sendiri. Anda yang sudah familiar dengan franchise-franchise ini akan sangat bisa mengenali setaip stage yang ada, lengkap dengan tantangan dan landscapenya sendiri. Beberapa level tampil begitu luar biasa indah, salah satunya Star Fox. Dengan resolusi 1080p yang ia usung, semua tata cahaya dan detail environment berujung pada visualisasi yang terasa istimewa. Apalagi, setiap level ini juga punya identitas personal yang akan langsung mengubah cara Anda bermain.

Super Smash Bros Wii U - jagatplay
Melebur beragam semesta, bahkan dari franchise raksasa yang terbaikan, meramu mereka dengan identitas unik yang tetap tidak hilang dari versi originalnya, dengan desain stage yang memesona, sulit untuk tidak jatuh hati pada seri ini.

Nintendo Wii U mungkin tidak menawarkan performa sekuat Playstation 4 dan Xbox One, atau bahkan PC. Namun jika urusan memoles kualitas visual dengan apa yang mereka miliki, Nintendo boleh dibilang – tidak bisa diremehkan. Super Smash Bros menjadi sebuah bukti nyata akan kualitas yang satu ini. Melebur beragam semesta, bahkan dari franchise raksasa yang terbaikan, meramu mereka dengan identitas unik yang tetap tidak hilang dari versi originalnya, dengan desain stage yang memesona, sulit untuk tidak jatuh hati pada seri ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…